Ada perasaan emosional yang sulit untuk dijelaskan bagi Nur Rosyidah Ningrum saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Sahabat Arena Semarang pada laga perdana Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North, Minggu, 4 Oktober 2026.
Mata dari sosok yang akrab disapa Coach Rosyi itu sempat berkaca-kaca. Memori masa lalu mendadak melintas cepat di kepalanya, perihal momen saat ia masih menjadi sosok yang berjuang di lapangan bersama rekan setimnya dan mencatatkan namanya dalam sejarah.
Panggung DBL jelas bukan arena asing bagi Rosyi. Saat masih membela SMA Warga Surakarta, rekam jejaknya terukir amat manis. Ia meraih trofi juara 3X3 pada 2018, menjadi runner-up DBL Central Java 2019, hingga akhirnya merengkuh predikat Champion DBL Central Java 2021.
Tak hanya itu, penampilannya yang memukau membawanya terpilih masuk dalam DBL Indonesia First Team 2019 Central Java dan melangkah ke panggung DBL Camp hingga berhasil menembus Top 50 Campers.

Nur Rosyidah (tengah membawa plakat akrilik) bersama skuad SMA Warga Surakarta di DBL Central Java 2019
Namun, pada Minggu, 4 Oktober 2026, Rosyi kembali ke panggung megah ini dengan tanggung jawab yang berbeda.
Tak ada lagi jersei pemain yang melekat di badannya. Kini, ia berdiri di pinggir lapangan sebagai kepala pelatih tim putri SMA Kanisius Kudus.
Jalan Rosyi menuju dunia kepelatihan sebenarnya lahir dari takdir yang tak disangka-sangka. Pada 2022, usai niatnya mendaftar pendidikan kepolisian tidak terwujud karena batasan usia, ia memutuskan untuk mencurahkan seluruh passion-nya ke dunia pelatih basket.
Sejak saat itu, Rosyi membina berbagai jenjang usia, mulai dari level SD hingga SMP. Sejak 2024, ia mulai memegang komando tim SMA Kanisius Kudus.
Baca Juga: Coach Tirza Bawa Nusaputera Redam Kekalahan Beruntun & Sejarah Playoffs Pedana!
Ketika tim asuhannya yang kerap mendominasi kompetisi lokal di Kudus membutuhkan ujian yang lebih tinggi, DBL menjadi tujuan utamanya.
"Di Kudus mereka sering juara, tapi saya pengen mereka dapat jam terbang yang lebih tinggi di luar. Jangan cuma merasa jago di daerah sendiri. Biar mereka tahu kalau di luar sana masih banyak tantangan dan persaingan yang lebih ketat," ungkap Rosyi.
Namun, beralih dari pemain menjadi pelatih menghadirkan dinamika tersendiri bagi wanita yang juga pernah merintih dari pinggir lapangan ini.
"Perbedaannya signifikan sekali. Kalau jadi pelatih itu melihat anak-anak main kadang gemes sendiri. Ada jiwa kompetitif yang pengen ikut turun ke lapangan, tapi harus kita tahan dan ganti dengan cara membimbing mereka," tuturnya sembari tersenyum.
-1.jpg)
Potret Nur Royidah (dua dari kanan) saat menyanyikan lagu Indonesia Raya jelang pertandingan
Laga perdana SMA Kanisius Kudus di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North melukiskan drama tersendiri.
Menghadapi SMAN 2 Pemalang, tim debutan asal Kudus ini sempat kerap merasa grogi akibat atmosfer pertandingan yang Sahabat Arena Semarang yang cukup dipadati penonton.
Ketertinggalan poin di paruh pertama sempat membuat Kanisius Kudus panik. Di momen krusial inilah Rosyi memanggil kembali memori lamanya saat masih bermain bersama Warga.
Momen di mana timnya pernah tertinggal hingga 20 poin di babak final, namun berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga keluar sebagai juara DBL Central Java 2021.
Semangat pantang menyerah itu disuntikkan Rosyi kepada anak-anak asuhnya. Perlahan tapi pasti, permainan Kanisius Kudus mulai mencair. Mereka memangkas jarak poin demi poin, sekalipun harus ditutup dengan kekalahan tipis 17-13.
"Saya tidak mau memberikan beban target berlebihan kepada anak-anak. Yang terpenting mereka tidak cepat berpuas diri dan mau belajar dari setiap kekurangan. Untuk laga berikutnya, fokus kami adalah merapatkan defense. Kalau defense kita bagus dan kokoh, permainan akan tetap imbang," tegasnya.
Bicara soal DBL dan peran barunya, Coach Rosyi pun menyimpan target untuk dirinya pribadi. Ia ingin bisa kembali ke DBL Camp sebagai pelatih.
Baca Juga: Leonardo & Steven Nuburai, Adik-kakak Asal Jayapura di Skuad Satya Wacana
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)