Menyambut DBL East Java-North 2026, Yuk Throwback 5 Momen Ikonis

| Penulis : 

Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java - North akan segera dimulai. Rangkaian turnamen basket pelajar yang panjang ini kembali menawarkan persaingan panas dan dedikasi tanpa batas setiap harinya.

Musim lalu, DBL Surabaya berhasil menyajikan beragam momen menarik dan mengejutkan. Tim-tim kandidat juara kerap bertanding sengit melawan para penantang baru. Bahkan, tidak jarang laga-laga itu berakhir dengan jarak skor ketat.

Deretan cerita berkesan itu pun tidak hanya terjadi di lapangan saja. Sepanjang musim, tribun DBL Surabaya 2025 juga turut mengukir kisah-kisah yang tak terlupakan. Berikut daftar momen-momen ikonis di DBL Surabaya musim lalu!

Baca juga: Pendaftaran DBL East Java-North 2026-2027 Dibuka 15 Juni, Simak Mekanismenya

1. Tembakan Penentu Kemenangan Sang MVP Antar Sinlui ke Final Party

Nicholas Kenzo Wiyanto (depan) berapi-api setelah memasukkan tembakan penentu kemenangan di Fantastic Four DBL Surabaya 2025

Laga Fantastic Four antara tim putra SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) dan SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah East) berjalan sesuai ekspektasi banyak orang. Sejak pertandingan dimulai, kedua tim saling membalas tembakan demi tembakan.

Panasnya persaingan di laga ini terus berlanjut sampai detik-detik akhir. Dengan sisa waktu 19 detik pada kuarter empat, Jonathan Otniel Gunawan, pemain Cheetah East, berkesempatan untuk mengambil alih kedudukan melalui free throw. Nicholas Kenzo Wiyanto, pemain Sinlui sekaligus MVP DBL East Java 2025, melakukan pelanggaran terhadapnya di ujung lapangan.

Otniel hanya mampu memasukkan satu free throw, sehingga skor kedua tim seri 49-49. Setelah itu, Kenzo menembus pertahanan Cheetah East dengan agresif sebelum mengoper bola ke arah rekannya, Bentley Leopold Halim. Bentley mencoba mencetak skor di bawah ring, akan tetapi upayanya gagal.

Layaknya seorang MVP, Kenzo kemudian tampil sebagai pahlawan untuk Sinlui. Ia segera mengamankan bola dan melakukan turnaround jumper sembari dijaga tiga pemain Cheetah East. Bola memantul tinggi di atas ring. Sedetik kemudian, tembakan Kenzo akhirnya masuk.

Sinlui unggul 51-49 atas Cheetah East. Hanya 2 detik tersisa sebelum pertandingan berakhir. Cheetah East mengandalkan Gerrard Mathew Boentara untuk mencetak tripoin terakhir. Sayang, bola tembakannya itu tidak pernah menyentuh ring. Dengan demikian, Sinlui berhasil mempertahankan dominasinya dan amankan tiket Final Party DBL Surabaya 2025.

2. Sixteenagers Guncang DBL Arena dengan Koreo 4D Laba-laba 

Koreo empat dimensi laba-laba raksasa SMAN 16 Surabaya ketika melawan SMA Petra 4 Sidoarjo di DBL Surabaya 2025

DBL Surabaya selalu menjadi ajang bagi sekolah-sekolah untuk memamerkan inovasi dan kreativitas mereka di tribun. Musim lalu, suporter SMAN 16 Surabaya (Sixteenagers) membawa momentum ini ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketika tim putri SMAN 16 Surabaya berhadapan dengan SMA Petra 4 Sidoarjo, tribun Sixteenagers kedatangan seekor laba-laba raksasa lengkap dengan kaki-kakinya. Koreo empat dimensi yang perkasa itu merupakan bagian dari kisah petualangan yang diangkat Sixteenagers sepanjang musim.

Karya megah Sixteenagers ini termasuk sebagai koreografi dengan persiapan paling kompleks dalam sejarah DBL Indonesia. Untuk memunculkannya, mereka membutuhkan waktu pengerjaan selama sebulan penuh serta biaya yang besar.

