13 tahun lalu, nama Liem Indra Wijaya tengah dipuja-puja para pecinta basket Jawa Tengah. Mengenakan jersei SMA Theresiana 1 Semarang pada ajang DBL Central Java 2013, langkahnya begitu gemilang. 

Debut sekaligus musim terakhirnya di panggung SMA ditutup dengan pencapaian sempurna, membawa sekolahnya meraih predikat juara DBL Central Java, menjadi pemenang Three-Point Contest, menembus DBL Indonesia All-Star 2013, hingga menginjakkan kaki di Amerika Serikat.

Di Negeri Paman Sam, pria yang akrab disapa Coach Indra ini mengukir memori paling membekas dalam hidupnya. 

Ia pernah bersujud dan mencium lantai arena NBA milik Sacramento Kings, tempat yang pernah dipijak legenda dunia seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.


Dokumentasi Coach Liem Indra saat DBL Indonesia All-Star 2013 di Amerika Serikat (sumber: dokumentasi pribadi)

Tahun demi tahun berlalu, takdir sempat membawanya menjauh dari lapangan akibat cedera parah pada 2015 serta urusan akademis. Namun, panggung DBL rupanya punya gravitasi sendiri. 

Pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North, sosoknya kembali hadir dari pinggir lapangan Sahabat Arena Semarang. 

Bukan lagi sebagai pencetak angka, melainkan sebagai Kepala Pelatih SMA Kolese Loyola Semarang.

Baca Juga: Leonardo & Steven Nuburai, Adik-kakak Asal Jayapura di Skuad Satya Wacana

Kembali ke panggung DBL Central Java-North setelah 13 tahun, serta debut perdananya sebagai pelatih kepala tim SMA, tentu menghadirkan perasaan emosional luar biasa.

"Pasti senang dan rasanya nostalgia banget melihat anak-anak muda sekarang. Semangatnya luar biasa. Dan yang paling tidak berubah dari dulu sampai sekarang adalah suporternya yang selalu ramai dan luar biasa," kenang Coach Indra tersenyum.

Coach Indra resmi dipercaya menangani tim putra Loyola pada Oktober 2025, tepat setelah gelaran DBL Central Java-North musim lalu usai. 

Berbekal waktu persiapan hampir satu tahun, fokus utamanya bukan sekadar urusan strategi, melainkan aspek mendasar yang kerap dilupakan, seperti skill individu dan mentalitas bertanding.

Bagi Coach Indra, mental anak-anak zaman sekarang kerap hal yang sulit untuk ditangani "Anak-anak sekarang itu mindset-nya suka terbalik. Kalau ketemu tim gede, ketakutan duluan sebelum tanding. Waktu drawing kemarin ketemu Karangturi saja mereka sempat down. Di situ saya marah, saya gembleng mental mereka," tegasnya.

Untuk mendobrak rasa takut anak-asuhnya, Coach Indra bahkan tak segan ikut "berdarah-darah" turun langsung ke lapangan saat sesi latihan.

"Saya kan masih suka bermain di kompetisi lokal. Jadi saat latihan, waktu game, saya ikut main hustle. Saya ikut melompat, adu body beneran. Supaya mereka paham kalau di basket itu kontak fisik hal yang biasa. Saya bagikan pengalaman dan skill individu supaya mereka berani," jelasnya.

Hal itu terbukti membuahkan hasil berharga di DBL Central Java-North musim ini. Meski langkah Loyola harus terhenti di fase grup usai takluk dari SMA Karangturi Semarang, progres yang ditunjukkan begitu signifikan.

Baca Juga: Setelah Enam Musim Berkelana, Coach Arief Akhirnya ‘Pulang’ ke Theresiana

Sebagai pembanding, musim lalu mereka takluk 20-66 atas Karangturi. Namun musim ini, Loyola mampu memberikan perlawanan sengit dan hanya kalah dengan skor ketat 23-36.

"Sudah puas banget karena progres anak-anak kelihatan. Padahal materi pemain kami 11 orang sama persis seperti tahun lalu, hanya beda satu orang saja. Anak-anak sendiri pas briefing bilang, bahwa mereka sekarang jadi jauh lebih berani dan pede," tutur Coach Indra, bangga.

Sedangkan pada laga berikutnya, mereka berhasil menang meyakinkan atas SMA YSKI dengan skor 50-21. Meski tanpa hadirnya salah satu pemain mereka, Marciello Adrian Jaya, akibat cedera yang dialami saat bersua Karangturi di laga sebelumnya.


Sederet tulisan yang tercantum di sepatu para pemain SMA Kolese Loyola Semarang

Musim depan, Loyola harus berpisah dengan enam pemain kelas XII. Meski begitu, Coach Indra sudah menatap musim depan dengan optimisme tinggi. 

Fondasi mental yang telah terbangun musim ini bakal menjadi modal berharga bagi barisan pemain kelas X dan XI yang dinilainya cukup potensial.

Reuni 13 tahun ini mungkin belum menghadirkan trofi juara bagi SMA Kolese Loyola Semarang. Namun di tangan dingin sang alumni DBL Indonesia All-Star itu, benih keberanian dan mental juara itu kini telah resmi ditanamkan kembali.

Baca Juga: Beda Peran, Beda Almamater, Coach Nur Rosyidah Kini Debut Bersama Kanisius Kudus

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Sang Kapten yang Tenang Menerjang Badai
Hasil DBL D.I Yogyakarta: Seluruh Tiket Menuju Playoffs Telah Diamankan!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Senin, 5 Oktober 2026
Resmi Bergulir! Ini Hasil Drawing DBL East Java Championship 2026
Atlet Senam Ritmik Berprestasi Ikut Unjuk Gigi di AQUA DBL Dance 2026