“Saya benar-benar dari nol banget belajar basket.”

Pengakuan itu datang dari Muhammad Nurdzaki Ibrahim, sang penggawa SMAN 98 Jakarta (Night). 

Minat Nurdzaki, begitu ia disapa, pada basket sejatinya sudah mulai tumbuh sejak tahun kedua SMP. Saat itu, ia melihat salah seorang kakak kelas yang tengah menikmati panasnya persaingan di lapangan. 

"Kelihatannya seru gitu soalnya mereka lebih mengandalkan kemampuan tim daripada individu,” jelasnya.

Hanya bermodal tekad untuk belajar, ia pun akhirnya mencoba peruntungannya dengan mendaftar tim basket SMP. Sayangnya, kesempatan tersebut belum berhasil ia dapatkan karena pendaftaran tim sudah ditutup.

Nurdzaki pun akhirnya memilih untuk tetap fokus menggeluti taekwondo, cabang olahraga yang sudah menajadi bagian hidupnya sejak usia 13 tahun.

Selama menekuni taekwondo, Nurdzaki berhasil mengoleksi sejumlah prestasi. Di antaranya, Juara 1 Kyorugi Putra di Everest Taekwondo Championship Piala Menpora 2022, Juara 1 Kyorugi Putra Cadet U 39 KG di DGTI Taekwondo Championship 2023, dan Juara 1 Kyorugi Putra U 44 KG di KONI Cup Series-4 Indonesia Taekwondo Championship 2023. 

Baca Juga: Hijrah dari Sepak Bola, Muhammad Thareq Kini Wujudkan Mimpi Debut di DBL

Kendati demikian, rasa penasarannya terhadap basket tak langsung sirna. Ketika masuk SMA, Nurdzaki baru mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan tim basket. Ia bahkan rela meninggalkan taekwondo demi mengejar ketertarikannya pada basket. 

Perjalanannya pun tidak langsung mulus. Ia sebelumnya sama sekali tidak memiliki dasar dalam basket.

“Saya belajar basket itu lumayan lama. Saya sempat merasa pengin balik aja ke taekwondo, tetapi untungnya teman-teman selalu support saya,” ujarnya. 

Dukungan dari lingkungan sekitar menjadi salah satu alasan Nurdzaki terus bertahan. Menurut teman-temannya, Nurdzaki memiliki potensi dalam basket sehingga ia terus terdorong untuk terus berlatih. Perlahan, Nurdzaki pun berkembang hingga akhirnya mampu tampil di bersama skuad Night di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. 

Baca Juga: Kenalan Sama Annastasya Putri, Sang Atlet Wushu yang Kini Jajal Dunia Dance!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Jakarta pun menandai kesempatan terakhir Nurdzaki untuk melantai bersama skuad Night. Sayangnya, langkah mereka langsung terhenti di gim pertama setelah kekalahan dari SMAN 22 Jakarta (Dua Dua) dengan perolehan skor akhir 40-24 pada Kamis, 24 September 2026.

Meski gagal melangkah lebih jauh, pengalaman tampil di panggung DBL East Jakarta 2026 tetap menjadi cerita berharga bagi Nurdzaki. Ke depannya, Nurdzaki masih ingin melangkah lebih jauh untuk mewujudkan impiannya, yakni mengikuti jejak sang ayah dengan melanjutkan pendidikan di Akademi Militer.

Semangat terus, Nurdzaki!

DBL East Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)









Populer

Kisah Prestasi Gichelle Stefany, dari Arena Es ke Panggung AQUA DBL Dance
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Rabu, 30 September 2026
Kisah Chalfarra Graciela, Dancer SMAN 1 Purworejo Pemilik Segudang Prestasi
Nicholas Kenzo Masih Ingin Berbenah Usai Bawa Sinlui ke Final
Hasil DBL East Java-North: SCS-Gloria 1 Beralih ke If Necessary Game!