ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Stemba Mania memberikan dukungan kepada tim basket putra SMKN 5 Surabaya saat menghadapi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Minggu (9/8/2026).

Sebuah cerita tentang masa lalu terbentang di tribun DBL Arena Surabaya ketika Stemba Mania mengawal tim putra SMKN 5 Surabaya menghadapi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu, 9 Agustus 2026.

Bukan sekadar kain berukuran besar, koreo yang dibawa Stemba Mania menyimpan pesan tentang perjalanan basket Stemba yang ingin mereka tinggalkan sekaligus perjuangkan kembali.

Buat Dunia Melihatmu.

Tema tersebut menjadi pesan utama yang ingin disampaikan Stemba Mania kepada para pemain yang tengah berjuang di lapangan. Ada cerita tentang masa lalu, kegagalan melangkah ke Round 2, hingga keinginan untuk menunjukkan bahwa basket Stemba mampu berkembang.

“Karena selama ini basket Stemba itu benar-benar susah untuk lolos Round 2. Di DBL tahun kemarin itu hanya beda satu poin, kalau nggak dua poin, biar lolos di Round 2 tapi nggak bisa,” ujar Eko, anggota koordinator Stemba Mania.

Baca juga: Spider-Man Noir Jadi Pembuka Misi Smamda Brotherhood di DBL East Java-North

Pengalaman tersebut kemudian menjadi alasan di balik tema yang mereka pilih. Buat Dunia Melihatmu menjadi dorongan agar para pemain tidak mengulang cerita yang sama.

“Kita membawakan koreo Buat Dunia Melihatmu itu seolah-olah kita menunjukkan kalau anak basket Stemba itu harus bisa bikin dunia ini melihat kalau kalian layak buat juara, buat lolos. Pokoknya buat upgrade dari sebelumnya,” jelasnya.

Koreo “Buat Dunia Melihatmu” terbentang di tribun saat Stemba Mania mendukung SMKN 5 Surabaya.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam visual yang memenuhi tribun. Latar besar menampilkan sosok berjubah dengan wajah yang tertutup warna hitam, sementara pada kedua sisinya terdapat tangan yang bergerak menuju cahaya.

Visual tersebut menggambarkan masa lalu basket Stemba yang masih membayangi perjalanan mereka. Di sisi kanan, tangan terlihat berusaha mencapai cahaya tetapi masih terjerat bayangan masa lalu.

Sementara itu, tangan di sisi kiri sudah terlepas dari jeratan tersebut dan bergerak menuju cahaya. Dua visual itu menggambarkan dua kondisi yang berbeda masih terjebak dan mulai mampu melepaskan diri.

“Masa lalu itu nggak bakal pernah hilang sampai kapan pun itu,” tutur Eko.

Cerita tersebut kemudian berlanjut melalui properti tiga dimensi yang ditempatkan di depan koreo. Properti itu dibuat menyatu dengan latar besar di belakangnya sehingga visual yang ditampilkan terasa seperti satu rangkaian cerita.

Suasana DBL Arena Surabaya saat Stemba Mania membentangkan koreo.

Sosok yang sebelumnya berjubah dan tertutup akhirnya ditampilkan tanpa jubah. Bagian tersebut menjadi gambaran seseorang yang sudah berani menunjukkan jati dirinya setelah berhasil keluar dari bayang-bayang masa lalu.

“Intine ndek gambar tersebut iku kayak dia itu sudah nunjukno iki loh jati diriku. Aku wis iso lepas dari masa lalu dan aku wis iso mencapai cahaya iku tadi,” kata Eko.

Bagi Stemba Mania, cahaya tersebut bukan sekadar elemen visual. Cahaya menjadi gambaran kejayaan yang ingin dicapai basket Stemba, tetapi perjalanan menuju ke sana tetap membutuhkan pembuktian.

“Kalau misal awakmu mencapai cahaya iki, mencapai kejayaan iki, awakmu kudu ngaca juga. Awakmu wis pantes nggak buat disebut juara?” lanjutnya.

Baca juga: TENTACLES Bawa Koreo 5D dan Penari Aslinya, Promosikan Ekskul Tari Tradisional

Stemba Mania awalnya mengira pertandingan Stemba akan berlangsung lebih akhir karena berada di Grup G. Namun, jadwal yang keluar setelah technical meeting justru membuat mereka harus bergerak cepat.

