Kehadiran tim dance SMA Darma Yudha Pekanbaru (Achievers Dance) di pusaran persaingan Azarine DBL Dance Competition 2025 Riau memang patut diantisipasi. Bagaimana tidak, dominasi mereka di podium juara sudah berlangsung sejak musim 2019.
Begitu juga dengan musim ini. Bukan hanya kembali mengangkat trofi di region Riau, Achievers Dance lagi-lagi mengamankan gelar juara nasional Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Bagi Felicia Chandise, kapten Achievers Dance, keberhasilan mempertahankan prestasi yang telah dibangun oleh generasi-generasi sebelumnya tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Bahkan, ia sendiri mengaku tak kuasa menahan air mata setiap kali nama timnya diumumkan sebagai juara.
“Rasanya lega, terharu, dan saya paling cengeng soalnya sebelum lomba, saya sudah mau nangis duluan. Setelah lombanya, juga nangis. Mendengar pengumumannya pun nangis,” buka Chandise (sapaan karibnya).
Baca Juga: Daftar Juara Azarine DBL Dance Competition 2025-2026, Ada Sekolahmu?
Namun, pencapaian yang terlihat jelas tidak diraih semudah membalikkan telapak tangan. Di baliknya, ada rentetan proses panjang yang dipenuhi latihan tanpa henti selama Achievers Dance mempersiapkan diri menghadapi Azarine DBL Dance Competition 2025 Riau.
“Tantangan utamanya ada di manajemen waktu karena ada yang lagi ujian, presentasi, atau examination. Kadang, kita latihan di jam sekolah. Tapi, kita lebih sering latihan sampai tengah malam gitu,” ungkapnya.
Persiapan itu bukan hanya sebatas melatih gerakan. Chandise dan rekan-rekannya pun harus melalui proses kreatif yang tak kalah menantang untuk menentukan konsep yang sesuai dengan “Shine Like a Star” sebagai tema besar musim ini.
”Yang membuat konsep lebih banyak koreografer kita, yaitu Sir Fendy (Fendy Johana). Tapi kalau Sir Fendy lagi mumet, kita juga coba bantu cari gerakan dikit, walaupun aneh. Kalau dari segi properti dan kostum, kita memang harus pikirkan sendiri dan itu memakan banyak waktu,” tutur Chandise.

Potret saat Achievers Dance melakukan persiapan properti menjelang Azarine DBL Dance Competition 2025 Riau
Rintangan belum selesai menghampiri. Chandise mengungkapkan kalau timnya sempat terpaksa untuk menjalani latihan secara mandiri karena sang coach harus terbang ke Korea Selatan untuk mengikuti trip sekolah.
Di momen itu, mereka dihadapkan dengan perbedaan zona waktu dan komunikasi yang hanya bisa dilakukan secara virtual. Kerja sama tiap member pun diuji.
“Secara tim, kita pasti down banget. Kita juga kecapekan karena harus latihan sampai malam. Tapi sebagai kapten, saya harus bisa bikin suasana up lagi,” tegas Chandise.
Rutinitas menghafal, mengulang, sampai mengevaluasi gerakan terus berlanjut selama dua bulan.
Situasi kian menegang saat keputusan besar diambil Achievers Dance menjelang penampilan Best Five. Dalam jarak waktu hanya dua hari, siapa sangka kalau mereka memilih untuk merombak koreografi. Chandise pun secara terang-terangan membocorkan alasan di balik pilihan tersebut.
“Di DBL Dance Competition ini, kita punya konsep beda di hari pertama dan final. Kita merasa kurang heboh. Kita juga tanya feedback ke orang-orang, apakah cerita ini bisa dipahami. Ada yang merasa belum paham, ada yang merasa emosional. Akhirnya, kita mau menambahkan gerakan di final supaya bisa memperdalam cerita ini dan membuat penonton lebih ngerti,” ujar Chandise.
Baca Juga: Perjalanan Trio Wulin, Sempat Tekuni Cabor Lain hingga Antar Darma Yudha Juara
Dari cerita itu, kehidupan yang dijalani Achievers Dance jelang Azarine DBL Dance Competition 2025 Riau memang sangat kompleks. Di satu sisi, mereka harus terus berlatih. Di sisi lain, mereka tetap dituntut untuk tidak meninggalkan kehidupan akademik.
Kendati demikian, waktu-waktu tersebut justru terasa berharga bagi Chandise dan rekan-rekannya. Terlebih, dukungan lingkungan sekitar membuat perjalanan tersebut semakin terasa bermakna.
”Dukungan sekolah banyak, mulai dari memfasilitasi dance room sampai membiayai kostum dan properti. Mereka juga mendorong murid-murid untuk menonton kami saat perform. Orang tua juga mendukung banget, biasanya bawain makan siang dan bantu persiapan kostum dan makeup sebelum tampil,” terangnya.
Kini, musim baru sudah di depan mata. Artinya, Achievers Dance akan segera dihadapkan dengan tantangan untuk mempertahankan takhta yang selama ini berhasil dijaga.
”Semoga kita bisa meraih champion lagi di tingkat Riau dan nasional. Terima kasih juga untuk yang telah mendukung. Saya sebagai kapten juga biasanya emosi, mungkin beberapa ada yang menangis. Tapi, terima kasih sudah mau dengerin dan akhirnya kita bisa meraih champion,” pungkas Chandise.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)