Ada rasa takut yang masih dibawa Gde Arkana Bhyantara Damar Ananta ketika kembali bermain basket setelah mengalami patah tulang tangan kiri. Cedera yang dialaminya saat mengikuti kompetisi basket tahun lalu itu membuatnya harus menjalani operasi dan pemulihan selama hampir 6 bulan. Namun, keinginannya untuk bermain di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali tak lantas hilang.

“Agak takut sih buat kembali bertanding, cuma masa harus menyia-nyiakan peluang,” kata Arkana.

Student-athlete kelas XI itu mengalami patah tulang setelah terjatuh saat bertanding. Selama masa pemulihan, ia menjalani latihan penguatan dan fisioterapi sebelum akhirnya kembali ke lapangan.

“Selama enam bulan itu aku melakukan penguatan sama fisio,” ujarnya.

Namun, pulih dari cedera bukan berarti kondisinya sudah sepenuhnya kembali seperti semula. Saat DBL Bali berlangsung, pen di tangan kirinya masih terpasang. Rasa nyeri terkadang muncul, terutama ketika ia kelelahan, dan kondisi tersebut juga mengganggu aktivitasnya saat bermain basket.

“Terganggu banget,” katanya.

Baca Juga: Hasil DBL Bali: Putra Smasta Menang Dramatis Lewat Comeback!

Arkana mengetahui bahwa bermain sebelum pen tersebut dicabut memiliki risiko. Dokternya pun sudah mengetahui keputusannya untuk kembali bermain dan mengingatkannya agar berhati-hati. Pen itu sendiri baru direncanakan untuk dicabut tahun depan.

“Sebenernya nggak disarankan untuk main sampai pennya dicabut, cuman aku nggak bisa. Pokoknya gas terus,” ungkapnya.

Ada keinginan yang membuat Arkana tetap ingin mengambil kesempatan tersebut. Baginya, DBL bukan sekadar kompetisi, tetapi juga pengalaman yang sudah lama ingin ia rasakan bersama sekolahnya.

“Pengen mengharumkan nama sekolah aja sih. Sama cari jam terbang dan pengen ngerasain gimana sih rasanya main di DBL,” tuturnya.

Aksi Gde Arkana Bhyantara Damar Ananta saat membela SMAN 1 Kuta Utara berlaga menghadapi SMA Dwijendra Denpasar di DBL Bali 2026

Keputusan itu tentu membuat keluarganya khawatir. Sang papa dan mama selalu mendukung perjalanan Arkana di basket, tetapi cedera yang dialaminya membawa kecemasan tersendiri bagi mereka.

“Papa khawatir banget,” cerita Arkana.

Ia pun masih mengingat bagaimana dirinya berusaha terlihat tenang di hadapan sang mama meski sedang menahan sakit. Ia tak ingin membuat ibunya semakin panik.

“Setelah jatuh itu aku langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu itu rasanya sakit sebenarnya, cuma biar mama nggak panik jadi bawa kalem aja,” ungkapnya.

Kekhawatiran itu berjalan beriringan dengan dukungan yang terus diberikan kedua orang tuanya. Arkana merasa senang ketika mereka bisa hadir langsung untuk menyaksikan pertandingan, termasuk saat dirinya menjalani debut di DBL Bali.

“Senang sih bisa di-support sama papa mama,” katanya.

Bagi Arkana, kehadiran sang papa di arena punya arti tersendiri. Ayahnya bukan hanya orang yang mendukung dari pinggir lapangan, tetapi juga sosok yang pertama kali mengenalkannya pada basket. Sang papa pernah menjadi pemain basket dan mewakili Buleleng di ajang PORDA.

Baca Juga: Punya Kode Rahasia, Si Kembar Kian dan Kenaan Andalkan Chemistry

Saat Arkana masih SMP, papanya mengajaknya mengikuti ekstrakurikuler basket. Dari sana, ia mulai menekuni olahraga yang kini membawanya ke DBL. Hubungan mereka pun berlanjut hingga urusan evaluasi permainan. Seusai bertanding, Arkana hampir selalu mendapat masukan dari sang papa.

“Pasti, apalagi setelah match selalu dikasih masukan sama papa,” ujar Arkana.

Masukan itu kembali ia terima setelah pertandingan pertamanya di DBL Bali. Bersama SMAN 1 Kuta Utara, Arkana menghadapi SMA Dwijendra Denpasar dan membantu timnya menang dengan skor 28-19. Ia mencatatkan 14 poin dan 4 rebound, jumlah yang bahkan tak sepenuhnya ia sadari ketika pertandingan berlangsung.

“Gak nyangka sih bisa nge-poin segitu dan gak ngerasa ternyata poinku udah segitu. Isi drama technical foul lagi, hahaha,” ceritanya.

Di balik penampilan tersebut, ada hal yang masih perlu ia benahi. Sang papa menilai permainan Arkana sudah bagus, tetapi emosinya perlu lebih dikendalikan.

“Papa bilang mainnya sudah bagus, cuman emosinya perlu dikontrol,” kata Arkana.

Bagi Arkana, debut di DBL menjadi salah satu langkah dalam perjalanan basketnya. Cedera yang membuatnya menepi hampir enam bulan memang belum sepenuhnya menjadi cerita masa lalu. Namun, kesempatan yang telah lama ia tunggu kini sudah ia rasakan, bersama tim yang ingin ia bawa meraih hasil terbaik.

Baca Juga: Tren Anak Muda dan Kisah Mistis Warnai AQUA DBL Dance 2026 Bali!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Selamat! Ini Daftar Best Three AQUA DBL Dance 2026 Riau
DBL Super Teacher: Dede Rahmat Hidupkan Seni dan Kreativitas di Biak
Suka Makan Sereal? Ini Manfaat Positif yang Bisa Kalian Dapat
Swaxellent Menyala di Arena dengan Kostum Neon
Siti Nilan Maharani Buka Musim Perdana dengan Raih MVP DBL Lampung 2025