Menjadi bagian dari deretan pelatih tim basket sekolah di usia muda menghadirkan tantangan tersendiri bagi Bryan Hoinanda Shaun. Berstatus sebagai asisten pelatih baru untuk tim putra SMA Santa Maria Surabaya (Sanmar), ia harus mengarahkan dinamika unik saat mendampingi para pemain yang usianya tak berselisih jauh darinya.

Jarak usia yang relatif dekat membuat pendekatan personal Coach Bryan terasa begitu hangat dan alami. Pelatih yang baru saja menyelesaikan jenjang SMA tahun lalu ini mengaku sangat mudah berbaur dan cepat membangun kedekatan dengan anak-anak didiknya.

Baca juga: The Elites Hidupkan Legenda Surabaya, SMDC Satukan Wayang dan Lathi

"Sebetulnya saya introvert cuma karena sama anak-anak jadi saya harus bisa membaurkan diri. Jarak umurnya juga nggak jauh, jadi saya mikir bakal nyambung," beber Coach Bryan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Hal ini membuat penyampaian arahan terkadang butuh pendekatan yang lebih cermat. Menjaga fokus serta kedisiplinan tim selama masa persiapan hingga laga berlangsung pun menjadi tantangan tersendiri bagi Coach Bryan.

Sadar akan situasi tersebut, Coach Bryan memilih untuk menyesuaikan gayanya. Tanpa mengorbankan kedekatan yang sudah terbangun, ia mulai menerapkan garis batas yang jelas saat sesi latihan dan pertandingan. 

"Jadi saya lebih keras dan tegas kalau di lapangan, dengan begitu mereka dengerin kalau di lapangan," ujarnya.

Sikap tegas yang Coach Bryan lakukan bukan bertujuan untuk mengekang, melainkan demi membentuk mental bertanding putra Sanmar. Terlebih, tim yang baru dibentuk ini masih butuh penyesuaian intensif agar mampu mengontrol emosi dan menjaga momentum permainan di panggung sebesar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. 

Baca juga: Usai Vakum 7 Tahun, Kepsek Smada Lamongan Bawa Semangat HUT ke-81 RI ke DBL

Bagi Coach Bryan, ketegangan dan lika-liku yang mereka alami ini adalah bagian dari proses pendewasaan, baik untuk performa para pemain di lapangan maupun untuk perjalanan kariernya sendiri sebagai pelatih muda.

Berkat arahan yang Coach Bryan berikan dan kerja keras para pemain, putra Sanmar berhasil mengunci kemenangan 22-12 atas SMA 17 Agustus 1945 Surabaya  di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North atas dengan poin 22-12.

"Kami bersyukur bisa menang, tapi masih banyak yang perlu dievaluasi. Kami sempat kehilangan fokus di kuarter pertama, dan hal inilah yang akan terus kami tekankan kepada para pemain untuk pertandingan berikutnya," ungkap Coach Bryan berkomitmen. 

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Xin Zhong Perkasa, Cita Hati West Menang Perdana

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Lika-Liku Bryan Hoinanda, Asisten Pelatih Muda Sanmar Pengawal Kedisiplinan
Dari Bali, Stanley Debut di 5on5 DBL dan Didukung Langsung Oleh Keluarga
Menuju DBL Pontianak: Banyak Ruki, Putri Smanda Punya Cara Jitu Bangun Chemistry
Arek Smada untuk Tim Putra Smada: Ayo Semangato! Ngeyelo! Gausah Wedi!
Sawunggaling Hidup di Tribun, Semangat Thirteen Rangers Tak Terhentikan