Ada ikatan batin yang begitu kuat antara DBL dengan figur-figur yang pernah membesarkan namanya. Kompetisi ini seolah memiliki daya tarik yang membuat siapapun yang pernah mencicipinya selalu rindu untuk kembali. 

Hal inilah yang tergambar jelas dari perjalanan Tesalonika Kembuan, sosok yang kini meniti babak baru sebagai jajaran pelatih di Manado Independent School (MIS).

Bagi penikmat setia DBL North Sulawesi, nama Tesalonika tentu bukan sosok yang asing. Jauh sebelum duduk di bangku cadangan dan ikut memberikan instruksi, ia merupakan salah satu ikon pemain paling disegani di eranya.

Kisah manis Tesa bersama DBL bermula pada musim 2014 dan 2015 ketika ia masih berstatus sebagai siswi sekaligus pemain andalan MIS. 

Pada musim pertamanya di tahun 2014, ia langsung menggebrak dengan terpilih sebagai anggota First Team Sulawesi Utara dan melangkah hingga jajaran Top 50 Campers di DBL Camp.

Tak cepat puas, ia melakukan comeback gemilang pada 2015. Di musim keduanya itu, Tesa bukan hanya sukses membawa sekolahnya merengkuh takhta juara DBL North Sulawesi, tetapi juga menembus skuad DBL Indonesia All-Star 2015 dan berkesempatan terbang ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Reuni Dramatis Coach Gregoryo Terok, Bawa Losnito Revans atas ‘Mantan’ Tim

Di balik kesuksesan besar tersebut, tersimpan cerita perjuangan yang luar biasa. Siapa sangka, di hari kedua DBL Camp kala itu, Tesa mengalami cedera engkel parah hingga kakinya membengkak. 

Namun, tekad baja untuk menembus Amerika membuatnya memilih bungkam dari sorotan media luar dan terus melanjutkan seluruh rangkaian latihan dengan menahan rasa sakit.

"Happy banget tentunya, pastinya happy banget. Tapi sebenarnya enggak menyangka karena waktu itu sempat cedera di DBL Camp, tapi tetap maksa untuk ikut latihan, fighting, enggak mau nyerah karena pengen banget ke Amerika," kenang Tesa.

Setelah menamatkan masa SMA dan sempat merantau berkuliah di Salatiga, takdir seolah tak pernah benar-benar menjauhkan Tesa dari ekosistem DBL. 

Dua musim ke belakang (2024-2025), suaranya kerap terdengar di video tayangan YouTube DBL Play. Yap, tatkala ia dipercaya bertugas sebagai komentator live streaming pertandingan DBL North Sulawesi.


Sederet dokumentasi Tesalonika Kembuan bersama DBL

Meski sudah menikmati perannya sebagai komentator, namun naluri untuk kembali ke lapangan rupanya lebih besar. 

Ketika tawaran untuk kembali ke almamaternya, sebagai bagian dari coaching staff datang tahun ini, ia tanpa ragu mengambil kesempatan tersebut.

"Kebetulan tahun ini dapat tawaran untuk jadi salah satu coaching staff di mantan sekolahku tentunya di MIS. Dan ya, karena pengen terjun balik lagi ke DBL, ya saya ambil penawarannya. Ingin berkontribusi kembali ke sekolah," ujar Tesa.

Ia mengakui, atmosfer kompetitif, rasa deg-degan, hingga fighting spirit dari pinggir lapangan adalah hal yang paling ia rindukan selama vakum sebagai pemain. 

Terlebih, pengalaman pahit sempat menderanya saat mengalami cedera ACL pada 2023 lalu selepas kembali ke Sulawesi Utara, yang membuatnya mantap menutup karier bermainnya dan beralih total ke jalur kepelatihan.

Baca Juga: Menilik Alasan Berkembangnya Basket Bitung Lewat Kacamata Rezky Aditya

Menjalani peran baru sebagai pelatih tentu menuntut sudut pandang yang jauh berbeda dibanding saat ia masih mengenakan jersei pemain. 

Jika dulu ia hanya memikirkan performa individu dan cara mencetak angka, kini ia harus memutar otak meracik strategi dan ikut bertanggung jawab untuk menjaga hegemoni timnya.

Melihat perkembangan pemain saat ini, Tesa memandang ada perbedaan signifikan antara generasinya dulu dengan para pemain muda di era modern.

"Kalau sekarang mungkin anak-anak lebih skillful karena sudah lahir dari akademi-akademi. Sedangkan dulu kami memang latihannya pure dari sekolah. Sekarang mereka sudah lebih matang fundamentalnya," puji Tesa.

Berbekal pengalaman segudang mulai dari pencapaian sebaga DBLi All-Star, hingga ketajaman analitis saat menjadi komentator, Tesalonika Kembuan kini siap menularkan mentalitas juara kepada anak-anak asuhnya di MIS.

Bagi Tesa, DBL bukan sekadar turnamen, melainkan sebuah siklus abadi. Dan seperti jalurnya sejauh ini, ia selalu punya cara untuk kembali pulang.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Tesalonika Kembuan bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Ayasha-Aqylla, Dua Sahabat yang Bertemu Sebagai Rival di Final DBL South Jakarta
Hasil Drawing Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Hasil DBL North Sulawesi: Sukses Revans, Losnito Pulangkan Runner-Up Musim Lalu
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Senin, 19 Oktober 2026
Hasil Junior DBL Jakarta: Jubilee Sukses Revans, Eighty Five Taklukkan Overtime!