Tahun baru akhirnya tiba! Buat yang masih bingung menghabiskan waktu luang di momen ini, enggak ada salahnya menyimak cerita Liu Luis Fanderson Phiong, penggawa tim putra SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu), yang tengah pulang ke kampung halaman untuk menikmati pergantian tahun.

Cowok yang akrab disapa Son itu harus menempuh ribuan kilometer demi mengunjungi tanah kelahiran yang terletak di Sentani, Jayapura. 

Namun, lelah yang dirasakan usai perjalanan panjang itu seketika meluap begitu ia bisa melepas rindu dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Apalagi, Son juga akhirnya bisa kembali berjumpa dengan kawan-kawan lamanya. 

“Karena sampai SMP sering olahraga futsal, saya di sini bermain futsal atau mini soccer. Orang-orang yang saya kenal juga semuanya main futsal, bukan basket,” ungkap Son. 

Baca Juga: Tahun Terakhir di SMA, Louisa Antoinette Punya Siasat Jitu Membagi Waktu

Berkunjung ke wilayah paling timur Indonesia ini, belum lengkap kalau tidak menikmati keindahan alamnya.

Tak heran, pemain dengan tinggi 173 sentimeter itu sengaja menyisihkan waktu untuk kembali menyambangi salah satu destinasi favoritnya.

”Di sini, ada pantai namanya Starvia dan saya suka eksplor daerah situ, entah itu berenang, menangkap kepiting, mencari kerang, atau memancing. Seru banget lah pokoknya,” ceritanya. 

Di sela-sela momen tersebut, Son sendiri tak lupa untuk melakukan refleksi setelah menutup langkahnya bersama skuad Kosayu di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-South.

Ia menilai bahwa musim ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama kiprahnya membela Kosayu. Meski gagal mempertahankan gelar juara di DBL Malang 2025, sosok kelahiran 2008 itu tetap menyimpan banyak cerita manis dari setiap pertandingan yang dilewati.

“Saya punya tim yang saya anggap sebagai keluarga. Kita kadang menginap bareng, makan bareng habis latihan, pokoknya barengan terus. Saya juga senang bisa melawan SMA St Louis 1 Surabaya karena bisa belajar banyak hal baru,” tutur Son.

Ia kemudian menambahkan. “Pengalaman luar biasa yang kami dapatkan akan digunakan sebagai pelajaran untuk musim selanjutnya, walau saya sendiri sudah lulus.”

Baca Juga: Tentang Musim Terakhir yang Terasa Berbeda Bagi Gllen Christian

Sebagai siswa tahun terakhir, Son juga sudah mempersiapkan resolusi untuk babak kehidupan berikutnya. Siapa sangka, ia menaruh mimpi besar untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan di Negeri Sakura. 

"Saya mau les bahasa Jepang yang rajin karena rencananya mau lanjut studi di Jepang. Nanti, masih sekolah bahasa dulu setahun, baru setelah itu lanjut kuliah,” tutupnya dengan yakin.

Keren banget. Semoga mimpimu bisa terwujud ya, Son!

Sebagai informasi, DBL Malang 2025 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk anak muda, Kopi Good Day.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Daftar Makanan untuk Mempercepat Pemulihan Cedera
Debut Stigabaya dan Cerita Coach Suryo Baskoro Gairahkan Basket Anak SMK
Resmi! Inilah Tim Terakhir yang Mengisi Slot Semifinal Seri Jakarta Timur
Hati-hati! Christiena Mien Paling Pandai Mencuri Bola di DBL Banten
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa