Bagi Khanza Ramadhan Putra Abian, melantai di atas GOR Ken Arok, Malang bukan sekadar menggiring bola atau mencetak angka. 

Pemain MAN 2 Kota Malang (Magma) itu tahu persis bahwa setiap detik menit bermain yang ia dapatkan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South merupakan hasil dari doa tanpa henti dari sang bunda, Rezty Ramadhani.

Siapa sangka, salah satu pebasket yang kini mengawal Magma hingga Big Eight ini mulanya terjun ke dunia basket bukan karena ambisi besar untuk menjadi bintang. 

Saat masih duduk di kelas VI SD, Abian hanyalah seorang anak yang bertarung melawan penyakit asma.

"Dulu mulai basket itu cuma biar sehat, biar asmanya enggak sering kumat. Dulu bunda keliling cari obat sampai ke luar kota, dari Malang ke Banjarmasin. Dulu sering banget kumat, tapi semenjak rutin basket, alhamdulillah asmanya berkurang banget," kenang Abian. 

Dari sekadar terapi pengobatan, basket kini berubah menjadi passion dalam hidupnya.

Menjadi bagian dari skuad Magma di ajang DBL tentu bukan perkara mudah. Bersekolah di MAN 2 Kota Malang menuntut kedisiplinan tingkat tinggi. 

Baca Juga: Simak Bagan Playoffs DBL East Java-South 2026, Cek Sekolahmu di Sini!

Selain persaingan seleksi tim basket yang ketat, setiap pemain harus menjaga keseimbangan akademik, perilaku, hingga menuntaskan hafalan Al-Qur'an sebagai syarat wajib mengikuti ujian maupun berlaga.

Namun, ujian terberat Abian di DBL East Java-South musim ini justru hadir beberapa hari menjelang laga Big Eight kontra SMAN 3 Blitar, Selasa, 1 September 2026. Tubuh Abian mendadak demam tinggi.

"Tengah malam sakitnya, tiba-tiba harus dibawa ke UGD dan diinfus bentar. Semalam pun Bunda masih nyuapin aku makan, karena aku masih sakit," tutur Abian.

Meski tubuhnya masih lemas, Abian menolak untuk menyerah. Bahkan ia tetap turun ke lapangan, meski paham betul bahwa DBL punya aturan minimal menit bermain.

Di saat kondisi fisik kurang fit, dorongan terbesar Abian untuk tetap bermain hanyalah membahagiakan sang bunda.

"Aku tetap mau main karena Bunda sudah sacrifice semua waktu yang dia punya buat aku. Tadi pagi pun aku berangkat ke sini (GOR) diantar langsung sama Bunda, kalau biasanya naik elf sama teman-teman," tambahnya.


Rezty Ramadhani, bunda Khanza Abian (dua dari kiri) saat menyaksikan langsung pertandingan sang buah hati kontra SMAN 3 Blitar

Dari sudut lain GOR Ken Arok, Rezty Ramadhani tak pernah mengalihkan pandangannya dari sang buah hati. Melihat Abian berjuang menahan sakit di tengah riuhnya pertandingan membuat hatinya terenyuh.

Kendati langkah Magma akhirnya terhenti di babak Big Eight usai menelan kekalahan 39-26 dari SMAN 3 Blitar, sekaligus merelakan tiket Fantastic Four jatuh ke tangan lawan, Rezty tak sedikit pun menyimpan rasa kecewa.

"Sebenarnya hari ini dia lagi sakit, demam. Tadi dia sempat izin ke saya, ‘kalau Abang mainnya enggak maksimal enggak apa-apa ya’, katanya. Bahkan saya sudah siapkan surat izin sakit untuk DBL,” ungkap Rezty, menirukan sang buah hati. 

“Tapi anak-anak (basket MAN 2 Kota Malang) ini memang luar biasa, mereka sudah melewati batas kemampuannya di tengah tuntutan pelajaran dan cuaca yang lagi begini.”

Baca Juga: Sapu Bersih Fase Grup, Begini Rahasia Konsistensi Magma Jaga Tradisi Big Eight

Bagi Rezty, melihat Abian yang dulu bertarung melawan asma dan kini bisa membela sekolah favorit di panggung DBL East Java-South selama dua tahun berturut-turut adalah sebuah anugerah yang tak terhitung nilainya.

Ketika ditanya seberapa berarti kehadiran sang bunda dalam perjalanan karier basketnya, Abian tak sanggup menyusun kata-kata.

"Enggak bisa diucapkan pakai kata-kata. Bunda itu perjuangan paling gede buat aku. Makanya everyday I say thank you to my mom. Setiap mau pergi selalu bilang hati-hati, karena kita enggak pernah tahu apa yang bakal terjadi. Mumpung Bunda masih ada, katakan semua hal yang baik," ucap Abian.


Khanza Abian membela MAN 2 Kota Malang di laga Big Eight DBL East Java-South 2026

Langkah Magma di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South mungkin telah usai di babak delapan besar. 

Namun bagi Abian, perjuangan musim ini memberikan pelajaran, bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang angka di papan skor, melainkan tentang ketulusan untuk berjuang demi orang tersayang. 

Dan tahun depan, di musim terakhirnya, Abian siap kembali dengan harapan dan perjuangan yang lebih besar untuk almamater, dan untuk bunda tersayang.

Baca Juga: Aksi Kapal Bajak Laut Magmatroopers Tutup Kisah Pirates of the Caribbean

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Air Mata dan Pengorbanan Aliyah Shabirah Tuntaskan Janji untuk Smarihasta
Dulu Runner Up Bareng Smaga, Kini Bawa Smansa ke Playoffs DBL East Java-South
Spartans Bangkitkan Zombie yang Pantang Tumbang
Hasil DBL Mataram 2026: Perebutan Tiket Playoffs Semakin Seru!
Hasil DBL East Java-South: Semifinalis Sektor Putri Masih Dihuni Wajah Lama!