Sosok yang menunggangi kuda berdiri di antara riuh tribun. Di sisi lain, seseorang tampak berusaha meraih mahkota, tetapi tangan-tangan mengelilinginya seolah berusaha menghentikan langkahnya.

Dua gambaran itu menjadi bagian dari koreografi Stemba Mania saat mendukung tim basket putra SMKN 5 Surabaya (Stemba) menghadapi SMA Singapore National Academy Sidoarjo pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Senin, 31 Agustus 2026.

Namun, gambar-gambar tersebut bukan sekadar visual yang memenuhi tribun. Di baliknya, Stemba Mania menyimpan cerita tentang seseorang yang terus berusaha mencapai tujuan meski banyak hal datang menghalangi.

Cerita itu mereka rangkum dalam tema “We Are All Trying Here.”

Baca juga: Kebut Lima Hari, Stemba Mania Bawa “Buat Dunia Melihatmu” ke Tribun

Nafeissyah Rezy Anwarudin, Koordinator Stemba Mania, menuturkan proses koreografi dimulai dari menentukan pesan yang ingin mereka bawa. Setelah tema ditemukan, mereka mencari bentuk visual yang dianggap paling mampu menerjemahkan cerita tersebut ke tribun.

“Kita biasanya nyari tema dulu. Setelah itu kita nyari gambar sesuai tema kita apa. Nanti dikreasikan. Jadi memang dari awal kita sudah mikirin, kira-kira apa yang cocok sama tema kita dan bisa menggambarkan apa yang mau kita sampaikan,” jelas Rezy.

Salah satu visual yang mereka pilih adalah sosok yang tengah berusaha meraih mahkota. Alih-alih berdiri bebas, sosok tersebut dikelilingi tangan-tangan yang seolah menarik dan menghambat langkahnya.

“Yang satu itu ada orang yang kayak mau mengambil mahkota, tapi dia dikerubungi tangan-tangan. Jadi kayak ada sesuatu yang menghalangi dia buat mendapatkan apa yang dia mau. Tapi dia tetap berusaha buat mengambil mahkotanya,” ujar Rezy.

Bagi Stemba Mania, tangan-tangan itu menjadi gambaran dari berbagai hal yang dapat menghambat seseorang ketika sedang mengejar tujuan. Mahkota menjadi simbol sesuatu yang ingin dicapai, sedangkan sosok di tengahnya menunjukkan pilihan untuk tetap bergerak meski perjalanan tidak berjalan mudah.

Koreografi Stemba Mania menampilkan sosok bermahkota yang dikelilingi tangan-tangan saat mendukung tim basket putra SMKN 5 Surabaya (Stemba) di DBL Arena Surabaya.

Baca juga: Tak Ingin Energi Tribun Padam, Stemba Mania Terus Kawal Basket Stemba

Makna tersebut kemudian terasa semakin dekat dengan perjalanan Stemba Mania musim ini. Dua pertandingan sebelumnya belum berakhir sesuai harapan, tetapi mereka tidak memilih meninggalkan tribun.

“Kami masih di sini. Walaupun dua match kemarin kalah, kita tetap masih di sini. Kita tetap dukung mereka sampai akhir. Jadi menurutku itu juga cocok sama tema kita, karena kita sama-sama masih mencoba sampai kesempatan terakhir,” tutur Rezy.

Pesan tentang perjuangan tidak berhenti pada satu gambar. Stemba Mania juga menghadirkan koreografi tiga dimensi yang dapat dibolak-balik untuk menunjukkan perubahan dari satu situasi menuju situasi lainnya.

Ketika satu sisi menghadap tribun, terlihat sosok yang sedang mempersiapkan diri. Setelah bagian tersebut dibalik, gambar berubah menjadi sosok yang seolah telah masuk ke dalam pertarungan.

Arel Bintang Wijaya, Koordinator Stemba Mania, menjelaskan perubahan itu sengaja dirancang sebagai gambaran dari proses seseorang sebelum akhirnya benar-benar menghadapi tantangan.

