Vanessa Caitlin, alumnus SMA Frateran Surabaya yang akan berkuliah di Universitas Surabaya ini bercerita bahwa kegemilangannya di Honda DBL tak lepas dari sosok pelatihnya, Coach Yunita. Mantan pemain Surabaya Fever inilah yang memoles Vanessa hingga seperti sekarang.

"Kalau dari sebelum SMA, banyak sih. Cuman waktu SMA ini, Ce Cam (sapaan akrab Coach Yunita, red) ini yang paling besar jasanya buat karir basketku," ujar Vanessa.

Ia lantas bercerita bahwa latihan bersama Ce Cam tidak melulu tentang fisik dan fundamental. Kedisiplinan jadi hal yang tidak boleh diganggu gugat.

Salah satu aturan yang ada di tim basket Frateran adalah jika ada satu pemain yang telat atau tidak hadir latihan tanpa ijin, satu tim akan mendapatkan hukuman.

"Hukumannya biasanya sprintline setelah latihan. Nah, Hal ini yang bikin aku dan tim terbiasa buat disiplin. Dan kebawa sampai sekarang," Tambah Mahasiswi Ubaya tersebut.

Untuk latihan sehari-harinya, Vanessa menceritakan bahwa shooting dan lay up adalah menu utama yang tidak bisa diganggu gugat.

Tak tanggung-tanggung, dalam sehari, ia dan timnya wajib melakukan 10 kali lay up sukses dalam satu menit. Dan wajib diulang jika gagal.

Untuk shooting, tiap pemain wajib melakukan shooting hingga 300 kali yang terdiri dalam beberapa spot. Jumlah ini belum termasuk dengan latihan finishing lain, seperti layup dan under ring.

Hal inilah yang membuat Vanessa sangat tajam saat berada di lapangan. Tak hanya dua kali menjadi campers Honda DBL Camp, Vanessa juga mengoleksi total  53 poin, 23 rebound, 10 assist, 4 block, dan 12 steal dari enam laga yang ia lalui.

"Rasanya bangga dan seneng banget pernah dilatih sama Ce Cam. Ada satu kalimat dari Ce Cam yang selalu ada di pikiranku. Yaitu jangan pernah puas dan terus latih bakatmu. Ini yang selalu memotivasiku biar selalu semangat untuk meraih mimpi," tutupnya. (*)

Populer

DBL Super Teacher: Hanny Kurniawan Seimbangkan Logika dan Kreativitas
DBL Super Teacher: Afifah dan Misi Hidupkan Bahasa Inggris lewat Karya Sastra
Daftar Tim Prioritas Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Banten
Masih Gagal Move On, Arkan Baktir Terus Membayangkan Indonesia Arena
Mimpi Final DBL Jakarta yang Menyimpan Makna Lain bagi Joshua Exaudi