Papan skor GOR Ken Arok, Malang pada pertandingan keempat Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South menunjukkan angka mencolok, 61-15.
Bagi SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu), kemenangan telak atas SMAN 2 Pasuruan, Minggu, 23 Agustus 2026 ini melengkapi rekor impresif menyapu bersih tiga laga fase grup dengan selalu mencetak margin unggul lebih dari 30 poin.
Namun, bagi sang kepala pelatih anyar mereka, yakni Yosef Aditya Mangkung, rentetan hasil dominan ini bukan lah sekadar angka, melainkan sebuah pembuktian.
Datang menggantikan kursi kepelatihan Kosayu sejak Maret lalu, Coach Mangkung hanya punya waktu enam bulan untuk meracik ulang identitas tim unggulan Malang.
Misi utamanya ingin mengikis kebiasaan mengandalkan aksi individu dan membangun kolektivitas tim secara utuh.
Terbukti, dalam pertandingan penentuan ini, seluruh pemain Kosayu setidaknya ikut menyumbangkan dua poin pada halaman statistik.
"Nomor satu yang kita tanamkan di Kosayu itu pengertian bahwa basket itu permainan kolektif. Dari dulu Kosayu jarang bermasalah dengan skill individu, tapi secara tim harus terus ditingkatkan. Bola harus lebih mengalir secara offense, defense lebih komunikatif, dan agresif secara tim," jelas Mangkung.
Baca Juga: Bak Tim Profesional, Kosayu Punya Rapor Pemain dan Rekrut 4 Pelatih Sekaligus
Sebagai sekolah yang kerap menjadi tujuan para talenta terbaik Malang dan sekitarnya, menjaga ego pemain bintang agar tetap menyatu dalam skema tim jelas menjadi kesulitan tersendiri.
"Setiap hari saya selalu ingatkan, kalian main buat Kosayu, bukan buat individu lagi. Bermain untuk almamater itu punya rasa yang jauh berbeda dan bikin kolektivitas makin besar," tegas pelatih yang pernah menangani skuad putra SMA Santo Albertu Malang 10 tahun silam ini.
Misi besar Coach Mangkung di Kosayu juga ditopang oleh keberanian manajemen merombak jajaran pelatih secara masif.
Coach Mangkung (kemeja biru tua) memberikan arahan kepada anak didiknya
Hadirnya empat pelatih anyar dengan spesialisasi khusus, termasuk keberadaan pelatih statistik dan strength and conditioning, menjadikan Kosayu sebagai pionir tim SMA di Malang yang dikelola dengan standar ala klub profesional.
Pengalaman Coach Mangkung menyerap ilmu saat workshop dengan pelatih pro sekelas Phil Handy, hingga magang di Dewa United bersama Coach Pablo pada 2025, menjadi fondasi utama penataan sistem ini.
"Saya belajar banyak dari tim pro soal kerja by system dan sesuai jobdesk. Keberadaan analisis data play by play dari Coach Dodo (statistik) dan program fisik sangat membantu. Kita nggak cuma bersiap untuk tahun ini, tapi membangun legasi Kosayu untuk jangka panjang," ungkapnya.
Baca Juga: Usai Menangi Ajang Matematika Internasional, Kenzu Bidik Juara DBL East Java
Di balik sorotan pada perjalanan Kosayu, hadir pula berbagai sudut pandang mengenai rekam jejak kepelatihannya.
Menanggapi anggapan bahwa dirinya identik dengan skuad bertabur bintang, pelatih yang kenyang pengalaman mengisi workshop dan pelatihan individu ini menyikapinya secara bijak.
"Saya sudah pernah memegang tim medioker, tim bawah, sampai tim atas. Komentar seperti itu saya anggap sebagai opini saja, tak perlu direspon berlebihan. Buat saya, satu-satunya cara menutup opini hanyalah dengan piala," jawab Coach Mangkung tegas.
Demi melatih mentalitas timnya, Kosayu bahkan sengaja melakukan agenda sparing keluar dari Malang menuju Surabaya untuk bersua tim-tim papan atas DBL East Java-North hingga Timnas Putri Indonesia U18.
Langkah ini diambil Coach Mangkung karena ia menilai intensitas persaingan basket di Malang perlu ditingkatkan agar mampu bersaing secara nasional.
Kini, Kosayu menjadi tim berikutnya yang melangkah ke babak playoff usia menyapu bersih seluruh kemenangan.
Potret salah satu pemain SMA Kolese Santo Yusup Malang saat berusaha menembus lini pertahanan lawan
Menatap calon lawan kuat antara Charis National Academy dan SMAN 1 Bululawang, Coach Mangkung menegaskan kesiapan penuh timnya.
"Mau lawan Charis yang punya Saquelle atau SMAN 1 Bululawang yang punya Tristan, kami siap. Kalau mereka punya satu atau dua pemain kunci, kami punya 12 orang yang bermain kolektif. Kolektivitas itu jauh lebih sulit ditundukkan," pungkas sang pelatih.
Baca Juga: Cerita Ning Wulan Mantan Juara Pantomim yang Kini Jatuh Hati pada Basket
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)