Skuad DBL Indonesia All-Star 2026 mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke Chicago, Amerika Serikat. Sebanyak 24 pemain dan 4 pelatih menjalani training camp pada 19-22 Juni 2026 di DBL Academy Jakarta.

Persiapan ke Chicago tidak hanya membutuhkan kemampuan bermain basket yang mumpuni. Para pemain terpilih harus dalam kondisi fisik terbaik untuk menghadapi latihan dan pertandingan di luar negeri.

Dalam hari pertama training camp pada Jumat (19/6), skuad DBL All-Star menjalani rangkaian tes fisik berbasis sport science menggunakan teknologi VALD Performance.

Teknologi ini digunakan untuk memantau kondisi tubuh atlet secara mendalam. Mulai dari kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga potensi risiko cedera. Perangkat VALD mampu memberikan data yang detail dan objektif.

Baca juga: TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama

Beberapa alat yang digunakan antara lain Force Decks untuk mengukur kemampuan lompatan dan keseimbangan. Ada NordBord untuk menguji kekuatan hamstring.

Kemudian Smart Speed untuk mengukur kecepatan sprint. Serta Force Frame yang berfungsi mengevaluasi kekuatan berbagai sendi utama tubuh. 

Coach Firman Anugerahadi menjelaskan bahwa hasil pengukuran ini akan menjadi data penting bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain.

“Tujuan VALD testing adalah untuk mengukur kemampuan performa mereka, terutama dari sisi fisik. Selain itu, tes ini juga dilakukan untuk mengetahui risiko cedera yang mungkin dimiliki masing-masing pemain,” kata Coach Firman.

Baca juga: Simak Rangkaian Agenda Training Camp DBL Indonesia All-Star 2026 di Jakarta

Sebagian besar skuad DBL All-Star merupakan atlet yang memiliki aktivitas kompetisi tinggi. Beberapa pernah memperkuat timnas kelompok usia. Untuk itu pemantauan kondisi fisik menjadi aspek yang sangat penting.

“Dengan mengetahui potensi risiko cedera sejak awal, kami bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan membantu mengurangi kemungkinan terjadinya cedera selama program persiapan berlangsung,” lanjutnya.

Pada sesi testing hari pertama, para pemain menjalani empat jenis pengujian menggunakan perangkat VALD Performance yang dirancang untuk mengukur berbagai aspek kemampuan fisik.

Data yang diperoleh dari seluruh rangkaian tes akan menjadi dasar evaluasi tim pelatih dalam memantau perkembangan fisik pemain selama training camp berlangsung. Selain membantu meningkatkan performa, hasil pengukuran juga akan digunakan untuk menyusun strategi pencegahan cedera secara lebih terukur.

Hari pertama TC menjadi langkah awal penting bagi campers sebelum memasuki sesi latihan teknis dan taktis pada hari-hari berikutnya.

Dengan dukungan teknologi sport science dari VALD Performance, para pemain diharapkan dapat memaksimalkan potensi mereka dan tampil dalam kondisi terbaik saat menjalani pengalaman serta kompetisi basket di Chicago nanti. (*)

Baca juga: Jadwal Scrimmage Game Day 2 Training Camp DBL Indonesia All-Star 2026

Populer

TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
Nomor Punggung Keberuntungan dan Slot First Team Milik Andi Alya
11 Varian Rasa Kopi Good Day, Kopi Anak Muda yang Wajib Banget Kamu Coba
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA