Deretan wajah lama masih mendominasi daftar pemain tim putri SMA Jubilee Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship. Namun, di antara nama-nama yang sudah familier, terselip dua sosok yang mungkin belum banyak dikenal oleh para pecinta basket.
Mereka adalah Regina Cahyu Maharani (Cahyu) dan Revina Apriliyani Sri Bestari (Rere). Keduanya hadir sebagai wajah baru di tengah skuad yang sebagian besar dihuni pemain lama.
Mereka akhirnya merasakan lantai Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertandingan kontra SMA 1 PSKD Jakarta itu berujung manis dengan skor akhir 57-39.
Di balik kemenangan meyakinkan itu, Cahyu dan Rere rupanya sempat bergulat dengan rasa gugup. Wajar saja, keduanya menyadari bahwa DBL Jakarta Championship 2026 menyuguhkan persaingan yang tak main-main.
Kendati demikian, Cahyu dan Rere berusaha menepis keraguan demi memberikan penampilan terbaik. Keduanya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan debut di DBL Jakarta Championship 2026 setelah sekian lama menyimpan mimpi untuk bisa merasakan panggung tersebut bersama skuad Jubilee.
Baca Juga: Made Arkananta, dari Cedera Fibula hingga Mimpi ke Indonesia Arena
Terlebih, Cahyu sendiri telah mengerahkan pengorbanan besar untuk bisa berdiri di antara jajaran penggawa Jubilee.
“Asal aku dari Probolinggo, terus aku juga sempat pindah ke Semarang buat ikut klub di sana. Akhirnya, aku memutuskan buat ke Jubilee. Jadi, aku jauh dari orang tua,” ungkapnya.
Sejak pertama kali menekuni basket, Cahyu mengaku sudah menyimpan mimpi untuk bisa merasakan langsung atmosfer pertandingan di panggung DBL.
“Dari awal ikut basket, aku punya mimpi buat bisa ikut Timnas dan DBL. Untuk yang Timnas, kebetulan sudah tercapai karena aku terpilih ikut FIBA U18 Women’s Asia Cup di Tailan. Sekarang, waktunya wujudin mimpi aku buat main di DBL,” terangnya.
Lain halnya dengan Rere. Langkahnya di dunia basket bermula karena sosok kakak yang sudah lebih dulu menekuni basket. Bahkan, sang kakak, Reivan Dimas Saputra, sempat melantai bersama SMA Al Maruf di DBL East Jakarta selama tiga musim beruntun, tepatnya pada 2022, 2023, dan 2024.
Dari situ, Rere sempat berkeinginan mengikuti jejak sang kakak untuk menempuh pendidikan di sekolah yang sama. Namun, setelah berbagai pertimbangan, pilihannya jatuh kepada SMA Jubilee Jakarta.
“Karena lihat abang main, aku jadi pengin buat main di DBL juga. Tapi, seleksi buat jadi tim basket Jubilee tuh banyak banget. Makanya, aku bersyukur banget bisa masuk tim ini,” cerita Rere.
Baca Juga: Laga Championship Brandon Nathaniel Makin Berkesan Berkat Kehadiran Keluarga
Kesempatan bergabung dengan para pemain hebat Jubilee tentu menjadi kebangaan bagi Cahyu dan Rere. Di saat yang sama, mereka juga berada di bawah bayang-bayang tekanan dengan status Jubilee sebagai juara bertahan North Jakarta, serta konsisten melangkah ke Final DBL Jakarta.
“Aku takut ngecewain coach dan tim juga karena sudah dipercaya,” ucap Rere.
Tak ada kata mundur. Kini, Cahyu dan Rere tengah mempersiapkan diri untuk menjemput mimpi mereka berikutnya, yakni kembali mengamankan tempat di Indonesia Arena.
“Pastinya, aku mau kasih yang terbaik buat semua orang, terutama orang tua dan tim. Karena balik lagi, mimpi aku juga bisa juara bareng Jubilee di Indonesia Arena,” tutup Cahyu.
DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)