Kegagalan SMA WR Supratman 1 menembus final di Honda DBL North Sumatera Series 2019 membuat Ritchie Edward terlecut. Ritchie belum pernah mencicipi titel juara seri Sumatera Utara (Sumut) selama dua musim membela WR Supratman.

Kegagalan pada dua musim beruntun membuat Ritchie memasang target tinggi pada musim anyar Honda DBL seri Sumut. Apalagi ini adalah tahun terakhirnya bersama WR Supratman.

"Kesiapan pemain menjadi catatan buat kami. Terutama dari segi fisik. Kami harus lebih matang untuk bersaing dengan tim lainnya," ujarnya.

Harus diakui pandemi coronavirus ini cukup membuat persiapan timnya terhambat. Selama beberapa bulan terakhir mereka hanya bisa berlatih di rumah.

Meski begitu, Ritchie sangat antusias menyambut musim baru. Ia mengaku sudah tak sabar bermain di Honda DBL seri Sumut. "Semua pasti mau main di Honda DBL. Aku lebih fokus menyiapkan diri dengan melatih fisikku," ucapnya.

Sejauh ini mereka berlatih tiga hingga empat kali secara virtual. Fokus mereka adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan siap bertanding ketika kompetisi Honda DBL di mulai.

Selain berlatih virtual bersama tim, ia juga punya latihan tambahan yaitu push up dan jogging. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan massa otot serta staminanya agar tidak drop di lapangan.

Selain ingin membawa timnya juara, ia juga membidik gelar Most Valuable Player (MVP) Honda DBL seri Sumut. "Setiap orang memiliki target. Aku masih berharap bisa menjadi MVP dan juga masuk first team,” ungkapnya.(*)

Populer

Menuju FIBA U18 SEABA Qualifiers, 15 Pemain Putri Bersaing Demi Slot Timnas!
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi