Perjuangan seorang Kartini tak selalu tentang di depan panggung. Terkadang, ia adalah sosok yang berdiri paling setia di barisan penonton, yang doanya menjadi pembuka jalan. Bahkan saat harapan nyaris sirna. 

Sosok itu adalah Romar Friana, ibu di balik kesuksesan Harfelim Gio Pande Sinaga menembus Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Bagi Ibu Romar, mendukung Gio yang baru menekuni basket di kelas 9 SMP bukan sekadar hobi, melainkan investasi kasih sayang untuk cita-cita sang buah hati menjadi pemain profesional. 

Tak hanya hadir di setiap laga, Ibu Romar bahkan kerap memantau jalannya latihan demi memastikan sang putra terus berkembang. Ada satu momen yang takkan terlupakan, sebuah bukti nyata totalitas seorang ibu. 

"Pernah satu hari Gio demam dan muntah-muntah tepat di hari pertandingan. Saya langsung mencari berbagai referensi bagaimana agar Gio tetap bisa bertanding saat sakit," kenang Ibu Romar.

Keajaiban terjadi berkat ketelatenannya. "Setiap time out, saya gunakan waktu itu untuk mengompres Gio agar suhunya tidak naik. Puji Tuhan, dia bisa main sampai akhir dan timnya menang," imbuhnya. 

Kisah ini menjadi simbol bahwa kekuatan seorang ibu adalah “obat: terbaik bagi mental dan fisik seorang anak.

Drama menuju DBL Camp 2026 pun sempat menguji ketegaran mereka. Saat perolehan vote Gio di DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 tertinggal jauh, Gio sempat pasrah. 

Namun, malam saat vote melonjak drastis dari 2.000 ke 4.000, hal itu menjadi titik balik emosional bagi keluarga mereka di Pangkalpinang.

"Gio bangunin saya, dia keheranan siapa yang vote. Sontak saya terbangun dan rasa kantuk saya langsung hilang. Saya bersyukur sekali karena pintu yang tadinya hampir tertutup, kini terbuka lagi untuk anak saya menjemput mimpinya," ujar Ibu Romar dengan penuh haru.

Baca Juga: Ketika Pangkalpinang Bersatu Mengantar Harfelim Gio ke DBL Camp

Dukungan masif dari warga Bangka Belitung hingga orang-orang tak dikenal menjadi kado terindah bagi mereka. 

Menjelang keberangkatan Gio ke Jakarta, kekhawatiran tentu ada, terutama soal kesehatan Gio yang biasanya selalu ia siapkan sendiri. 

Namun, Ibu Romar percaya bahwa tantangan di Jakarta nanti akan menempa Gio jadi pribadi yang lebih mandiri.

Bertepatan dengan semangat Hari Kartini, kisah Ibu Romar mengingatkan kita bahwa di balik setiap atlet hebat, ada peran besar seorang wanita yang rela menjadi pondasi bagi kesuksesan anaknya. 

Melalui telur rebus setengah matang sebagai "ritual" kebugaran hingga kompres hangat di tengah pertandingan, Ibu Romar telah membuktikan bahwa kasih sayang ibu adalah energi yang takkan habis untuk mengantar Gio terbang lebih tinggi.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

 

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Dari Pemain IBL ke Pelatih Juara, Transformasi Tak Terduga Hendra Thio
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi