Rangkaian Kopi Good Day DBL Festival 2026 turut diramaikan oleh DBL Battle Dance pada Jumat, 1 Mei 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta. Kali ini, salah satu dancer profesional, Semmy Blank, dipercaya menjadi judge dalam kompetisi tersebut. 

Bagi Semmy, keterlibatannya bersama DBL Indonesia bukan lagi hal baru. Mengingat, ia juga pernah menjadi guest judge di beberapa region Azarine DBL Dance Competition 2025-2026. Kesempatan ini turut memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dance di kalangan anak muda. 

Dance sangat berkembang, apalagi banyak platform yang bisa mendukung. DBL pun sudah keliling ke beberapa kota dan senang banget karena aku juga ikut. Plus, kemarin juga sempat ada Junior DBL Dance Competition, which is one more step,” ungkapnya. 

Baca Juga: Yono Bakrie Mengaku Ketagihan Main Basket di DBL Festival!

Ya, Semmy secara khusus menyoroti langkah DBL Dance Competition yang kini mulai menjangkau usia lebih muda. Baginya, hal tersebut menjadi terobosan penting dalam membangun ekosistem dance sejak dini. 

“Potensi terbesar itu memang ada di usia muda. Jadi ketika mereka dari kecil sudah lihat kalau ada DBL Dance Competition sebagai wadah untuk berprestasi, itu bagus banget,” sambungnya. 

Sebagai sosok yang telah berkecimpung di bidang dance sejak lama, Semmy pun membandingkan kondisi sekarang dengan masa saat dirinya pertama kali merintis karier. Ia mengaku kalau dahulu akses terhadap kompetisi maupun platform dance masih sangat terbatas. 

“Kita susah untuk cari kompetisi, bahkan mungkin harus terbang ke negara lain untuk bisa kompetisi. Kadang, event dance itu cuma dua bulan sekali. Saya juga pernah harus naik kereta ekonomi ke Semarang, apalagi kalau dulu kan keretanya masih jadi satu sama hewan gitu, hahaha,” cerita Semmy. 

Baca Juga: Jenaka Sudiro, Terinspirasi Sang Kakak sampai Bermimpi Tampil di DBL Dance!

Seiring dengan perkembangan yang kian melesat, Semmy melihat bahwa minat terhadap dance juga mulai tumbuh di berbagai kota kecil. Dari pengalamannya berkeliling sebagai judge DBL Dance Competition, ia menemukan banyak potensi besar di luar Pulau Jawa yang masih membutuhkan ruang berkembang. 

“Di DBL Fest ini kan sempat ada DBL Dance Clinic bareng saya dan Miyu, saya rasa kita butuh movement seperti itu di kota-kota yang belum terjangkau. Mereka butuh semacam workshop untuk bisa berkembang karena secara skill, memang masih tertinggal dengan Pulau Jawa,” jelasnya. 

Menutup perbincangan, Semmy memberikan sebuah pesan bagi para dancer muda agar jangan pernah ragu memulai langkah di dunia dance. Ia menilai bahwa lingkungan yang tepat bisa menjadi salah satu faktor penting untuk berkembang. 

“Cari studio, dance school, atau mentor supaya bisa ngebimbing. Kalau di sekolah, cari tim dance supaya bisa ikut DBL Dance Competition. This is one step yang bikin dancer bisa lebih dihargai dan diapresiasi sama orang-orang,” pungkasnya. 

Populer

Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Para Penakluk Tradisi, Inilah Barisan Pemain Peraih Hattrick DBL All-Star
DBL Academy Jakarta Gelar Open House, Lebih dari 100 Peserta Ikuti Trial Class
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi