ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Kenzu Nicholas Liem saat membela SMA Kolese Santo Yusup Malang di DBL East Java-South 2026, pada 19 Agustus 2026

Di balik reputasi SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu) sebagai salah satu tim basket unggulan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, ada kisah luar biasa dari para penggawanya. 

Musim lalu, nama Kenzu Nicholas Liem mungkin baru terdengar di panggung AZA 3X3 Competition 2025 East Java-South kala membawa timnya melenggang hingga babak semifinal.

Namun musim ini, Kenzu membuktikan bahwa kapasitasnya jauh melampaui dari sekadar tim tiga lawan tiga. 

Tak hanya sukses menembus skuad utama lima lawan lima dari tim yang memikul tradisi besar sebagai langganan finalis dua musim terakhir, pemain kelas XII ini juga mengukir capaian spektakuler di panggung sains internasional.

Di tengah padatnya porsi latihan fisik dan taktik Kosayu yang terkenal disiplin tinggi, Kenzu justru sibuk mengumpulkan medali olimpiade level nasional hingga ke mancanegara.

Ketika kebanyakan remaja menghindari rumitnya soal aljabar dan kalkulus, Kenzu justru menemukan kesenangan di sana. Sejak duduk di bangku TK, angka-angka sudah menjadi "mainan" favoritnya.

"Dari TK sudah senang sama materi tambah-kurang. Dulu kalau guru kasih soal dan aku sudah selesai, aku malah minta soal lagi. Matematika itu ada challenge-nya, kita disuruh memecahkan suatu masalah," kenang Kenzu sembari tersenyum.

Baca Juga: Sulap Maskot Jadi Superhero, Begini Cerita Koreo Berseri Bhaskara Smarihasta

Namun, dorongan untuk benar-benar terjun ke dunia kompetisi akademik baru terpicu saat memasuki jenjang SMA. Ada peran dan lecutan besar dari kedua orang tuanya di balik semangat juangnya.

"Jujur, kalau lomba akademik itu awalnya sering dipaksa sama Mama dan Papa. Mereka minta aku kejar akademiknya dulu, non-akademik seperti basket dijadikan hobi saja. Dari situ aku mulai fokus riset lomba, belajar terus, dan siapkan mental," ungkap siswa yang gemar belajar secara mandiri itu.

Lecutan itu berbuah manis. Memasuki kelas XI, Kenzu sadar bahwa prestasi akademik adalah modal utamanya untuk membangun portofolio demi mengejar mimpi kuliah di luar negeri.

Puncak prestasi akademiknya meledak di ajang Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) 2026. Setelah meraih medali perunggu di tingkat nasional, Kenzu berhak terbang ke Malaysia untuk bertanding di level internasional secara langsung (on the spot).

Bertarung melawan peserta dari berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah, Afrika, India, hingga sesama wakil Indonesia, Kenzu sempat merasa pesimistis karena tingkat kesulitan soal yang amat tinggi.

"Lombanya susah banget. Aku bahkan jadi orang ketiga terakhir yang selesai ngerjain. Pasrah banget, mikirnya paling mentok dapat juara tiga atau honorable mention," kenangnya.

Rasa pasrah itu berubah menjadi kejutan luar biasa saat pengumuman pemenang diumumkan keesokan harinya. 

Nama Kenzu Nicholas Liem dipanggil sebagai peraih Medali Emas (Gold Medalist) peringkat pertama untuk kategorinya.

"Nggak expect sama sekali tiba-tiba dipanggil sebagai gold medalist. Padahal waktu dihitung skornya sama kayak temanku, tapi ternyata aku dapat gold yang pertama," tambahnya.

Baca Juga: Bak Tim Profesional, Kosayu Punya Rapor Pemain dan Rekrut 4 Pelatih Sekaligus

Kecintaannya pada matematika dan analisis masalah membentuk visi masa depan Kenzu secara terstruktur. 

Ia membidik jurusan Business Mathematics di kampus impiannya, University of Melbourne, Australia.

"Dari dulu aku pengen kerja jadi orang yang bisa menganalisis risiko bisnis. Bagaimana soal prospek ke depannya, uang ini enaknya dipakai ke mana, dan kalau bangun proyek apakah bakal untung atau rugi. Makanya pengen kuliah di Australia sekalian cari pengalaman part-time," terangnya.

Meski fokus mengejar universitas top dunia, perhatian Kenzu kini tertuju penuh pada panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South. 

DBL-East-Java-South-Kenzu-Nicholas-Liem-SMA-Kolese-Santo-Yusup-Malang
Kenzu Nicholas Liem (jersei terang) saat berusaha menjebol lini pertahanan lawan

Sebagai penggawa anyar di tim lima lawan lima Kosayu, ia membawa kepercayaan diri setinggi langit. Bagi Kenzu, tidak ada target lain selain membawa Kosayu kembali ke takhta tertinggi.

"Targetku champion di Malang, dan kalau bisa harus champion juga di Surabaya. Seberapa pede? 100 persen pede!" tegas Kenzu mantap.

Buat kalian yang penasaran, inilah deretan prestasi Kenzu Nicholas Liem dalam dua tahun terakhir.

Medali Emas - Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) Internasional 2026 (Malaysia)

Medali Perunggu – Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) Nasional 2026

Medali Emas - Olimpiade Sains Nusantara (OLIMNUS) 2026

Finalis - Eduversal Mathematics Competition 2026

Grand Finalis - Kompetisi Pelajar Garuda Nusantara 7 (KPGN) 2026

Semifinalis - AZA 3X3 Competition 2025 East Java-South 

Baca Juga: Bestie Abis! Nando-Dwita Kompak Juara Choir di Taipei, Kini Tampil di DBL Dance

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS