Penjagaan Ketat yang Membuat Hafiy Harus Mencari Cara Lain

| Penulis : 

Athallah Hafiy Purnomo tahu betul rasanya ketika ruang gerak tiba-tiba menjadi sempit. Pada pertandingan kedua Junior DBL 2026 East Java-North, Selasa, 8 September 2026, pemain SMPN 6 Surabaya (Spensix) itu mendapat penjagaan khusus bersama Alif Javas Danadyaksa Basuki dari SMPN 19 Surabaya (Songolas).

Songolas memberi penjagaan khusus kepada Hafiy dan Javas. Keduanya terus diikuti pemain lawan setiap kali bergerak, membuat ruang mereka untuk menerima bola menjadi lebih sempit. Pola penjagaan seperti ini dikenal sebagai box one.

"Aku sama Javas itu di-box one terus. Kita enggak bisa ngobrol-ngobrol dan kita berdua enggak boleh dapat bola. Jadi memang cukup susah waktu awal-awal."

Pertandingan pun berjalan ketat. Kedua tim beberapa kali saling menyusul dan menjaga jarak skor tetap dekat. Ketika memasuki kuarter kedua hingga kuarter ketiga, Spensix sempat berada dalam posisi tertinggal dan harus mencari cara agar permainan tidak semakin sulit.

Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi

Bagi Hafiy, penjagaan tersebut sempat memengaruhi kepercayaan dirinya. Ia tidak bisa bermain sebebas biasanya karena ruang yang tersedia terus ditutup oleh lawan.

"Awalnya cukup down. Soalnya aku sama Javas di-box one, jadi susah buat dapat bola. Kami harus cari cara lain supaya tetap bisa membantu tim."

Cara itu mulai ditemukan setelah jeda pertandingan. Di ruang istirahat, pelatih perempuan Spensix memberikan semangat kepada para pemain sebelum mereka kembali ke lapangan. Hafiy memang sudah cukup lama mengenal karakter pelatihnya yang tegas.

Pelatih tersebut sudah mendampingi mereka sejak kelas VII. Ketegasan dalam memberikan arahan menjadi bagian dari proses latihan mereka, terutama ketika ada hal yang dianggap masih kurang. Hafiy mengaku sempat kaget ketika pertama kali menghadapinya, tetapi kini ia sudah terbiasa.

Menurutnya, ketegasan sang coach justru membuat pemain lebih sadar terhadap bagian permainan yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah defense, yang beberapa kali menjadi perhatian dalam latihan maupun pertandingan.

“Kalau dari coach, aku sering dievaluasi soal defense. Memang harus dimarahin atau ditegur kalau ada yang kurang, supaya kami tahu apa yang harus diperbaiki.”

Baca juga: Drew dan Nick, Saudara Kembar yang Kompak Tanpa Sinyal Khusus

Selepas half time, Spensix mulai bermain lebih berani. Mereka tidak lagi terlalu bergantung pada Hafiy dan Javas untuk membuka serangan, tetapi mencoba membuat bola terus bergerak dan mencari celah dari pertahanan Songolas.

Hafiy menyebut perubahan itu terasa ketika timnya mulai meningkatkan pertahanan dan tidak lagi ragu mencari celah dari pertahanan lawan. Perlahan, Spensix bisa kembali mengambil kendali pertandingan yang sebelumnya berjalan sangat ketat.

“Yang kami lakukan itu ningkatin defense. Terus kami juga lebih berani drive-drive, jadi enggak terlalu ragu lagi waktu dapat kesempatan.”

Athallah Hafiy Purnomo (nomor punggung 15), pemain SMPN 6 Surabaya (Spensix), melakukan layup saat menghadapi SMPN 19 Surabaya (Songolas) pada Junior DBL 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Permainan tersebut membawa Spensix hingga penghujung pertandingan. Keunggulan yang berhasil mereka dapatkan mampu dipertahankan sampai akhir, sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 20-17 atas Songolas.

Hafiy tidak melihat kemenangan itu hanya dari hasil akhirnya. Ada satu bagian permainan yang membuatnya cukup puas, terutama setelah mereka sempat kesulitan membangun serangan karena penjagaan ketat sejak awal.

“Sudah bisa share bola aja sih. Menurutku itu yang cukup bagus dari permainan kami hari ini, karena bolanya bisa tetap jalan dan enggak cuma berhenti di satu pemain.”

Baca juga: Hasil Junior DBL 2026 Surabaya: Putri Dapuda Lalui Overtime Dramatis!

