Demetrius Deric dan Misa Malam Natal di Paroki Kumetiran

| Penulis : 

Demetrius Deric Buana, student athlete asal SMA BOPKRI 1 Yogyakarta punya gereja andalan untuk merayakan ibadah malam Natal yang jatuh pada, Rabu, 24 Desember.

Adalah Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela, Kumetiran, Yogyakarta. Sejak kecil Deric selalu merayakan misa malam Natal di sana. Selain karena itu dekat dengan rumahnya, doi merasa nyaman ketika ibadah di sana.

“Gereja favorit itu, Kak. Selain itu ya Deric juga lingkungan sana juga,” ujarnya. Meski selalu merayakan ibadah di sana saat malam Natal, Deric tak pernah menjadi petugas misa Natal. Tapi, dalam lubuk hatinya ia ingin mencoba untuk sesekali tugas saat Natal.

“Dulu itu Deric sudah pernah tugas jadi persembahan waktu Paskah. Tinggal pas Natal aja nih,” ungkapnya.
Deric lantas menambahkan, “Kalau ditanya mau atau gak sih ya mau pasti. Tapi waktunya yang gak bisa karena latihan basket terus,”

Yap, biasanya memerlukan persiapan lama bagi mereka-mereka yang bertugas saat perayaan Natal. Sama seperti partisipan DBL yang juga butuh waktu lama untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke arena.

“Deric itu cuman pernah tugas waktu misa-misa biasa aja sih. Itu juga jadi yang bawa persembahan. Kalau sampai jadi misdinar sih belum pernah karena Deric ndak ikut putra altar juga,” ceritanya.

Meski belum menjadi petugas dalam misa Natal,Deric tetap senang masih bisa merayakan Natal di gereja Kumetiran.

“Deric pernah misa di Paroki Kotabaru. Itu juga dekat sama rumah. Cuman Deric lebih nyaman aja waktu di Kumetiran,” terangnya.

Ia juga bercerita perihal tradisi keluarganya saat Natal tiba.

“Pas tanggal 25 Desember itu malamnya kita christmas dinner bareng keluarga. Kalau waktu pagi ya mungkin cuman gereja sama makan-makan bersama keluarga,” tandasnya. Selamat Natal, Deric!

Profil Demetrius Deric bisa kalian cek di bawah ini.

Populer

Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Berawal dari 3X3, Siti Farwiza Bisa Jadi Campers Lewat DBL Play Road to DBL Camp
Sejarah Tercipta! Smansa Kupang Juara Tiga Tahun Beruntun DBL Kupang
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Sixteen yang Perkasa Namun Tak Jemawa