Waktu berjalan begitu cepat bagi Josua Eliezer Tjioe Sidabutar. Sosok yang akrab disapa Tjioe ini, tak terasa sudah berada di penghujung perjalanan masa putih abu-abunya bersama skuad putra SMAN 1 Manado (Smansa Manado).
Bagi seorang student-athlete, tahun terakhir di Honda DBL with Kopi Good Day tentu menghadirkan rasa emosional yang berbeda.
Ada rasa rindu, ambisi yang meluap, hingga tekad besar untuk meninggalkan kenangan manis sebelum perjalanan di musim terakhirnya berakhir. Dan bagi Tjioe, musim ini bukan sekadar turnamen biasa, ini adalah panggung pembuktian.
Perjalanan Tjioe bersama Smansa di DBL North Sulawesi menyimpan liku-liku emosional yang panjang.
Pada musim perdananya di DBL North Sulawesi 2024, langkah Tjioe dan kawan-kawan harus terhenti pahit di babak Fantastic Four usai takluk di tangan SMA Eben Haezar Manado.
Setahun berselang, asa itu justru terhenti lebih cepat di babak Sweet Sixteen setelah disingkirkan oleh SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito).
Dua musim beruntun menelan pil pahit tentu bukan hal mudah untuk dicerna. Terlebih pada 2025 lalu, Tjioe sempat mencoba untuk menembus DBL Camp lewat program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp.
Sayang, langkahnya harus terhenti di peringkat kedelapan, hanya terpaut tipis dari batas aman lima besar yang berhak berangkat ke DBL Camp.
Baca Juga: Ketua KONI Sulut Apresiasi DBL North Sulawesi Jadi Wadah Temukan Atlet Berbakat
Namun, kegagalan demi kegagalan tersebut tidak membuatnya runtuh. Sebaliknya, hal itu justru menjadi penyemangat di tahun pamungkasnya.
Di balik ambisi besarnya, terselip inspirasi besar dari sang kakak, Jason Tjioe alumnus SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang pernah mencicipi DBL Camp 2023 setelah dinobatkan sebagai Honda Most Valuable Player (MVP) DBL North Sulawesi 2022.
"Dulu sering sekali nonton kakak DBL. Sekarang mimpinya pengen jadi MVP kayak dia (Jason Tjioe)," ucap Josua Tjioe.
.jpg)
Potret sang kakak, Jason Tjioe (paling kiri) saat dinobatkan sebagai Honda Most Valuable Player DBL North Sulawesi 2022
Tekad itu langsung dibuktikan pada laga perdana Smansa Manado musim ini. Berhadapan dengan SMA Don Bosco Bitung di GOR Politeknik Negeri Manado, Jumat, 16 Oktober 2026, Tjioe mengamuk.
Kapten sekaligus motor permainan Smansa ini sukses meruntuhkan pertahanan lawan dan membawa timnya menang telak dengan skor mencolok 107-9.
Tak tanggung-tanggung, Tjioe langsung mencatatkan statistik apik double-double dengan mengemas 31 poin dan 10 steal.
Aksinya di hari pertama ini seolah menjadi deklarasi bahwa Smansa Manado musim ini datang dengan kekuatan yang jauh berbeda.
Ditemui selepas pertandingan, Tjioe tak ragu mendedikasikan penampilan impresif beserta kemenangan perdananya kepada kedua orang tua dan Sang Pencipta.
Kunci di balik ledakan performa Tjioe dan Smansa musim ini ternyata tak diraih secara instan. Menyadari ini adalah kesempatan terakhirnya, Tjioe bersama rekan-rekannya sudah melakoni latihan intens sejak jauh-jauh hari.
"Tahun ini lebih giat lagi. Persiapannya sudah dari tiga bulan sebelumnya. Latihannya setiap hari, off-nya hanya hari Minggu," ungkap Tjioe membeberkan disiplin ketat skuad Smansa.
Meski begitu, jalan menuju singgasana musim ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Smansa terjebak di bagan yang dihuni oleh tim-tim unggulan, seperti Manado Independent School (runner-up musim lalu) dan rival mereka, SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon.
Baca Juga: Hasil Drawing DBL North Sulawesi: Petualangan Menuju Gelar Juara Dimulai!
Menanggapi peta persaingan tersebut, Tjioe tak sedikit pun gentar. Meski mengakui sempat terkejut di awal, ia menegaskan bahwa mentalitas rekan se-timnya sudah ditempa untuk menghadapi siapa pun.
"Pertama-tama sih kaget. Tapi kita fokus ke game aja. Kalau soal Losnito, kita memang sering ketemu di final event lain. Sejauh ini lebih sering kalahnya, tapi kalau nanti di DBL, pede pasti bisa menang!" tegas sang kapten.
.jpg)
Potret Josua Tjioe hendak melakoni tembakan gratis
Berkat kemenangan besar di laga pembuka, Smansa kini berhak melangkah ke babak Sweet Sixteen dan sudah ditunggu oleh SMA Dian Harapan Holland Village Manado di bagan tunggu.
Namun, Tjioe memasang target mutlak yang tidak setengah-setengah. Ia berambisi membawa pulang trofi champion dan mengamankan satu tempat Kopi Good Day First Team 2026 North Sulawesi dan beranjak ke DBL Camp 2027. “Sejauh ini 90 persen yakin bisa champion.”
Menutup perbincangan, pemain andalan Smansa ini tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengawal perjuangannya dari tribun maupun dari jauh, termasuk sang kakak yang senantiasa memantau lewat layar siaran langsung.
"Thank you buat orang tua, temen-temen, dan suporter karena sudah support kami selalu di DBL. Semoga tahun ini kami bisa juara!" pungkas Tjioe.
Baca Juga: Waktunya Dukung Jagoanmu Lewat Program Vote DBL Favorite 2026 North Sulawesi
Tahun terakhir Tjioe telah dimulai dengan ledakan 31 poin. Akankah tangan dingin sang kapten berhasil menuntaskan penasaran dan membawa pulang mahkota juara ke SMAN 1 Manado? Waktu yang akan menjawabnya!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)