ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tim The Elites SMA Xin Zhong Surabaya menampilkan koreografi dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat (14/8/2026).

Legenda Surabaya dan perpaduan wayang dengan musik modern menjadi cara The Elites dan SMDC menerjemahkan tema 100% Indonesia di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, DBL Arena Surabaya, Jumat, 14 Agustus 2026.

The Elites dari SMA Xin Zhong Surabaya membawa identitas Kota Pahlawan melalui legenda Sura dan Baya serta kisah perjuangan di Hotel Majapahit. Sementara itu, SMDC dari SMA Santa Maria Surabaya mempertemukan wayang dengan lagu Lathi untuk menunjukkan bahwa budaya tetap bisa hidup di tengah perkembangan teknologi.

Bagi The Elites, Surabaya menjadi pusat cerita yang mereka bawa ke atas panggung. Legenda Sura dan Baya dipadukan dengan kisah perjuangan yang lekat dengan sejarah Kota Pahlawan.

Valerie Happy Miracle Wirajaya, captain The Elites, mengatakan konsep tersebut dipilih untuk menunjukkan budaya Surabaya melalui koreografi dan rangkaian adegan.

“Kita mau nunjukin budaya Surabaya terus kayak ceritanya awal mulanya kayak pas pengrobekan bendera juga. Terus legenda Sura dan Baya,” ujar Valerie.

Baca juga: XIXDCREW Pilih Hikayat Cinta, SMANDC Bawa Warna Cerah ala Naykilla

Salah satu adegan yang mencuri perhatian hadir ketika warna biru pada bendera merah putih disobek hingga menyisakan warna merah dan putih.

Adegan tersebut mengangkat kembali kisah perjuangan di Hotel Majapahit. The Elites menggambarkan perlawanan terhadap Belanda hingga penyobekan warna biru sebagai simbol perjuangan menuju kemerdekaan.

Cerita kemudian berlanjut pada legenda Sura dan Baya. Winnie Patricia Lou, vice captain The Elites, mengambil peran sebagai Sura yang merepresentasikan unsur laut dalam legenda asal-usul Surabaya.

Identitas Indonesia juga diperkuat lewat kostum. Batik dan kebaya menjadi bagian dari visual penampilan, berpadu dengan koreografi yang dibawakan secara energik.

Persiapan koreografi dimulai sekitar pertengahan Juli. Properti kemudian dikerjakan pada akhir Juli dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Detailing menjadi salah satu bagian yang paling banyak menghabiskan waktu. Gerakan harus terus diperbaiki agar seluruh anggota dapat tampil serempak.

Properti pun dikerjakan bersama oleh anggota The Elites. Proses tersebut membuat persiapan tidak hanya berfokus pada koreografi, tetapi juga bagaimana setiap elemen panggung mendukung cerita.

Energi yang terlihat selama penampilan turut dipersiapkan secara khusus. Para anggota menjalani latihan fisik seperti lari dan sit-up untuk menjaga stamina.

“Dari awal tuh kita harus bener-bener nge-all out-in kayak ya semuanya gitu,” tutur Valerie.

Latihan fisik membantu mereka mempertahankan tenaga ketika koreografi mulai bergerak cepat. Energi tersebut menjadi bagian penting agar kisah yang dibawa tetap terasa hidup di atas panggung.

Baca juga: G-Sable Ajak Jaga Warisan Budaya, MDC Tampil Cutesy di AQUA DBL Dance!

The Elites juga menyelipkan pesan tentang persatuan. Di tengah situasi Indonesia yang diwarnai aksi demonstrasi, mereka ingin mengingatkan penonton untuk tetap menjaga kebersamaan.

“Ya kita sebagai orang Indonesia juga harus bersatu,” kata Valerie.

Jika The Elites membawa penonton kembali pada sejarah dan legenda Surabaya, SMDC memilih melihat hubungan antara budaya dan perkembangan zaman.

Tim SMDC SMA Santa Maria Surabaya menampilkan koreografi dengan properti wayang dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat (14/8/2026).

SMDC mengangkat kemajuan teknologi sebagai bagian dari cerita. Perkembangan tersebut tidak diposisikan sebagai sesuatu yang harus dihindari, tetapi sebagai pengingat agar budaya dan sejarah Indonesia tidak ikut ditinggalkan.

Michaela Fershintya Purwanto, captain SMDC, menjelaskan pesan yang menjadi dasar cerita mereka.

“Walaupun teknologi itu udah maju tapi kita jangan sampai lupain sama budaya kita, sejarah kita, tradisionalnya kita,” ujar Michaela.

Wayang menjadi simbol budaya tradisional dalam penampilan SMDC. Di sisi lain, lagu Lathi hadir sebagai elemen modern yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Baca juga: Smala DC Pamerkan Keindahan Papua, FxC Suguhkan Kejayaan Putri Kadita

Pemilihan Lathi sendiri bukan bagian dari rencana awal. SMDC akhirnya menggunakan lagu tersebut karena pernah populer dan dianggap familiar bagi penonton.

“Dari teknologi sekarang itu Lathi juga pernah viral dulu. Jadi, kita bawa yang mungkin semuanya tuh tahu,” jelas Michaela.

Wayang yang digunakan dibeli dalam bentuk jadi. Sementara itu, papan pendukung masih dikembangkan oleh anggota tim.

Poster dan banner dibuat secara manual, sedangkan desain kostum dikerjakan sendiri oleh anggota SMDC. Unsur batik turut dimasukkan untuk menjaga identitas Indonesia dalam penampilan.

Konsep, musik, dan alur cerita sudah disiapkan sebelum masa latihan dimulai. Ketika latihan berlangsung, anggota tinggal menerjemahkan rancangan tersebut ke dalam gerakan.

Dua minggu pertama dijalani dengan latihan berselang-seling agar tubuh terbiasa. Memasuki persiapan menuju penampilan, intensitas latihan meningkat hingga SMDC berlatih setiap hari.

Bagian detailing kembali menjadi tantangan. Sekitar sepuluh hari terakhir digunakan untuk menguji gerakan satu per satu dan memperbaiki perbedaan kecil agar seluruh anggota terlihat lebih kompak.

Hasilnya belum sepenuhnya sempurna ketika tampil. Michaela mengakui masih ada beberapa bagian yang meleset karena rasa gugup dan kondisi lantai yang cukup licin.

“Kadang ada yang lupa terus juga di lapangan kan lumayan licin. Jadi, kadang-kadang kepleset,” katanya.

Baca juga: REVELATE Bawa Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika di AQUA DBL Dance

Meski begitu, The Elites dan SMDC sama-sama menemukan cara untuk menerjemahkan 100% Indonesia melalui bahasa dance.

The Elites memilih sejarah dan legenda Surabaya sebagai cerita utama. Sementara SMDC mempertemukan wayang dengan musik modern untuk mengingatkan pentingnya menjaga budaya di tengah perubahan zaman.

Dari legenda Sura dan Baya hingga wayang dan Lathi, keduanya menunjukkan bahwa budaya Indonesia bisa hadir dalam berbagai bentuk. Di atas panggung, sejarah dan tradisi berubah menjadi gerak yang hidup.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS