Peta kekuatan basket pelajar di Sulawesi Utara mungkin kerap berpusat di Ibu Kota, Manado. Namun, beberapa musim belakangan, perubahan mulai terasa cukup kencang dari pesisir Timur Minahasa.
Perwakilan dari Kota Bitung, khususnya SMAN 1 Bitung (Smansa Bitung), makin menunjukkan taringnya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di ajang DBL North Sulawesi.
Langkah konsisten Smansa Bitung melaju hingga babak Fantastic Four pada musim lalu di sektor putra maupun putri menjadi bukti bahwa perwakilan Bitung juga banyak berbicara.
Di balik konsistensi dan lompatan performa tersebut, ada sosok tangan dingin yang telaten merajut iklim kompetitif tim: Rezky Sinaga, Kepala Pelatih SMAN 1 Bitung.
Di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi, SMAN 1 Bitung sudah mengantongi dua kemenangan. Terakhir, mereka berhasil menumbangkan SMAN 2 Manado dengan skor 52-7 dan melangkah ke babak Big Eight.
Bagi Coach Rezky, kebangkitan basket Bitung bukanlah sebuah kebetulan instan. Perkembangan ini lahir dari kompetisi lokal Bitung yang mulai bertumbuh dan makin kompetitif.
"Sekarang kompetisi lokal di Bitung sendiri sudah mulai hidup. Salah satunya berkat DBL juga. Sekolah yang ikut DBL dari Bitung pun bertambah. Semakin banyak sekolah di luar Manado yang berani tampil, persaingannya makin sehat. Mau tak mau, kami harus terus upgrade kualitas kalau tidak mau tertinggal."
Mengakui frekuensi turnamen resmi di Sulawesi Utara masih terbilang minim, yang memaksa timnya rutin berburu laga uji coba hingga ke Manado, Minahasa Utara, maupun Tomohon, Coach Rezky menekankan bahwa hal tersebut justru membentuk mentalitas bertanding para anak asuhnya.
Baca Juga: Charissya, Dancer SMAN 1 Bitung yang Jadi Duta Stunting dan Atlet Arung Jeram
Guna menutup celah jam terbang dengan sekolah-sekolah unggulan Manado, Smansa Bitung tak ragu untuk menaikkan level sparing.
Mereka aktif menjajal kekuatan tim-tim senior, mulai dari tim Porprov Bitung, hingga skuad mahasiswa seperti Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Melatih sekolah negeri tentu memiliki dinamika tersendiri, terutama dalam membagi fokus akademik dan porsi latihan atlet.
Namun, Coach Rezky mengapresiasi komitmen besar pihak sekolah SMAN 1 Bitung yang memberikan keleluasaan serta dukungan penuh.
Satu bulan menjelang DBL bergulir, intensitas latihan dinaikkan secara drastis hingga dua kali sehari (pagi dan sore).
Untuk pertama kalinya tahun ini, para pemain bahkan mendapatkan dispensasi khusus dari pihak sekolah agar jadwal latihan intensif tidak memutus hak belajar mereka.
"Mental dibuat dulu, bawa hati untuk haus gelar juara, dan kerja keras. Itu fondasi utama kami untuk bisa bersaing dengan sekolah-sekolah Manado," ungkap sang pelatih.
.jpg)
Potret pertandingan DBL North Sulawesi 2026 antara SMAN 2 Manado (jersei terang) kontra SMAN 1 Bitung (jersei gelap)
"Pihak sekolah sangat support. Bahkan tahun ini guru-guru dan Kepala Sekolah ikut hadir langsung ke tribun untuk memberikan dukungan."
Ada satu modal berharga yang dibawa Rezky dalam menatap musim ini, yakni pengalamannya menimba ilmu dari ajang DBL Camp 2026 lalu. Pengalaman berharga itu rupanya mengubah sudut pandang serta manajemen kepelatihannya.
Dari jajaran pelatih top yang ditemuinya di DBL Camp, Rezky memetik satu ilmu krusial yang kini ia tanamkan sebagai identitas utama Smansa Bitung soal detail defense.
"Habis dari DBL Camp, pengetahuan dan pandangan saya terhadap basket jadi berbeda. Semuanya jadi lebih terprogram," paparnya.
"Satu hal yang paling teringat dan berguna banget buat anak-anak Bitung adalah detail defense. Defense itu soal kemauan. Detail sekecil apa pun harus dimanfaatkan, itu yang saya tanamkan secara mendalam ke anak-anak musim ini."
Kini, dengan persiapan fisik yang matang, dukungan penuh pihak sekolah, serta kedalaman strategi yang makin terasah, Coach Rezky menetapkan standar tinggi untuk skuad Smansa Bitung.
Mengarungi bagan kiri kompetisi yang dihuni tim-tim tangguh seperti sang juara bertahan, SMA Eben Haezar Manado, ia memelihara optimisme tanpa ragu.
Walau sempat menelan kekalahan saat laga uji coba melawan SMA Eben Haezar Manado saat masa persiapan, evaluasi mendalam yang dilakukan pasca uji coba tersebut justru menebalkan rasa percaya dirinya untuk siap melakukan revans
"Target kami 100 persen juara. Menghadapi tim manapun, termasuk Eben Haezar, kami siap dan percaya diri karena persiapan kami jauh lebih matang," tegas Rezky menutup perbincangan.
Baca Juga: Raih 31 Poin di Laga Perdana, Josua Tjioe Ingin Juara dan Ikuti Jejak Sang Kakak
Dari sudut pesisir Bitung, Coach Rezky Sinaga dan SMAN 1 Bitung telah menegaskan pesan penting, bahwa kekuatan basket Sulawesi Utara kini bukan lagi milik satu kota semata.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)