Bagi suporter SMAN 19 Surabaya, Nineteen Mania, koreografi di tribun bukan sekadar soal membuat penampilan terlihat meriah. Setiap gambar yang dibentangkan membawa cerita.
Pada hari Kamis, 3 September 2026 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, cerita itu mereka rangkai lewat sebuah perjalanan tentang mimpi, cita-cita, hingga kejayaan.
Capo Nineteen Mania, Fardan Samudra, menyebut konsep tersebut dimulai dari sosok seorang anak kecil yang sedang bermimpi. Koreografi tim putra menjadi bagian pertama dari cerita itu.
Tiga kata muncul secara bergantian di tribun diantaranya Dreamer, Achiever, dan Believer. Ketiganya menggambarkan tahapan seseorang dalam mengejar cita-cita.
“Yang pertama Dreamer, seorang pemimpi. Kita sedang bermimpi, punya mimpi untuk menggapai cita-cita. Kemudian Achiever, seseorang yang sudah mencapai sesuatu atau mendapatkan pencapaian. Terakhir Believer, artinya percaya,” ujar Fardan.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Vita dan Petra 5 Amankan Tiket ke Round 2!
Cerita kemudian berlanjut melalui koreografi tim putri. Jika sebelumnya sosok anak masih berada dalam tahap bermimpi, konsep Time to Build Dream menggambarkan waktunya mulai mewujudkan cita-cita tersebut.
Nineteen Mania memilih langit senja sebagai salah satu visualnya. Warna hitam dan oranye memenuhi koreografi, menggambarkan pemandangan yang akrab bagi siswa-siswi SMAN 19 Surabaya yang berada dekat dengan kawasan pesisir.

Koreo dengan tema 'Recipe of Glory' milik Nineteen Mania di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
“Mungkin karena kami dekat dengan tepi laut dan sering melihat senja,” kata Fardan.
Dari senja, cerita bergerak menuju Recipe of Glory. Sosok anak kecil kini digambarkan sebagai seorang chef yang sedang memasak. Tangannya seolah sedang menaburkan bumbu, sementara tulisan Recipe of Glory menjadi gambaran resep menuju kejayaan.
Pemilihan sosok koki juga sengaja dilakukan untuk memberikan sesuatu yang berbeda.
Baca juga: Agus Setiadi, di Balik Semangat SMAN 3 Surabaya dan Telumania
“Dari awal memang ingin jadi pembeda,” tutur Fardan.
Membuat koreografi tersebut tentu bukan pekerjaan singkat. Jika rangkaian enam koreografi dikerjakan sekitar 3 hari, bagian Recipe of Glory membutuhkan waktu hingga 6 hari karena detailnya lebih rumit. Salah satu bagian tersulit adalah menggambar wajah sosok anak agar terlihat realistis.
Namun, seluruh rangkaian koreografi tersebut memiliki makna yang lebih besar karena bertepatan dengan Dies Natalis ke-38 SMAN 19 Surabaya. Nineteen Mania ingin menjadikan pertandingan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun sekolah.
“Semua orang kalau ulang tahun pasti punya harapan dan berangan-angan apa yang baik. Jadi kami bikin yang pertama itu seorang anak yang bermimpi ingin mencapai cita-cita,” jelas Fardan.
Perayaan tersebut hadir di tengah perjuangan dua tim basket SMAN 19 Surabaya di DBL Arena. Tim putra harus mengakui keunggulan SMA Petra 5 Surabaya dengan skor 27-32.
Sementara itu, tim putri memberikan hasil berbeda. Mereka berhasil mengatasi SMA Gloria 2 Surabaya dalam pertandingan ketat yang harus ditentukan melalui babak double overtime. SMAN 19 Surabaya akhirnya menang 23-19.
Baca juga: Disaksikan Sang Papa, Romanus Purbodhianto Tampil All Out!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)