Sosok Kadek Pratita Citta Dewi tampak mengisi jajaran bench SMP Al-Izhar Jakarta saat menghadapi SMP Raffles Christian School Jakarta di Junior DBL 2026 Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kehadiran Titta, sapaan akrabnya, kali ini membawa peran yang berbeda. Jika dahulu ia berjuang di lapangan sebagai pemain, kini ia mendampingi para student-athlete muda yang sedang meniti perjalanan mereka di dunia basket.
Menariknya, Titta bukanlah sosok baru dalam ekosistem DBL. Sekitar 15 tahun lalu, ia pernah memperkuat SMAN 1 Denpasar di DBL Bali dan berhasil menyandang predikat DBL Indonesia All-Star 2011.
Kembali ke lingkungan yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya tentu menghadirkan pengalaman tersendiri bagi Titta. Terlebih, Junior DBL 2026 Jakarta menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan kompetisi basket di tingkat sekolah menengah pertama dari sisi ofisial.
“Jujur, ini pertama kalinya saya ada di Junior DBL, ternyata seru juga. Saya jadi tahu perasaan melihat game anak-anak di umur sekolah menengah pertama. Euforianya terasa sekali gitu, deg-degan juga,” ungkapnya.
Baca Juga: Choky Sitohang Soroti Peran DBL dalam Membuka Ruang Positif Bagi Student-athlete
Melihat kembali ke belakang, ia tak menampik bahwa perjalanannya bersama DBL memiliki pengaruh penting dalam kehidupannya di lapangan sekaligus menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Titta yang kemudian melanjutkan kariernya sebagai atlet profesional.
“Semenjak mendapatkan kesempatan di DBL, karier basket saya lumayan padat ya. Saya sempat mengikuti SEA Games dan perlombaan lainnya. Sampai saat ini, saya juga mendapatkan kesempatan untuk melatih basket,” ungkapnya.
Bagi Titta, kesempatan menjadi DBL All-Star bukan sekadar pencapaian pribadi. Pengalaman tersebut membuka ruang baginya untuk mengenal perkembangan basket di luar Indonesia sekaligus mempelajari hal-hal baru yang turut membentuk perjalanan kariernya.
“Tentunya saya belajar banyak lewat pengalaman ini. Di sana saya banyak sekali mendapatkan kesempatan yang tidak pernah saya rasakan di Indonesia, terutama dari how to play-nya dan tahu bagaimana fasilitas bermain basket di sana,” tuturnya.
Baca Juga: Penjualan Tiket Terusan DBL Jakarta Championship 2026 Dibuka, Berikut Detailnya!
Pengalamannya bersama DBL pun tidak berhenti setelah ia tak lagi berkompetisi sebagai pemain. Pada Kopi Good Day DBL Camp 2024, Titta turut mengambil peran sebagai interpreter. Kini, ia kembali terlibat dalam ekosistem DBL dengan mendampingi pemain-pemain muda di Junior DBL 2026 Jakarta.
Meski SMP Al-Izhar Jakarta belum berhasil meraih kemenangan saat menghadapi SMP Raffles Christian School Jakarta dengan skor akhir 32-19, Titta tetap menaruh harapan besar bagi para pemain yang didampinginya. Baginya, perjalanan mereka masih panjang dan kesempatan untuk terus berkembang tetap terbuka.
“Saya tetap berharap semoga mereka konsisten dan semakin baik,” tutupnya.
Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil Ofisial ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)