Koreografi 3D Stemba Mania menampilkan sosok ksatria saat mendukung tim basket putra SMKN 5 Surabaya (Stemba) di DBL Arena Surabaya.

“Gambar pertama itu orang yang kayak siap tanding, siap berjuang, kayak berperang lah. Terus yang kedua dia sudah masuk perang. Jadi kita pengin nunjukin prosesnya, dari sebelum dia menghadapi sesuatu sampai akhirnya dia benar-benar ada di dalam perjuangan itu,” jelas Arel.

Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda dari koreografi dua kain yang lebih umum mereka lihat. Alih-alih membuat dua bagian yang ditarik dari sisi berbeda, Stemba Mania menyatukan bagian tiga dimensi di tengah sehingga gambar dapat diputar untuk memperlihatkan visual yang berbeda.

“Kalau sekolah lain kebanyakan kayak dua kain, terus ditarik. Kalau aku kan pakai 3D, terus dibolak-balik. Jadi memang dari awal kita pengin bikin sesuatu yang agak beda dan enggak cuma nunjukin satu gambar,” tutur Arel.

Baca juga: Perjuangan Putra Stemba Berakhir dengan Kemenangan Dramatis!

Proses menuju tribun pun tidak dikerjakan oleh beberapa orang saja. Alumni Stemba Mania ikut memberikan gagasan sejak tahap awal, sementara anggota yang masih aktif mengerjakan bagian teknisnya.

“Dari alumni dibantu. Jadi kita dibantu alumni buat mikirin ide konsep dan lain-lain. Eksekusi juga dibantu. Kita sama-sama mikirin bagaimana caranya supaya konsep yang sudah dibuat itu bisa benar-benar jadi dan bisa dibawa ke tribun,” kata Rezy.

Pengerjaannya kemudian dibagi sesuai kemampuan anggota. Beberapa orang mengurus sketsa, sementara proses pengecatan membutuhkan lebih banyak tangan agar koreografi dapat selesai tepat waktu.

“Yang buat gambar sketsanya paling lima orang. Terus yang ngecat harus yang banyak, karena kan bidangnya juga besar. Jadi yang bagian gambar memang orang-orang tertentu, tapi pas pengecatan hampir semuanya ikut turun,” ujar Arel.

Koreografi itu akhirnya dibawa ke tribun pada laga terakhir Stemba. Bukan hanya gambar yang menjadi penutup perjalanan mereka, tetapi juga pertandingan yang berlangsung ketat hingga detik-detik akhir.

Baca juga: Racik Mimpi Jadi Kejayaan, Persembahan Nineteen Mania untuk Almamater

Kedua tim saling mengejar angka. Ketika waktu pertandingan memasuki kuarter keempat, Stemba masih harus berusaha mengejar selisih yang ada.

Stemba Mania memberikan dukungan dari tribun saat mendampingi tim basket putra SMKN 5 Surabaya (Stemba) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Rezy yang menyaksikan pertandingan dari tribun masih mengingat situasi ketika waktu tersisa sekitar 11 detik. Sebuah foul dari lawan membuat peluang kembali terbuka, sebelum pertandingan berubah menjadi semakin menegangkan.

“Pas lihat quarter empat itu awalnya kurang 11 detik. Lawan dapat foul, untung masuk satu. Kita tambah tinggal satu poin. Dari situ sebenarnya kita sudah mulai deg-degan, karena tinggal sedikit banget waktunya dan selisihnya juga tipis,” kenangnya.

Stemba kemudian mampu berbalik unggul. Namun, keunggulan tersebut belum membuat Arel merasa aman. Peluit kembali berbunyi, dan pertandingan yang sempat mereka kira akan berakhir dengan keunggulan justru kembali berubah.

“Setelah kita unggul satu poin, sisa berapa detik Peluit. Peluit lagi. Akhirnya imbang. Jadi benar-benar sampai akhir itu kita enggak tahu hasilnya bakal gimana. Di tribun juga sudah campur aduk,” tutur Rezy.

Ketegangan itu membuat emosinya ikut terbawa. Baginya, pertandingan tersebut bukan sekadar satu laga tambahan, melainkan kesempatan terakhir untuk menutup perjalanan musim ini bersama Stemba Mania.

