Setelah rangkaian penampilan yang cerita, lima tim terbaik akhirnya muncul dari Azarine DBL Dance Competition 2025–2026 Lampung.
Proses seleksi berlangsung ketat, dengan tiap tim membawa cerita dan karakter yang berbeda di atas panggung.
Bukan hanya soal koreografi, tetapi para juri juga melihat bagaimana ide, konsep, dan pesan mampu menyatu dalam satu penampilan utuh. Dari sana lah, lima tim ini berhasil mencuri hati dewan juri.
Selanjutnya, kelima tim terpilih bakal kembali tampil pada momen puncak Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Lampung, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Atmosfer partai final akan menjadi panggung berikutnya bagi mereka untuk unjuk kualitas.
Ini bukan sekadar penampilan ulang, melainkan peluang untuk tampil lebih matang dan meyakinkan dihadapan dewan juri.
So, lima tim ini siap membuktikan bahwa mereka layak menyandang status Best Five Azarine DBL Dance Competition Lampung.
SMA YP Unila Bandar Lampung
.jpg)
Tim dance SMA YP Unila Bandar Lampung memilih menafsirkan tema Shine Like a Star lewat Raden Ajeng Kartini.
Sosok yang kuat, mengingat Kartini hidup di era yang mengekang ruang gerak perempuan. Namun, justru dari keterbatasan itulah, cahaya pemikiran dan keberanian Kartini lahir dan menerangi banyak generasi.
Filosofi Habis Gelap Terbitlah Terang menjadi benang merah dalam penampilan ini. Awalnya, mereka menampilkan gerakan dengan nuansa terikat dan penuh tekanan, merepresentasikan belenggu akan sosial dan budaya.
Kemudian, koreografi berubahjadi lebih tegas, menandai bahwa ada transformasi menuju kebebasan dan kesetaraan.
Lewat karya ini, SMA YP Unila Bandar Lampung ingin menegaskan bahwa setiap zaman memiliki bintangnya sendiri.
Seperti Kartini yang menjadi cahaya di masanya, generasi hari ini pun memiliki kesempatan untuk bersinar dan membawa perubahan melalui keberanian serta keyakinan pada diri sendiri.
Baca Juga: Smanila Hadirkan Semangat RA Kartini, Pelita Bangsa Kagumi Sosok Britney Spears
SMA Xaverius Bandar Lampung

SMA Xaverius Bandar Lampung mengangkat kisah tentang seseorang yang pernah punya cahaya, namun perlahan meredup hingga kehilangan arah.
Saat semua terasa gelap, persahabatan hadir sebagai percikan yang menyalakan harapan kembali.
Dari situ, ia belajar bangkit dengan kekuatan dan kepercayaan diri yang ia bangun sendiri. Hingga akhirnya ia menemukan jati dirinya lagi dan kembali bersinar seperti bintang.
Baca Juga: SMAN 1 Metro Kejar Mimpi Jadi Rockstar, Xaverius Bandar Lampung Temukan Harapan!
SMA Fransiskus Bandar Lampung
![]()
Musim ini, tema Shine Like a Star menjadi benang merah dari setiap konsep yang dibawakan. Tema ini menantang setiap tim untuk tampil memukau dengan ceritanya masing-masing.
Salah satu tim yang bisa menjawab tantangan itu adalah SMA Fransiskus Bandar Lampung. Mereka mengusung konsep bertajuk “Wanna Be An Idol”, yang menggambarkan sekelompok trainee dengan mimpi yang sama, yakni menjadi seorang idola dan bersinar seperti bintang.
Dari mimpi tersebut, perjalanan mereka dimulai lewat latihan yang dijalani bersama-sama, melewati proses panjang yang menuntut disiplin dan ketahanan.
Bagi tim dance SMA Fransiskus Bandar Lampung, tema Shine Like a Star bukan sekadar slogan, melainkan representasi dari perjuangan yang mereka bangun dari awal.
Setiap latihan yang dijalani bukan hanya untuk membentuk gerakan yang solid, tetapi juga mental untuk tampil percaya diri.
Baca Juga: Fransiskus Kejar Mimpi Jadi Idol, Perintis 2 Angkat Kisah Sri Asih
SMA Pelita Bangsa

SMA Pelita Bangsa menghadirkan cerita dari sudut pandang berbeda. Penampilan mereka dibawakan melalui seorang penggemar yang bermimpi menjadi seperti superstar idolanya, Britney Spears.
Dirinya terpikat oleh musik dan energinya, sang penggemar seolah terseret masuk ke dunia konser yang penuh gemerlap dan emosi.
Lebih dari sekadar kekaguman, tarian ini juga menunjukkan nilai-nilai yang dipelajari dari perjalanan Britney. Percaya diri dan keberanian untuk bangkit dari situasi yang toxic menjadi pesan utama yang disampaikan lewat gerak dan ekspresi.
Melalui koreografi yang disajikan, SMA Pelita Bangsa mengingatkan bahwa tekanan dan lingkungan yang tidak mendukung tak seharusnya memadamkan cahaya seseorang.
SMA BPK Penabur Bandar Lampung

SMA BPK Penabur Bandar Lampung mengambil inspirasi dari legenda Pan Gu yang diterjemahkan lewat koreografi, musik, hingga elemen visual di panggung.
Cerita ini dipilih untuk mengajak generasi muda bangkit dari keterpurukan serta berani menghadapi tekanan.
Semangat kebangkitan itu juga diperkuat lewat lagu “Live It Up” yang merepresentasikan keberanian untuk bangkit dan merayakan proses perjuangan.
Konsep panggung dengan nuansa Chinese dihadirkan sebagai akar budaya Pan Gu, lengkap dengan payung sebagai properti ikonik yang melambangkan perlindungan dan keseimbangan.
Mereka juga menghadirkan naga di atas tangga jadi simbol kekuatan untuk terus melangkah maju. Kehadiran naga merepresentasikan daya Pan Gu sekaligus daya juang generasi muda untuk tampil percaya diri, sejalan dengan pesan, “We do not chase the light. We create it.”
Baca Juga: SMAN 1 Natar Bawa The Power of Shining Like a Star, BPK Penabur Angkat Pan Gu
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa