Gagal masuk nominasi bukan akhir bagi Matthew Ivander Setiawan. Justru dari titik itu, langkahnya menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026 benar-benar dimulai.
Guard milik SMA Raffles Christian School Jakarta satu ini harus melalui jalur lain sebelum akhirnya mengamankan tempat di camp impian tersebut.
Sebelumnya, Matthew harus menelan kenyataan pahit usai gagal masuk dalam nominasi Kopi Good Day First Team maupun Second Team 2025 Jakarta. Namun, momen tersebut justru jadi titik balik dalam perjalanannya.
“Sedih pasti, tapi ya namanya nominasi pasti ada yang terpilih dan nggak,” ujar Matthew. Alih-alih terpuruk, ia justru memilih untuk mencari peluang lain.
Kesempatan itu datang lewat program Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. Program mini camp terbuka yang digelar khusus bagi student athlete Jakarta yang belum masuk jajaran First Team dan Second Team.
Dari program ini, hanya enam pemain terbaik, dengan rincian tiga pemain putra dan tiga pemain putri, yang akan mendapatkan tiket menuju DBL Camp.
Matthew pun menjadi salah satu dari sedikit nama yang berhasil memanfaatkan peluang ini. “Seneng banget bisa lolos, karena saingan di Road to DBL Camp juga bagus-bagus semua. Jadi kayak dream come true,” ungkapnya.
Keikutsertaannya dalam program ini pun bukan tanpa alasan. Matthew mengaku bahwa keinginannya datang dari dalam dirinya sendiri.
“Keinginan pribadi sih, karena aku tetap mau fight buat ikut DBL Camp walau aku tahu persaingannya tinggi,” jelasnya. Ia juga mengetahui program tersebut dari media sosial DBL.
Baca Juga: Dulu Peserta Basketball Clinic, Kini Chloe Cathleen Bakal Debut di DBL Camp
Perjalanan Matthew semakin menarik karena ia bukan satu-satunya dalam keluarga yang pernah merasakan atmosfer DBL Camp.
Sang kakak, Hosea Yedija Setiawan, alumnus SMA Jubilee Jakarta juga sempat bergabung di DBL Camp 2025. Bahkan sampai menembus Top 24 Campers.
Pengalaman sang kakak menjadi salah satu referensi berharga bagi Matthew. Ia bahkan mengaku pernah menyaksikan langsung perjalanan kakaknya di DBL Camp.
Kini, giliran Matthew yang akan menuliskan ceritanya sendiri. Dari kegagalan masuk nominasi hingga akhirnya menemukan jalur alternatif, ia membuktikan bahwa kesempatan selalu ada bagi mereka yang terus mencoba.
Bahkan Matthew mengaku mendapat wejangan khusus dari sang kakak, sebelum benar-benar terjun ke DBL Camp.
“Wejangan dari kakak pastinya ada, dia bilang ikutin seluruh instruksi pelatih dengan baik dan bisa implement pada saat scrimmage game.”
Matthew Ivander (ketiga dari kiri) bersama sang kakak, Hosea Yedija (ketiga dari kanan) usai menjuarai DBL North&Central Jakarta 2023
Perjalanan Matthew menjadi bukti bahwa DBL Camp bukan hanya soal siapa yang terbaik sejak awal. Tapi juga tentang siapa yang terus berjuang, bahkan saat pintu utama sempat tertutup.
Dan lewat jalur Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, Matthew mampu membuka pintu itu dengan caranya sendiri.
Kompetisi DBL merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.
Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026. Kompetisi ini digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia.
Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)