Baca juga: DBL Sub Is Back, Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Siapkan sebelum Nribun

3. Guru SMKN 2 Surabaya Berdiri di Barisan Tribun Suporter

Bu Tatik (tengah) berdiri di antara dua capo SMKN 2 Surabaya saat menyanyikan anthem sekolah

Umumnya, para guru memberikan dukungan untuk siswa-siswinya di DBL Arena dari kursi VIP atau tribun yang berbeda dari kelompok suporter sekolah. Namun, Bu Tatik dari SMKN 2 Surabaya (Smekda) punya cara yang berbeda. 

Guru PKN kebanggaan Smekda itu memilih untuk berteriak dan bernyanyi bersama Ultras Smekda (julukan suporter SMKN 2 Surabaya). Bahkan, beliau juga sampai berdiri di antara dua capo mereka selama menyanyikan anthem sekolah.

Menurut Bu Tatik, dukungannya kepada para murid akan lebih terasa jika ia berdiri langsung di barisan tribun suporter dibanding sekedar duduk di kursi VIP. Sebagai seorang guru, beliau pun ingin menjadi sosok yang mengawal anak-anak didiknya untuk bersinar di tempat mana pun.

4. Ibu dan Anak Saling Bertanding di Lapangan

Momen Deswita Salma Maharani (kiri) bersama Ibu Atik (kanan) setelah laga SMAN 2 Jombang melawan SMAN 1 Puri Mojokerto berakhir

Kompetisi di DBL Surabaya 2025 bukan hanya tentang menang atau kalah. Ada sejumlah pertemuan tidak disangka yang membuat beberapa pertandingan memiliki kisah dan makna yang istimewa.

Salah satunya adalah laga yang mempertemukan SMAN 2 Jombang (Smada) dengan SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle) pada Round 2. Kala itu, manajer Smada, Maria Ariastuti (Ibu Atik), diberi kesempatan untuk melawan putri tercintanya yang membela Castle, Deswita Salma Maharani. 

Dalam pertandingan tersebut, Ibu Atik dan Smada memang harus mengakui kekalahan dari Castle dengan skor akhir 28-24. Kendati demikian, menurutnya pertemuan ini adalah sebuah anugerah karena ia tetap bisa melihat anaknya menggapai mimpinya dengan tampil mentereng di lapangan.

Baca juga: Beyond Limits! Ini Deretan Pebasket Putra yang Rajai Statistik DBL Musim Ini

5. Surabaya Cambridge School Melesat dari Bawah sampai Puncak

Selebrasi Marvel Alexander Tjandra setelah mencetak tiga angka di Final Party DBL Surabaya 2025

Surabaya Cambridge School (SCS) menjadi salah satu finalis yang terbilang mengejutkan di DBL Surabaya 2025. Pasalnya, ini baru ketiga kalinya mereka berpartisipasi di ajang ini. SCS juga belum pernah lolos ke babak eliminasi sebelumnya.

Musim lalu, SCS berhasil memenangi sembilan laga beruntun sejak Round 1 sebelum beranjak ke Final Party. Itu membuat mereka menjadi tim dengan jumlah laga dan kemenangan terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah DBL Indonesia. 

SCS pun telah memberi sinyal kepada tim-tim lainnya kalau dominasi mereka tidak bisa diremehkan. Pada musim yang sama, tim asuhan Rainer Anggakara itu mampu mengalahkan SMA Gloria 1, juara bertahan DBL Surabaya 2024, dua kali. 

DBL Surabaya selalu menyimpan banyak kisah menakjubkan setiap tahunnya. Lantas, seperti apa cerita-cerita yang akan tercipta di DBL Surabaya 2026 mendatang? (*)

Baca juga: From School to Tribune: Bukti Totalitas Dukungan Sekolah di DBL Musim Ini!

Populer

Ini Alasan Kenapa LeBron James Suka Minum Isotonik Saat Bermain Basket
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
5 Macam Passing dalam Bola Basket yang Wajib Kamu Ketahui!