Senin digunakan untuk mencari konsep sekaligus berburu kain, cat, dan berbagai kebutuhan koreo. Setelah semua bahan terkumpul, pengerjaan dimulai pada Rabu dan harus selesai sebelum pertandingan Minggu.

Waktu yang tersisa hanya lima hari. Bagi Stemba Mania, setiap jam kemudian menjadi berarti karena sebagian besar anggota juga masih harus menjalani kegiatan magang.

Waktu yang singkat membuat pengerjaan berlangsung hingga dini hari. Sekitar 30 hingga 40 orang sempat terlibat, tetapi kesibukan siswa SMKN 5 Surabaya dengan kegiatan magang membuat jumlah tersebut terus berkurang.

“Karena kita berada di SMK dan banyak faktor magang. Jadi beberapa anak itu ada yang pulang sekitar jam 10, jam 12 itu sudah pulang. Sebenarnya kita nggarapnya sampai subuh banget karena mepet waktu lima hari ini,” jelasnya.

Bahkan, hanya sekitar 15 orang yang bertahan hingga tahap akhir. Dalam satu kesempatan, jumlahnya kembali menyusut menjadi lima orang yang masih mengerjakan koreo sampai dini hari.

Keterbatasan juga datang dari tempat pengerjaan. Stemba Mania tidak mendapatkan izin untuk menggarap koreo di sekolah sehingga mereka harus mencari tempat lain di luar lingkungan sekolah.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuat mereka menghentikan pekerjaan yang sudah dimulai. Seluruh tenaga yang tersisa diarahkan untuk memastikan konsep yang telah dibuat tetap bisa hadir di tribun.

“Kita sebagai koordinator Stemba Mania itu pingin membuktikan kalau walaupun kita magang, kita tetap bisa,” tegas Eko.

Tidak ada latihan khusus untuk mempersiapkan kekompakan tribun. Stemba Mania memilih mempercayakan bagian tersebut kepada warga Stemba yang datang memberikan dukungan.

“Buat kekompakan, sudah kita percaya sama warga Stemba,” ujarnya.

Stemba Mania memberikan dukungan dari tribun saat tim basket putra SMKN 5 Surabaya berlaga melawan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Ketika pertandingan dimulai, kepercayaan itu kemudian dibawa ke tribun. Suara suporter mengiringi perjuangan Stemba, sementara koreo Buat Dunia Melihatmu terbentang sebagai pesan visual untuk para pemain.

Ada masa lalu yang gelap, tangan yang masih terikat, cahaya yang ingin dicapai, hingga sosok yang akhirnya berani menunjukkan jati dirinya.
Semua bagian tersebut mengarah pada satu pesan: perjalanan Stemba belum selesai.

Pesan itu pun tetap berlaku apapun hasil pertandingan. Eko meminta para pemain tidak cepat puas apabila berhasil menang, karena masih ada dua pertandingan lain yang harus dilewati untuk mendapatkan kesempatan menuju Round 2.

“Kalau misal basket Stemba menang di match kali ini, jangan sampai kalian itu sudah besar hati. Karena kalian masih ada dua musuh lagi biar lolos di Round 2,” katanya.

Sebaliknya, kekalahan juga bukan alasan untuk berkecil hati.

“Kalaupun kalah di match kali ini, ya sebaliknya. Jadi kalian jangan berkecil hati karena kalian masih ada dua musuh yang harus kalian bantai,” lanjut Eko.

Pada akhirnya, SMKN 5 Surabaya memang belum berhasil mengamankan kemenangan. Setelah bermain imbang 21-21 hingga akhir kuarter keempat, Stemba harus mengakui keunggulan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya lewat overtime dengan skor 22-26.

Baca juga: Kebut Sejak Juli, Ultras Madness Siapkan Sonic untuk Kawal Putra Smatag

Namun, hasil tersebut bukan akhir dari pesan yang dibawa Stemba Mania.

Buat Dunia Melihatmu bukan sekadar nama koreo. Di dalamnya ada cerita tentang masa lalu yang belum hilang, usaha untuk melepaskan diri dari bayang-bayang tersebut, dan keberanian untuk menunjukkan jati diri.

Lima hari pengerjaan, waktu yang terpotong kegiatan magang, hingga mereka yang bertahan sampai dini hari akhirnya bermuara pada satu visual yang terbentang di DBL Arena.

Kini, masih ada dua pertandingan yang menunggu.

Dan seperti pesan yang mereka titipkan melalui koreo, Stemba masih punya kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia sejauh apa mereka bisa melangkah.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS