Kultur Basket Pekanbaru di Mata Coach Azman Shadiqi

| Penulis : 

Tak bisa dipungkiri, sosok Azman Shadiqi memang memegang peranan besar dalam membangun ulang tim basket SMA Cendana. Impian untuk comeback yang sebelumnya terasa buntu, kini perlahan mulai menemukan titik terang setelah SMA Cendana resmi meramaikan persaingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Riau. 

Bergabungnya coach Azman sebagai kepala pelatih jelas bukan keputusan spontan. Bukan juga hanya karena statusnya sebagai alumnus yang ingin membantu sekolah di mana dirinya mengenyam pendidikan dahulu. Lebih dari itu, ia sudah melalui sepak terjang yang panjang di dunia basket. 

Setelah terjun sebagai pemain basket semasa SMA pada 1990-an, ia kemudian menjalani peran sebagai pelatih. Bahkan, coach Azman juga membangun akademi basket yang terbuka bagi anak-anak di Pekanbaru. Karena itulah, dirinya begitu memahami kultur basket yang ada di kota tersebut. 

“Sebenarnya, kalau prestasi basket memang lebih tinggi di Medan. Tapi kalau untuk event DBL se-Sumatra, Riau pasti paling ramai. Jadi, animo di Riau ini tinggi sekali,” ujar coach Azman. 

Baca Juga: Menilik Target Panjang SMA Cendana di DBL Riau…

Saat ini, prestasi menjadi aspek yang perlu ditingkatkan oleh tim basket level pelajar di Riau. Meski begitu, coach Azman optimistis hal tersebut bisa segera tercapai, mengingat kompetisi bergengsi kini semakin rutin digelar hampir tiap bulan.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi para student athlete masa kini yang dinilai memiliki semangat besar untuk terus meningkatkan kemampuan. 

Tak seperti anggapan sebagian orang yang menilai Gen Z dan Gen Alpha cenderung malas, coach Azman justru melihat mereka sebagai generasi yang menyimpan rasa ingin tahu yang besar ketika diarahkan dengan tepat.

“Kalau mereka punya coach yang blabbering, mereka tuh pasti tahu. Padahal, Gen Z sama Gen Alpha itu enak banget buat dilatih. Kalau mereka dapat api semangatnya, mereka bisa kejar kemaunan sendiri,” terang coach Azman. 

Ia kemudian menambahkan. “Kadang, pelatih sekarang masih pakai cara masa lalu yang semuanya harus dikerasin. Memang, mereka cenderung enggak bisa dikasih arahan kayak gaya VOC. Mereka harusnya dikasih pemahaman, kayak misal gunanya push up apa.”

Di balik itu, coach Azman juga menegaskan pentingnya pemahaman matematika bagi seorang student athlete. Menurutnya, banyak situasi di lapangan yang sebenarnya berkaitan erat dengan cara berpikir logis dan perhitungan. 

Kemampuan tersebut akan terasa semakin lengkap apabila dibarengi dengan attitude yang baik, saat di dalam maupun luar lapangan. 

“Kalau seorang student athlete bisa sampai bad attitude, berarti perlu dipertanyakan sistem kepelatihannya. Mungkin, pelatihnya cuma butuh yang penting menang. Untuk mencapai prestasi, memang enggak butuh pembinaan. Tapi, pembinaan bisa menuju prestasi. Jadi seorang atlet juga harus tangguh,” ucapnya. 

Baca Juga: Keinginan Comeback SMA Cendana yang Akhirnya Terwujud di DBL Riau 2025

Dari situ, ia turut memuji sistem penyelenggaraan DBL yang tidak hanya memperhatikan skill, tetapi juga mementingkan sisi akademik dan attitude dari student athlete. Terlebih, kehadiran DBL selama ini memang membawa semangat untuk mendorong partisipasi tim basket di level pelajar. 

Melihat perkembangan kompetisi DBL yang semakin masif, coach Azman ternyata menyimpan sebuah harapan tersendiri. 

“Satu-satunya saran saya mungkin bisa dibikin kompetisi semacam Road to DBL versi SMP. Setidaknya, anak-anak SMP jadi mulai memiliki exposure. Apalagi di Pekanbaru, sudah ada kompetisi basket untuk level SMP,” tuturnya. 

Keinginan yang disampaikan coach Azman sekaligus menjadi akhir dari seri “Menyambut Era Baru SMA Cendana”. Kini, musim baru dari DBL Riau sudah di depan mata. Menarik untuk disaksikan aksi skuad SMA Cendana di musim mendatang. 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Jadwal DBL Camp 2026: Ada Menu Fisik dan Ketangkasan di Hari Pertama!
5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi