Lewat DBL, Geo Belajar Jadi Lebih Dewasa dan Percaya Diri

| Penulis : 

Geoffrey Tan, salah satu anggota tim putra SMA Olifant Yogyakarta, memamerkan permainan yang luar biasa pada musim ini.

Ketika Olifant menang 111-7 melawan SMAN 1 Bantul di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta, Geo -sapaan akrabnya, berhasil mengumpulkan 14 poin, 4 rebound, 2 assist, dan 4 steal dengan akurasi tembakan 95 persen hanya dalam 15 menit waktu bermain!

Tidak berhenti sampai situ, ketika Olifant berhadapan dengan SMAN 4 Yogyakarta di Fantastic Four, performanya kembali menjadi andalan tim. Geo mencatat 13 poin dan 4 rebound. 

Perolehan poin itu merupakan yang terbanyak di antara seluruh pemain Olifant. Mereka pun berhasil meluncur kembali ke Final Party setelah menang dengan skor akhir 49-38. 

Kini menduduki bangku kelas XII, Geo telah menunjukkan perkembangan yang sangat impresif dalam permainannya. Sebab, pada musim lalu, ia hanya mampu mengumpulkan total 3 poin, 4 rebound, dan 4 assist dalam total 5 pertandingan.

“Kontribusiku untuk tim memang baru mulai kelihatan tahun ini. Sebelumnya aku masih kurang percaya diri untuk bermain dengan lepas,” sebut Geo.

Baca Juga: Balas Kekalahan Musim Lalu, Putri Budi Utama Jadi Juara Junior DBL 2026 Jogja!

Geo bisa dikatakan cukup “terlambat” dalam mengenal olahraga bola basket. Ia baru bermain mulai kelas VIII SMP, berbeda dengan teman-temannya yang sudah menguasai basket jauh lebih lama.

Karena itu, dulunya Geo sering membandingkan tingkat kemampuannya dengan orang lain yang sudah memiliki lebih banyak pengalaman darinya. “Hal itu akhirnya cukup memengaruhi mentalku saat bermain,” tambahnya.

Pemain bertinggi badan 182 cm itu pun tidak langsung mendapatkan kesempatan untuk membela Olifant sejak tahun pertamanya. 

Saat itu, Geo sebenarnya diarahkan untuk bermain di AZA 3X3 Competition 2024 D.I Yogyakarta. Namun, peluang itu akhirnya tidak dapat diwujudkan karena Olifant masih belum mendapatkan posisi untuk bermain di ajang tersebut.

Nama Geo akhirnya masuk dalam roster utama Olifant saat ia menduduki bangku kelas XI. Melihat kompetisi yang berjalan di sekitarnya, Geo semakin merasa minder dengan kemampuannya pada saat itu.

“Kadang juga habis melakukan kesalahan saat pertandingan atau latihan, aku juga masih suka kepikiran dan takut melakukan kesalahan yang sama lagi. Jadi malah takut buat ngapa-ngapain,” cerita Geo.

Geoffrey Tan melakukan layup untuk SMA Olifant Yogyakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta

Geo dan Olifant pun akhirnya harus berpuas dengan gelar Runner Up di gelaran musim lalu. Kini menjalani tahun terakhirnya di SMA, Geo akhirnya memutuskan untuk berubah dan mengatasi kelemahannya.

Berbagai upaya telah ia lakukan dengan sungguh-sungguh untuk mengasah kemampuannya menjadi lebih tajam. “Aku mulai lebih banyak latihan, nge-gym, dan lebih terbuka menerima masukan, karena aku sadar itu yang paling menghancurkan rasa percaya diriku,” ungkap Geo.

Baca Juga: Hasil DBL D.I Yogyakarta: BOSA dan Olifant Amankan Tiket Menuju Final!

Bersama Olifant, Geo telah menjalani latihan intensif selama 3 bulan menjelang pelaksanaan DBL D.I Yogyakarta 2026. Itu biasanya bisa dilakukan hingga lima kali dalam seminggu. 

Musim ini, Olifant lebih berfokus membangun kekompakan tim. Sebab, menurut sang pelatih, itu merupakan hal yang perlu ditingkatkan lagi dari musim lalu.

“Pada hari-hari yang tidak ada latihan kita gunakan untuk nge-gym atau video session bersama tim untuk mengevaluasi play-play yang kami miliki,” tegas Geo.

Bagaimanapun, mengubah mindset pun bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan secara instan. Geo harus banyak belajar untuk menerima bahwa perkembangan setiap orang itu berbeda-beda.

Ia pun telah menyadari bahwa ia tidak harus langsung sehebat pemain lain agar bisa memberi kontribusi untuk tim.

“Jadi aku mencoba fokus ke hal-hal yang memang bisa aku kontrol. Pelan-pelan dari situ rasa percaya diriku mulai terbentuk dan aku jadi lebih berani,” kata Geo.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Geo mendapatkan kepercayaan untuk menjadi salah satu mesin pencetak skor Olifant pada musim ini. Menit bermainnya pun meningkat drastis. Dari musim lalu yang hanya sekitar 9 menit per gim, kini ia bermain selama 17 menit per gim.

Kini, misi Geo di DBL D.I Yogyakarta 2026 cukup sederhana: memenangi semua pertandingan yang ia hadapi. Ia ingin mengerahkan seluruh kekuatannya dalam kesempatan terakhirnya membela Olifant ini.

Geoffrey Tan bersama SMA Olifant Yogyakarta setelah memenangi pertandingan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta

“Kami ingin mengubah sejarah dan jadi juara. Aku cuma pengin menang. Itu sudah jadi mimpiku sejak sejak pertama kali kenal basket,” ucap Geo.

Dengan demikian, panggung DBL telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan Geo sebagai student-athlete. Menurutnya, DBL bukan hanya tentang basket, tetapi juga tentang kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan tentunya, percaya dengan diri sendiri.

“Semua itu bakal sangat sangat berguna buat masa depanku, jadi aku bersyukur banget bisa punya kesempatan pengalaman ini lewat DBL,” tutur Geo.

Terus berjuang untuk memaksimalkan potensi dan menjadi versi terbaik dari dirimu, Geo!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca Juga: Latihan Dianggap seperti Tanding, Dzulfa Akhirnya Bersinar Terang di DBL!

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Hasil DBL Central Java-North: Semesta dan Tritunggal Warna Baru Final Musim Ini
Resmi! Inilah Best Five AQUA DBL Dance 2026 Central Java-North
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026
7 Tahun Menunggu, Smabul Boys Akhirnya Menjemput Mimpi di DBL Arena
Hasil DBL East Java Championship: Sinlui dan Sketsa Jalani Laga Sengit!