Keberhasilan tim putri Smariduta -sebutan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung- menjadi juara di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-West tidak lepas dari peran sang pelatih.

Ini jadi kali pertama Agung Prasetyo menjadi nakhoda kapal Smariduta di DBL Madiun. Musim lalu ia menjadi peramu strategi di SMKN 2 Boyolangu. Saat itu, tim putri SMKN 2 Boyolangu berhasil keluar sebagai juara di DBL Madiun dan tampil di DBL Arena untuk pertama kalinya.

Nah, di laga final musim lalu, putri SMKN 2 Boyolangu bertemu dengan SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Menariknya di sini. Usut punya usut, coach Agung merupakan alumnus SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. Doi pernah membela almamaternya di ajang DBL pada musim 2008.

“Pernah, saya pernah main di DBL tahun 2008. Waktu itu Smariduta masih ikut DBL di Surabaya. Tahun 2009 akhirnya dibagi dua wilayah Surabaya dan Malang. Smariduta pindah ke wilayah Malang,” ujarnya.

Baca juga: Pianniza Disney Ramadhan, Nama yang Lahir dari Film dan Musik

Nah, setelah sukses bersama SMKN 2 Boyolangu, coach Agung kembali ke Smariduta sebagai kepala pelatih tim putri. Perjalanannya kembali ke Smariduta tak masuk dalam rencana.

“Nggak pernah terlintas untuk melatih tim Smariduta. Tapi, saya dapat rekomendasi dari pelatih tim cowok dan alumni yang lain untuk melatih tim Smariduta cewek. Akhirnya saya terima tawaran itu,” ungkapnya.

Menariknya, coach Agung bertemu dengan SMKN 2 Boyolangu di partai final. Bedanya kali ini ia berada di sudut yang lain, “Melawan SMKN 2 Boyolangu sangat berat ya. Karena saya melawan anak-anak yang sudah berjuang bersama-sama dengan saya pada tahun lalu. Terus sekarang saya bertemu lagi dengan mereka,” ceritanya.

Baca juga: Mimpi Hesel Sandya Zaidan, dari Lintasan Balap ke Lapangan Basket

Sejak masih menjadi pemain, coach Agung punya mimpi untuk membawa sekolah tercinta juara. Mimpi tersebut baru bisa diwujudkan oleh coach Agung saat ia menjadi pelatih.

“Memang menjadi salah satu mimpi saya jadi bagian dari tim Smariduta. Apalagi bisa sampai juara. Saya sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk memberikan yang terbaik untuk almamater SMA saya,” terangnya.

Coach Agung juga menambahkan, “Sebagai alumnus, apa yang saya ukir tahun ini itu jadi kebanggaan tersendiri. Bisa melatih tim yang pernah saya bela waktu SMA dan bisa sampai juara,”

Perjalanan karier melatih coach Agung bermula pada tahun 2018. Namun, sempat berhenti pada tahun 2020 karena pandemi, “Saya sudah melaih sejak 2018. Awalnya karena hobi saya main basket dan sudah nggak bisa jadi pemain, makanya saya menyalurkan hobi saya dengan cara menjadi pelatih,” ucapnya.

Coach Agung punya sudut pandang tersendiri melihat ajang DBL. Bukan sekadar kompetisi basket antarpelajar saja.

“Buat kami dari sekolah kabupaten kecil, bisa sampai juara di ajang sebesar DBL itu kebanggaan tersendiri. Ini jadi panggungnya anak-anak buat menggapai mimpi mereka,” tandasnya.

DBL juga menjadi tempat coach Agung mewujudkan mimpi yang sempat tertunda. Mimpi mengangkat piala ketika masih memakai jersei sekolah akhirnya terwujud saat ia menjadi kepala pelatih almamater masa SMA. Selamat, coach Agung!

Profil Agung Prasetyo bisa kalian cek di bawah ini.

Populer

Air Mata dan Pengorbanan Aliyah Shabirah Tuntaskan Janji untuk Smarihasta
Dulu Runner Up Bareng Smaga, Kini Bawa Smansa ke Playoffs DBL East Java-South
Hasil DBL East Java-South: Semifinalis Sektor Putri Masih Dihuni Wajah Lama!
Hasil DBL Mataram 2026: Perebutan Tiket Playoffs Semakin Seru!
Skenario DBL East Java-North: Putra Putri Sembilan Incar Posisi di Round 2!