“Pas kita ketinggalan poin, aku benar-benar emosi. Soalnya niatku kan match terakhir, ya menang lah. Kita sudah dukung dari awal, sudah lewatin dua pertandingan sebelumnya, jadi pasti penginnya yang terakhir ini ditutup dengan kemenangan,” katanya.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Petra 1 dan Putra Castle Menang Meyakinkan

Keinginan itu akhirnya terwujud. Stemba menutup laga dengan kemenangan tipis satu angka.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan Rezy dan Arel sebagai bagian dari Stemba Mania. Keduanya merupakan siswa kelas XII, sehingga musim ini menjadi kesempatan terakhir mereka berada di tribun sebagai pengurus.

Meski ditutup dengan kemenangan, keduanya tidak serta-merta menganggap perjalanan musim ini sempurna. Ada sejumlah hal yang masih ingin mereka benahi, terutama dalam membawakan koreografi yang telah dipersiapkan.

“Kalau dibilang puas itu kurang puas. Banyak kesalahan-kesalahan, evaluasi-evaluasi. Terutama kita sebagai pihak supporter dalam membawakan koreo ini masih banyak yang kurang. Ada bagian yang menurut kita harusnya bisa lebih rapi, lebih kompak, dan lebih sesuai sama konsep yang sudah dibuat,” ujar Arel.

Bagi Arel, evaluasi tersebut justru menjadi bagian penting dari akhir perjalanannya. Ia tahu tidak akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya ketika musim berikutnya dimulai.

“Aku enggak bisa membenahi evaluasiku di tahunku karena aku memang match terakhir kali ini. Jadi mungkin yang bisa aku lakukan sekarang bukan memperbaikinya sendiri, tapi memberikan apa yang sudah aku pelajari ke adik-adik yang nanti lanjut,” tuturnya.

Pengalaman itu yang ingin ia tinggalkan untuk generasi berikutnya. Bukan hanya tentang bagaimana membuat koreografi, tetapi juga tentang proses panjang di balik sebuah penampilan yang akhirnya hanya terlihat beberapa menit dari tribun.

“Jadi nanti aku bakal kasih ke adik-adik, ke penerus-penerus, setiap momennya selanjutnya. Apa yang sudah kita lakukan, apa yang masih kurang, bagaimana cara kita menyiapkan konsepnya, semuanya bisa jadi bahan buat mereka supaya ke depannya bisa lebih baik,” lanjut Rezy.

Anggota Stemba Mania makan bersama di sela proses pengerjaan koreografi untuk mendukung tim basket putra SMKN 5 Surabaya (Stemba) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Musim ini mungkin menjadi akhir bagi Rezy dan Arel sebagai pengurus Stemba Mania. Namun, cerita yang mereka bawa lewat tribun tidak harus ikut berhenti bersama mereka.

Kuda yang terus melaju, sosok yang mengejar mahkota, tangan-tangan yang menghalangi, hingga gambar yang terus dibolak-balik menjadi satu rangkaian cerita tentang usaha untuk tetap bergerak.

Bagi Stemba Mania, berjuang bukan hanya tentang bagaimana pertandingan berakhir. Ada proses untuk tetap hadir, tetap mendukung, mengevaluasi kesalahan, lalu mencoba lagi ketika kesempatan berikutnya datang.

Dan pada laga terakhir mereka, perjuangan itu berakhir dengan satu hal yang sejak awal mereka harapkan kemenangan.

Baca juga: Agus Setiadi, di Balik Semangat SMAN 3 Surabaya dan Telumania

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMKN 5 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-East 2026, Selasa 22 September 2026
Mengenal Format Baru Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Skenario DBL East Java-North: Banyak Laga Do or Die pada Hari Terakhir Round 2!
Sempat Tertinggal 15 Poin, GPS Bekasi Rebut Takhta DBL West Java-West Lagi!
Hasil DBL West Java-East: Finalis Musim Lalu Pulang, Trimulia Kembali ke Final!