Steve Ricardo, ujung tombak andalan SMA Bopkri 1 Jogjakarta bercerita bahwa musim 2019 menjadi tahun yang tak akan ia lupakan. Selain sukses memepertahankan gelar juara, chemistry timnya sangat luar biasa. Menurut Steve, tanpa chemistry yang bagus, mustahil bagi timnya untuk meraih gelar juara.

Ia menceritakan bahwa keakraban satu sama lain ini terlahir dari warung bubur kacang hijau (burjo). Warung burjo merupakan salah satu tempat nongkrong di Jogja. Kalian dapat menemuinya di hampir di setiap sudut kota.

Biasanya skuad Bosa akan mampir dulu di warung burjo setelah latihan dan sebelum mereka pulang ke rumah. Selain melepas lelah, terkadang mereka juga saling bergurau. Tak jarang juga ada yang curhat.

"Selain di burjo, lari di Bethesda juga tidak kalah ngangenin. Soalnya rame-rame. Jadi capeknya nggak kerasa," ucapnya.

Pada Honda DBL 2019 lalu ada satu momen yang tak akan pernah ia lupakan. Pada babak penyisihan grup, Bosa harus bertemu dengan rivalnya lebih awal, yakni SMA Kolese de Britto. Sang lawan juga punya ambisi untuk juara.

Atmosfer pertandingan pun semakin panas saat kedua tim saling beradu serang. Bahkan gema suara kedua supporter dan para penonton sampai terdengar hingga luar GOR.

"Waktu imenang di penyisihan grup itu rasanya seperti juara. Padahal baru penentuan playoffs. Cuma bangganya memang nggak ada obat," ungkapnya.

Ia berpesan kepada para juniornya di Bosa untuk tidak cepat berpuas diri. Pasalnya, hal itu justru akan membuat kemampuan pemain tidak berkembang optimal.

"Suasananya memang sudah beda. Tapi bukan berarti jadi alasan buat tidak all out. Harus tetap semangat dan hustle ya buat Bosa!" pinta Steve.(*)

Populer

Berikut 6 Pemain Terbaik di Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026!
Sah! Ini Kopi Good Day First Team Putri DBL Kupang 2025-2026
Coach Sani Ungkap Kriteria Penentuan di Hari Terakhir Road to DBL Camp 2026
7 Potret Suporter Kreatif yang Nribun Akhir Pekan ini di Seri Surabaya
Maggie, Capo Cantik yang Juga Jago Baca Puisi