Langkah Aliyah Shabirah Wijaya lemas saat meninggalkan lapangan usai peluit panjang laga Big Eight Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South berbunyi.
Di papan skor, terpampang angka 17-14 mengunci keunggulan runner-up musim lalu, SMAN 3 Blitar.
Bagi orang lain, laga itu mungkin sekadar pertarungan ketat dengan perolehan skor tipis. Namun bagi Aliyah dan SMAN 8 Malang (Smarihasta), kekalahan tersebut menandai akhir dari sebuah perjalanan emosional yang amat panjang.
Smarihasta bukan nama baru di panggung DBL East Java. Mereka adalah Ratu Malang yang pernah bertakhta sebagai juara DBL East Java 2017 dan 2018, serta menjuarai DBL East Java-South 2022.
Namun, beberapa musim terakhir menjadi ujian terberat. Regenerasi pemain yang tersendat membuat prestasi Smarihasta perlahan melorot, bahkan dua musim beruntun mereka gagal menembus playoffs.
Di tengah masa-masa sulit itu, Aliyah melangkah masuk. Alasan Aliyah pun sederhana. Yakni tentang sejarah basket dan sang ayah.
"Dulu awalnya aku di seni, tapi mama papa kan basket. Papa juga alumnus SMA Negeri 8 Malang. Aku pengen ngikutin jejak Papa, main basket dan sekolah di Smarihasta karena historis basketnya oke. Aku pengen mempertahankan itu," kenang Aliyah.
Baca Juga: Dari Monolog ke Tari Modern, Darah Seni Mendarah Daging Bersama Janitra Astadewi
Tahun-tahun awalnya di Smarihasta diwarnai kenyataan pahit. Dalam dua musim beruntun Aliyah harus meratapi kegagalan di babak penyisihan grup.
Baru di musim ketiganya sekaligus musim terakhirnya menggunakan jersei Smarihasta, Aliyah yang kini mengemban amanah sebagai kapten berhasil membawa timnya bounce back dan mengunci kembali tiket ke babak playoff.
.jpg)
Tim putri SMAN 8 Malang berhasil mengamankan tiket playoffs DBL East Java-South 2026
Keberhasilan menembus Big Eight musim ini tidak didapat dari keberuntungan belaka. Di balik senyum lega saat lolos dari fase grup, ada harga mahal berupa porsi latihan yang menguras seluruh tenaga dan waktu luang mereka.
"Kita tuh latihan bukan cuma keras, tapi mati-matian. Digempur fisik pagi dan sore sampai empat jam tanpa rest. Di saat anak-anak lain liburan ke sana-sini, kita bener-bener nggak ada libur sama sekali. Pulang sekolah langsung latihan setiap hari," tutur Aliyah.
Pengorbanan itu seolah terbayar saat mereka menginjakkan kaki di babak Big Eight. Menghadapi tim kuat SMAN 3 Blitar, Smarihasta tampil tanpa rasa gentar.
Meski sempat tertinggal di awal, Smarihasta terus membayang-bayangi dan memangkas jarak menjadi 10-12 di paruh pertama.
Baca Juga: Dedikasi 31 Tahun Coach Tatok untuk Basket & Bawa Smarihasta Solid ke Playoffs
Puncaknya terjadi di kuarter pemungkas. Lini pertahanan Smarihasta yang lebih rapat sukses mengunci pergerakan lawan hingga SMAN 3 Blitar tak mampu mencetak satu poin pun di kuarter keempat.
Sayang, beberapa eksekusi akhir kurang dimanfaatkan dengan baik. Sejak awal pertandingan, mereka hanya mengonversi 5 dari 18 kesempatan free throw.
Bahkan di kuarter keempat mereka hanya menambah dua poin dan harus merelakan tiket Fantastic Four melayang dengan selisih tiga angka (17-14)
Meskipun langkahnya harus terhenti di babak delapan besar, Aliyah meninggalkan DBL East Java-South 2026 dengan besar hati.
.jpg)
Aliyah Shabirah (nomor punggung 13) usai menjalani laga kontra SMAN 3 Blitar
Ia telah menepati janjinya untuk membawa nama Smarihasta kembali ke jajaran tim elite Malang, yakni ke babak playoff.
"Di tahun terakhirku ini, aku dan teman-teman sudah kasih yang terbaik. Terima kasih buat Bunda, Papa, Coach Tatok, Coach Dana, guru-guru, official, tim dance, dan para supporter. Dan sebagai kapten, aku minta maaf buat teman-teman kalau belum bisa bawa lebih jauh. Tapi aku percaya, adik-adik selanjutnya pasti bisa ngasih yang jauh lebih baik," tutup Aliyah.
Baca Juga: Atraksi 4D Dino Bhaskara Smarihasta Warnai Lolosnya Kedua Tim Basket ke Playoffs
Smarihasta mungkin gagal melangkah ke semifinal musim ini. Namun lewat keringat, dan keteguhan hati Aliyah Shabirah, pondasi kejayaan sang mantan juara telah berhasil ditegakkan kembali.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)