Penyelenggaraan Honda DBL 2021-2022 dipastikan berlangsung di dua seri awal, yaitu DKI Jakarta dan Jawa Timur dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, dimulai Oktober mendatang. Soal prokes ketat ini para peserta wajib mengenakan masker selama berada di venue, kecuali pemain yang sedang bertanding dan tim dance yang sedang tampil di lapangan.

Selain itu, peserta juga harus sudah mendapat dua dosis vaksin dan wajib menjalani tes Covid-19 dengan metode swab PCR. Mengenai tes PCR ini nantinya peserta akan dijadwalkan datang ke venue pertandingan H-1 sebelum pertandingan. Seluruh tes swab PCR ini akan difasilitasi oleh DBL Indonesia.

Dalam hal ini penyelenggara hanya menerima hasil tes swab PCR yang dilakukan oleh DBL Indonesia. Hasil dari tes swab PCR itu berlaku 2x24 jam sejak tes dilakukan. Apabila terlambat dari jadwal yang telah ditentukan, maka resiko keterlambatan akan ditanggung sendiri oleh peserta. Tim tersebut tidak bisa mengikuti pertandingan.

Keputusan untuk tes swab PCR ini diambil setelah DBL Indonesia mendapat arahan dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat drg. Kartini Rustandi dalam rapat koordinasi teknis secara online Minggu (5/9) lalu. ”Kalau sebelumnya swab antigen, ke depan harus PCR,” pesannya.

Sebelumnya, di seri Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan yang berlangsung Februari dan Maret lalu, DBL Indonesia juga sudah menerapkan prokes ketat. Namun, pada aturan tersebut peserta hanya wajib melakukan tes swab antigen. (*)

Populer

Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Beep Test: Pengertian dan Manfaat untuk Kebugaran
Gagal di AZA 3X3 Usai Tempuh 244 Kilometer, Eqi Incar DBL Play Road to DBL Camp!
Banyak Jalan Menuju DBL Camp 2026