Dalam dua seri “Membongkar Dominasi SMA Darma Yudha Pekanbaru” sebelumnya, terlihat bagaimana jerih payah yang dicurahkan sang pelatih bersama para member untuk menjaga tradisi juara di DBL Dance Competition.
Namun, pencapaian prestisius itu sejatinya tidak akan bisa dibangun dengan hanya mengandalkan kerja keras pelatih dan anggota tim. Melainkan, diperlukan juga kolaborasi dengan pihak sekolah.
Tanpa dukungan tersebut, perjalanan tim dance SMA Darma Yudha Pekanbaru (Achievers Dance) bisa jadi akan menemukan lebih banyak hambatan. Hal inilah yang disadari betul oleh Christian Pramudana selaku Kepala SMA Darma Yudha Pekanbaru. Sedari awal berdiri, sekolah ini memang sudah berkomitmen penuh untuk memberikan ruang dan dukungan penuh bagi seluruh siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Kita menjadikan sekolah ini sebagai wadah kreasi dan juga aktivitas buat anak-anak. Kalau bakat diasah, tapi mereka nggak punya wadah untuk perform dan bangga dengan apa yang dilakukan, rasanya sia-sia. Karena itulah, kita suka adakan acara khusus untuk appreciate mereka dengan stage yang memadai,” ungkap Christian Pramudana.
Baca Juga: Mengulik Konsistensi Achievers Dance dari Kacamata Sang Pelatih
Dalam membangun sebuah tim dance secara serius, ia meyakini bahwa kehadiran pelatih profesional merupakan salah satu fondasi utama. Karena itulah, SMA Darma Yudha mempercayakan peran tersebut kepada Fendy Johana untuk mengembangkan Achievers Dance.
Kalau melihat ke belakang, sepak terjang coach Fendy dalam dunia dance memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sendiri juga aktif menjadi bagian dari salah satu komunitas dance terbesar di Indonesia.
”Pelatih juga sangat penting. Kalau pelatih tidak punya kemampuan yang kreatif dan tidak punya passion, rasanya pun sia-sia,” sambungnya.
Selebihnya, Christian Pramudana bekerja sama dengan berbagai elemen sekolah demi memastikan seluruh kebutuhan Achievers Dance bisa terpenuhi. Termasuk, menyediakan ruang latihan khusus serta mengakomodasi biaya yang diperlukan.
Belum selesai sampai situ, seluruh guru SMA Darma Yudha Pekanbaru begitu memahami padatnya aktivitas dari para anggota Achievers Dance. Maka dari itu, mereka turut memberikan dispensasi dalam pengerjaan tugas dan ujian sekolah.
“Tapi, kita tetap mengajarkan mereka untuk mandiri. Ketika ada pelajaran yang tertinggal, anak tersebut harus aktif menghubungi guru dan menanyakan tugas, ujian sekolah, dan lain sebagainya. Dari sekolah pun, kalau mereka berhasil mencapai prestasi di jenjang tertentu akan ada reward nilai,” tegasnya.
Tak bekerja sendiri, Christian Pramudana juga menggandeng para orang tua agar terlibat aktif dalam setiap kegiatan Achievers Dance.
“Mungkin, ada beberapa kebutuhan yang tidak bisa diakomodasi sekolah. Pada akhirnya, kita juga melibatkan orang tua sebagai kontributor utama. Jadi, sinergi yang baik ini membuat tim dance bisa perform secara maksimal,” ucapnya.
Kolaborasi inilah yang membuat Catherine sebagai orang tua dari Ziselynn Celestielle Wiharja mendukung penuh seluruh kegiatan yang dilakukan putrinya bersama Achievers Dance. Bahkan, ia ikut merasakan pengaruh positif setelah sang putri berkecimpung di dunia dance.
“Perubahan terbesar saat sudah ikut dance sebenarnya ada dalam manajemen diri anak karena mereka harus mengatur waktu dengan banyaknya kesibukan, enggak boleh lalai. Terus, bekerja sama dalam tim itu sangat penting, apalagi ketika dewasa nanti,” tutur Catherine.
Baca Juga: Jatuh Bangun Achievers Dance Menjaga Tradisi Juara di DBL Dance Competition
Kendati demikian, ia tak menampik kalau perasaan was-was sesekali menghampiri, terutama saat sang putri harus melakukan berbagai atraksi di atas panggung.
“Anak saya lebih banyak di bagian yang melempar terus menangkap temannya. Saya juga cukup khawatir karena yang dilempar juga anak orang lain. Ibunya pun ada di sekitar kita. Tapi kalau mereka bisa saling percaya, saya percaya juga. Bangga ketika semua atraksi bisa berhasil dilakukan,” ceritanya.
Ya, bangga menjadi kata paling tepat untuk menggambarkan perasaan Catherine selama menyaksikan perjuangan Achievers Dance.
Dari situ, tak sedikit yang bercita-cita untuk menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sebagai kepala sekolah, Christian Pramudana mengungkapkan bahwa segudang prestasi yang telah dikantongi Achievers Dance menjadi salah satu daya tarik bagi calon siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMA Darma Yudha Pekanbaru.
Karena itulah, ia menaruh keinginan agar pencapaian yang telah dibangun sejak lama bisa terus berlanjut di masa mendatang. Begitu juga saat DBL Dance Competition 2026.
”Kita berharap mereka bisa tetap mempertahankan gelar mereka. Tentu saja, ini adalah sebuah achievement yang luar biasa dan kebanggaan. Ini adalah usaha yang tidak mudah. Kita tahu persaingannya semakin ketat, tapi kita berharap mereka bisa tetap konsisten dan berlatih sebaik mungkin,” tutupnya.
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)