SMAN  17 Makassar sudah mulai membangun kerangka tim menjelang musim baru Honda DBL South Sulawesi Series. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus mereka selesaikan agar lebih kompetitif musim ini.

Jubels--sebutannya belum bisa melangkah jauh pada musim lalu. Langkahnya terhenti di fase 32 besar seusai mengakui keunggulan SMA Zion Makassar.

“Saya sudah mempersiapkan sistem team work. Kami juga menggelar satu kali uji tanding setiap minggu. Fokus kami ketika latihan adalah menguatkan chemistry para pemain," jelas Hafidz Muhtar, pelatih Jubels.

Coach Hafidz telah meracik formula khusus untuk merekatkan chemistry antarpemain. Selain menambah kesempatan bermain, ia juga mengajak pasukannya pergi ke pantai.

"Dari hasil tanding kemarin terungkap bahwa chemistry anak-anak belum kuat. Kami masih butuh penguatan lagi terutama untuk pemain pengganti dan tim utama. Caranya, saya ajak anak-anak untuk berkumpul saat weekend. Kami juga pergi ke pantai setiap Minggu," imbuhnya.

Coach Hafidz menegaskan bahwa chemistry adalah faktor yang perlu diperhatikan. Baginya, chemistry adalah faktor yang penting dan vital. "Kalau tim tak punya chemistry, jangan harap mereka bakal bisa bekerja sama secara baik," tuturnya.(*)

Yuk beli kaus 'DBL Region' dari Mainbasket untuk Bersatu Saling Bantu Penanganan COVID-19. Selengkapnya klik banner di bawah ini.


Populer

NPD Tampil di DBL Festival, Niky Putra: Ini Wadah Terbaik Anak Muda Indonesia
Rekap DBL Festival 2026 Day 3: Vierratale Ajak Penonton Nostalgia Lagu Lama
From Delulu to Solulu! Curhatan Iseng Sean Jason di Second Accout Jadi Kenyataan
Hasil Semifinal Kopi Good Day 3X3 Junior Competition, Siapa Melangkah ke Final?
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio