Nama Josepha Alexandra atau lebih akrab disapa Ocha belakangan tengah menjadi sorotan publik. Keberaniannya dalam menyampaikan rasa keberatan saat babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.
Dalam momen tersebut, Ocha mempertanyakan keputusan juri karena jawaban dari tim SMAN 1 Pontianak dianggap salah. Sementara, jawaban dengan susunan serupa dari tim lawan justru memperoleh poin.
Selama ini, Ocha sendiri ternyata sudah dikenal sering mengukir prestasi di lingkungan sekolah. Evangelista Samiagu, salah satu pemain tim putri SMAN 1 Pontianak yang telah mengenal Ocha sejak SMP, membagikan pandangannya tentang sosok perempuan yang kini menjadi perbincangan hangat itu.
“Kami dari SMPN 10 Pontianak, terus lanjut ke SMA yang sama juga. Dari SMP, dia sudah aktif ikut lomba dan OSIS. Menurut aku, Ocha itu orangnya ambisius, pintar di kelas, dewasa, terus punya vibes yang tenang dan kalem. Dia juga aktif organisasi, jadi kelihatan kalau dia memang serius dan bisa bagi waktu,” ungkap Angel, sapaan karibnya.
Sebagai informasi, Ocha kini merupakan siswi kelas 11. Sedangkan, Angel adalah kakak kelas yang berada satu tingkat di atas Ocha.
Sebelum namanya viral seperti sekarang, Ocha rupanya sudah pernah menorehkan prestasi serupa. Saat masih duduk di bangku kelas 10, ia menyabet juara LCC 4 Pilar 2025 tingkat provinsi sekaligus mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“Walaupun di tingkat nasional belum rezekinya juara, tapi menurut aku itu tetap keren banget karena enggak semua orang bisa sampai di tahap itu,” tutur Angel.
Bagi Angel, hal yang mengundang perasaan kagum bukan hanya soal pencapaian Ocha yang begitu bergengsi. Lebih dari itu, ia juga memiliki kepribadian yang rendah hati. Di balik keberaniannya dalam menyampaikan pendapat, Ocha juga sejatinya bukanlah seorang individu yang senang mendapat perhatian.
“Kalau dilihat dari kesehariannya, Ocha tuh bukan tipe yang terlalu banyak bicara. Dia cenderung kalem dan pendiam, tapi bukan berarti pasif. Justru kalau lagi diskusi, organsiasi, atau lomba, dia bisa jadi orang yang berani speak up dan penyampaiannya juga terarah,” ujar Angel.
“Jadi, kesannya lebih ke tenang dan punya pendirian, bukan yang heboh atau dominan banget,” imbuhnya.
Meski kini menjadi perhatian publik, Angel menyebut keseharian Ocha di sekolah tidak banyak berubah. Ia tetap menjalani aktivitas sebagai siswi SMAN 1 Pontianak seperti biasa.
Menanggapi situasi yang sedang ramai, Angel mengaku tidak menyangka kalau perjuangan tim cerdas cermat dari sekolahnya akan mendapat atensi yang begitu besar. Meski begitu, ia akhirnya senang karena jerih payah tersebut menerima banyak apresiasi dari masyarakat Indonesia.
“Dari guru dan teman-teman sejauh ini juga support banget. Banyak yang kasih semangat, bantu doa, sampai ikut bangga karena bisa bawa nama sekolah dikenal lebih luas. Apalagi buat Ocha dan tim cerdas cermat, mereka memang sudah serius dan kerja keras banget dari awal,” ceritanya.
Sebagai penutup, Angel berharap agar pengalaman yang terjadi bisa menjadi cerita sekaligus pelajaran berharga di kemudian hari. Ia bahkan memiliki sebuah pesan khusus bagi adik kelasnya tersebut.
“Bangga banget lihat Ocha dan teman-teman yang sudah berjuang. Buat Ocha, tetap jadi pribadi yang tenang, rendah hati, dan ambisius dalam hal positif seperti sekarang. Prestasi yang sudah dicapai sejauh ini bukan hal kecil. Semoga ini jadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya,” tutup Angel.