ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Penggawa Gloria 2 bernomor punggung 30, Davin Hosea saat laga menghadapi SMKN 1 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Bagi Davin Hosea, basket awalnya bukan olahraga yang ia pilih sendiri. Namun, sebuah ajakan dari sang ayah perlahan mengubah semuanya. Kini, di tahun keduanya tampil bersama SMA Gloria 2 di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, basket justru menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Pada Sabtu (22/8/2026), Davin turut membantu Gloria 2 meraih kemenangan atas SMKN 1 Surabaya dengan skor akhir 31-9. Student athlete kelas XI itu turut menyumbang 10 poin dan 5 rebound untuk kemenangan timnya.

Namun, angka tersebut bukan bagian paling menarik dari perjalanan Davin.

Davin mulai mengenal basket ketika duduk di kelas VIII SMP. Saat itu, sang ayah, Jacub Hosea, yang lebih dulu mengenal dunia basket, mengajaknya mencoba olahraga tersebut.

Jacub pernah bermain basket ketika kuliah bersama klub Sahabat. Namun, cedera membuat langkahnya terhenti dan ia akhirnya tak lagi melanjutkan permainan yang pernah ia tekuni.

Baca juga: Mimpi yang Belum Usai, Naila Kini Dampingi Srikandi Smansa di DBL

Ada sesuatu yang ingin Jacub lanjutkan melalui putranya.

“Papa dulu pemain basket, tapi sempat cedera jadi enggak bisa lanjut. Dia sering bilang kalau mau melanjutkan, tapi lewat aku,” cerita Davin.

Meski begitu, perjalanan Davin tidak langsung dipenuhi rasa suka.

Pada awalnya, ia bahkan bermain basket karena dorongan sang ayah. Ketika melihat tim SMP Gloria berlaga di JRBL, Jacub sempat bertanya kepada Davin apakah dirinya tidak ingin merasakan hal serupa.

Davin pun mencoba.

Awalnya terasa terpaksa. Namun, semakin sering berada di lapangan, perasaan itu berubah.

“Aku sadar aku enggak suka, tapi lama-lama aku malah makin suka main basket,” ujarnya.

Dari sana, basket perlahan menjadi milik Davin sendiri.

Ia bergabung dengan tim SMP Gloria ketika kelas IX. Setelah melanjutkan ke jenjang SMA, Davin kembali membela Gloria 2 dan kini sudah memasuki tahun keduanya tampil di DBL East Java-North.

Baca juga: Dulu Harus Netral, Kini Damas Berpihak untuk Smansa

Di balik perjalanannya, Jacub tetap menjadi sosok yang tak pernah jauh dari aktivitas basket Davin.

Sang ayah bahkan kerap merekam pertandingan Davin dan mengunggahnya ke kanal YouTube. Namun, ketika mendekati DBL dan pertandingan mulai semakin kompetitif, video tersebut biasanya tidak langsung dipublikasikan.

Tujuannya sederhana. Jacub tak ingin tim lain mengetahui permainan Gloria 2 terlalu banyak.

Dukungan sang ayah pun terasa setiap kali Davin bermain. Pada laga kedua Gloria 2, Jacub kembali hadir menyaksikan putranya bertanding.

Tak banyak pesan yang diberikan sebelum pertandingan. Davin hanya diminta bermain lepas. Pesan sederhana itu justru menjadi bentuk dukungan yang terus ia rasakan.

Kini, ucapan sang ayah tentang meneruskan sesuatu yang dulu tak bisa ia lakukan bukan lagi terasa sebagai tuntutan bagi Davin.

“Jadi motivasi,” katanya.

Motivasi tersebut ikut tumbuh bersama ambisi Davin. Jika dulu basket sekadar olahraga yang ia coba karena ajakan sang ayah, sekarang ia memiliki tujuan sendiri.

Bermain di DBL East Java-North bukan lagi sekadar mimpi untuk bisa tampil. Davin ingin berkembang, tampil lebih baik, dan memberikan kontribusi lebih besar untuk tim.

“Mimpinya lebih dari cuma ikut DBL. Aku mau bisa lebih perform, bisa lebih bantu di tim,” tuturnya.

Baca juga: Tangis Haru Ayah Temani Mimpi Reyvalino Tampil di DBL

Perjalanan Davin juga sempat berada di titik yang hampir membuatnya meninggalkan basket.

Ketika kelas IX, sebuah insiden membuatnya nyaris tidak bisa masuk tim inti dan berpotensi melewatkan kesempatan bermain bersama SMP Gloria 2. Saat itu, Davin sempat berpikir untuk benar-benar meninggalkan basket.

Jacub pun ikut merasakan kesedihan tersebut.

Namun, sang ayah tetap berada di sampingnya. Dukungan itu membuat Davin kembali menemukan jalan untuk bermain bersama timnya.

Kini, beberapa tahun setelah pertama kali mencoba basket karena ajakan sang ayah, Davin justru memiliki mimpi yang lebih besar. Ia ingin melihat sejauh mana dirinya bisa melangkah.

Basket juga memberinya pelajaran yang mulai ia bawa ke luar lapangan. Salah satunya tentang disiplin dan kerja keras.

“Kalau kamu mau suatu hasil, kamu harus kerja keras,” katanya.

Jika suatu hari kesempatan menjadi pemain profesional datang, Davin pun siap mengikutinya.

Dan ada satu hal yang ia pastikan, ia ingin melangkah lebih jauh dari perjalanan basket sang ayah.

Mimpi yang dulu sempat terhenti karena cedera kini menemukan bentuk baru dalam diri Davin. Bukan lagi sekadar mimpi milik sang ayah, tetapi mimpi yang perlahan tumbuh menjadi miliknya sendiri.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Gloria 2 dan Smansa Gresik Menang Hari Ini!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS