Menuju Honda DBL 2022 – 2023 seluruh student athlete tentu persiapakan secara optimal. Namun jelang berliga tentu tak seluruhnya memilik persiapan yang mulus. Berbagai hambatan terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

SMAN 4 Malang menjadi salah satu yang memiliki beberapa tantangan yang dirasakan timnya jelang Honda DBL 2022-2023. Rafi kapten SMAN 4 Malang menuturkan dua hambatan utama timnya. Beberapa di antaranya adalah kurangnya chemistry dan disiplin.

“Jelang tanding sebenarnya saat ini kita masih memperbaiki masalah pada tim internal. Pertama teman-teman yang kurang disiplin dalam berlatih. Kedua chemistry dan kurang komunikasi antarpemain,” jelasnya.  

Baginya dua tantangan ini yang saat ini menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera diselesaikan SMAN 4 Malang. Kapten yang baru saja debut di liga pelajar akbar ini bahkan menjadwalkan latihan tambahan dengan pelatih dari luar sekolah.

Harapannya dengan adanya pelatih tambahan, tim akan lebih disiplin dalam berlatih. Untuk meningkatkan dari segi bonding, Rafi juga memiliki tiga strategi khusus. Pertama meningkatkan komunikasi, berkumpul dan mengevaluasi antarpemain, dan memperbanyak bermain basket di luar jam latihan.

"Setelah ini kami akan perkuat komunikasi. Beberapa di antaranya berkumpul dan saling mengevaluasi atau bahkan menjadwalkan latihan bersama di luar rutinitas berlatih di sekolah," tambahnya. 

Chemistry yang sedikit goyah tak menyurutkan semangat SMAN 4 Malang jelang berlaga. Tim yang sempat gugur pada 2019 dengan perolehan 16 – 31 atas SMAN 2 Jember itu tetap optimis. Motivasinya semakin kuat berlaga dan berharap bisa bertanding di babak delapan besar nanti. (*) 

Populer

Pendaftaran 2on2 dan 3X3 Competition di DBL Festival 2026 Dibuka, Ini Syaratnya!
5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
14 Tahun Latih Buksi, Begini Cara Jap Ricky Bikin Tim Superior! Sempat Digaji...
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA