Di bawah sorak-sorai tribun GOR Ken Arok, Malang, saat gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, ada pemandangan menarik dari balik garis tepi lapangan.
Mellyani Putri Sanjaya, sosok yang beberapa musim lalu ikut berjuang di tengah lapangan, kini berdiri tegak dengan gestur berbeda.
Mantan pemain kunci SMAN 3 Blitar yang berhasil merengkuh predikat runner-up DBL East Java-South 2023, menembus jajaran Second Team DBL East Java 2023, serta menjadi bagian dari Kopi Good Day DBL Camp 2024 itu kini sedang merintis sebagai asisten pelatih tim putra SMAN 1 Malang (Smansa).
Laga Sweet Sixteen Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South pada Minggu, 30 Agustus lalu sejatinya tidak berjalan mulus bagi Smansa setelah harus mengakui keunggulan Charis National Academy Malang 74-27.
Namun, bagi Coach Melly dan anak-anak asuhnya, pencapaian musim ini adalah sebuah tonggak penting.
Setelah tiga musim beruntun terhenti di fase grup, keputusan manajemen tim mempercayakan bangku kepelatihan kepada Coach Melly sejak dua musim terakhir berhasil membawa Smansa “naik kelas” dan melangkah ke babak playoff.
"Rasanya jadi pelatih itu beda banget, ada rasa 'gemes' yang nggak bisa dibohongi," kata mahasiswi Teknik Sipil Universitas Negeri Malang (UM) tersebut sambil tertawa.
"Waktu masih jadi pemain dan dapet lawan yang di atas kita, rasa down atau nggak pede itu wajar. Nah, waktu sekarang di posisi pelatih dan ngeliat anak-anak ngedown, aku cuma bisa ngebatin: 'Sebenarnya kamu tuh bisa, cuma karena kurang pede akhirnya kemampuanmu tertutup'. Tanganku rasanya pengen ganti jersei terus ikut masuk ke lapangan, tapi kan nggak bisa."
Baca Juga: Musim Lalu Bawa Moklet Menang, Kini Coach Bayu Ikut Kawal Bhawikarsu Revans!
Menitip karier kepelatihan di Malang sembari merantau dan menempuh pendidikan perkuliahan, Coach Melly membawa formula pembinaan khas tanah kelahirannya, Blitar.
Salah satu poin utama yang ia tanamkan kepada para penggawa Smansa adalah budaya gemblengan fisik.
"Kalau di Blitar, nomor satu itu fisik. Aku menerapkan cara latihanku dulu di Blitar ke anak-anak Malang. Fisik harus bagus, biar pas game minimal 40 menit mereka siap fight dan stamina satu sama lain nggak jomplang," tegasnya.
Meski demikian, statusnya sebagai perantau dan salah satu pemain andalan Jawa Timur, membuat Coach Melly bertindak bijak.
.jpg)
Ia tak mentah-mentah memindahkan metode kepelatihan gaya keras ke dalam dinamika tim Smansa yang memiliki latar belakang berbeda.
Pendekatan komunikasi disesuaikan, terlebih Smansa merupakan sekolah yang sangat menonjolkan prestasi akademik.
Bagi Melly, menjadi bagian dari tim pelatih Smansa bukan sekadar mencari lisensi atau alih profesi semata, melainkan bagian dari proses eksplorasi diri dan kecintaannya pada dunia basket yang telah membesarkannya.
Baca Juga: Hasil DBL East Java-South: Sweet Sixteen Tuntas, Kursi Big Eight Terisi Penuh!
Selain bertindak sebagai asisten pelatih, ia juga aktif menjajal peran sebagai wasit di berbagai kejuaraan.
"Aku sih nyoba dua-duanya, ngelatih dan jadi wasit, biar nanti tahu mana yang paling cocok buat jangka panjang. Dalam basket, menurutku kita harus paham semua sisi. Kalau aku pernah jadi pemain, pelatih, dan wasit, aku bisa mengerti posisi masing-masing pihak," tuturnya.
Menatap musim-musim mendatang, evaluasi mendalam telah dikantongi Coach Melly untuk membawa Smansa melangkah lebih jauh dari sekadar langganan playoffs.
.jpg)
Coach Mellyana Putri bersama skuad putra SMAN 1 Malang di DBL East Java-South 2026
Selain pembenahan fisik, penguatan mental bertanding dan chemistry antarpemain di luar lapangan jadi prioritas utamanya.
"Paling penting itu mental dan percaya diri. Jangan pernah meromantisasi rasa sakit, cedera atau capek itu wajar buat atlet, selagi masih bisa lari, bangkit lagi. Selain itu, chemistry di luar lapangan juga harus dibenerin dulu, khususnya tim cewek. Kalau di luar lapangan sudah akrab dan nggak ada gap, di dalam lapangan otomatis permainannya bakal ikut menyatu," pungkas Coach Melly.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)