Meski begitu, masih ada hal yang ingin dibenahi. Hafiy merasa pertahanan Spensix belum sepenuhnya konsisten, sementara permainan individunya sebagai point guard atau shooting guard juga belum keluar maksimal, terutama dalam dribble dan shooting.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi Spensix agar tidak menganggap remeh lawan. Athallah menyadari pertandingan yang ketat membutuhkan ketenangan, terutama ketika kedua tim terus saling mengejar dan tidak ada yang benar-benar bisa menjauh.

“Pelajaran besarnya jangan underestimate lawan. Tadi mungkin sedikit begitu, jadi kami harus lebih tenang dan lebih fokus lagi kalau ketemu pertandingan seperti ini.”

Kemampuan Hafiy untuk tetap bertahan dalam pertandingan panjang juga tidak datang begitu saja. Ia sudah mengenal basket sejak akhir kelas III SD, ketika kakak laki-laki dan perempuannya mulai mengajaknya bermain.

Saat pandemi Covid-19, permainan bersama kakak-kakaknya semakin sering dilakukan di rumah. Waktu itu basket belum menjadi sesuatu yang serius baginya. Ia hanya menikmati waktu bermain bersama keluarga.

“Dulu sering main sama kakak, apalagi waktu Covid. Tapi belum serius, cuma kayak main-main saja. Dari situ lama-lama aku mulai suka basket.”

Baca juga: Kesempatan yang Dinanti Akhirnya Datang, Spenda Debut di Junior DBL 2026

Memasuki kelas III SD, Hafiy mulai mengikuti klub. Ia sempat berpindah beberapa klub dan mulai mengenal latihan yang lebih terarah. Di sana, ia belajar pattern dan memperbanyak latihan shooting.

Pertandingan antarklub juga menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia cukup sering mengikuti kompetisi dan terakhir bermain di Jogja pada Juli lalu. Pengalaman itu membuatnya semakin terbiasa menghadapi pertandingan dengan tekanan yang berbeda-beda.

Sementara bersama Spensix, latihan fisik menjadi bagian yang membantu menjaga staminanya. Setiap Kamis, seluruh pemain menjalani program lari selama satu jam, kemudian dilanjutkan dengan 100 push-up, 75 sit-up, dan 50 back-up.

Porsi tersebut menjadi rutinitas yang harus dijalani bersama. Hafiy merasakan manfaatnya ketika musim ini mendapat kepercayaan bermain lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.

Baca juga: Spensa Surabaya Rayakan HUT ke-75, Bunda Eko Junjung Sportivitas

Di luar lapangan, dukungan keluarga juga tetap menjadi bagian dari perjalanannya. Sang mama hadir langsung menyaksikan pertandingan di DBL Arena, sedangkan pesan dari sang papa sebelum pertandingan cukup sederhana dan selalu ia ingat.

“Papa bilang semangat sama fokus. Kalau mama datang langsung nonton, jadi ya aku berusaha fokus dan kasih yang terbaik di lapangan.”

Di antara rekan setimnya, Javas menjadi salah satu pemain yang paling dekat dengannya. Keduanya sudah terbiasa memahami posisi masing-masing di lapangan. Bahkan ketika tidak sedang membicarakan strategi, mereka masih bisa menyelipkan candaan untuk menjaga suasana tetap santai.

“Biasanya cuma tahu harus ke mana-ke mananya dilapangan tuh. Terus kadang bercanda juga sedikit. Jadi walaupun di lapangan tegang, tetap bisa santai.”

Pada pertandingan kali ini, kedekatan itu justru harus melewati situasi berbeda. Hafiy dan Javas tidak bisa terlalu bebas bermain karena penjagaan khusus Songolas membuat keduanya harus berbagi peran dengan pemain lain.

Baca juga: Kecil-kecil Cabe Rawit, Aidan Ramadika Buktikan Diri untuk SMP NSA!

Namun, dari situlah Spensix menemukan cara untuk tetap bergerak. Bola terus dibagikan, pemain lain ikut mengambil tanggung jawab, dan Hafiy mulai berani mencari celah ketika kesempatan datang.

Kini, setelah melewati laga yang ketat tersebut, Hafiy tidak ingin berhenti pada kemenangan. Ia masih melihat defense, dribble, dan shooting sebagai bagian yang perlu diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya.

“Targetnya lebih baik daripada ini. Masih banyak yang harus dievaluasi, terutama defense. Semoga pertandingan berikutnya bisa lebih baik lagi.”

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Athallah Hafiy Purnomo bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMPN 6 Surabaya vs SMPN 19 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Hasil Junior DBL 2026 Surabaya: Putri Dapuda Lalui Overtime Dramatis!
Pernah Rasakan Playoff, Ghoni Ingin Smanda Naik Level
Targetkan Tembus Final, Putri Cita Hati West Uji Kekuatan Lawan Kosayu!
Jadwal dan Link Live Streaming Junior DBL 2026 Surabaya, Selasa 8 September 2026
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya