Keinginan untuk tampil di Junior DBL sudah lebih dulu tumbuh dari generasi sebelumnya di SMPN 2 Surabaya (Spenda). Sejak duduk di kelas VII, para pemain sudah membayangkan bisa merasakan atmosfer pertandingan dan bermain di DBL Arena.
Keinginan tersebut kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya. Pada Junior DBL 2026 East Java-North, tim putri Spenda akhirnya mendapat kesempatan untuk mewujudkannya.
Senin, 7 September 2026 menjadi hari pertama Spenda tampil di Junior DBL. Menghadapi SMP Petra 3 Surabaya pada pertandingan kedua, Spenda harus mengakhiri laga dengan skor 5-38.
Baca juga: Hasil Junior DBL 2026 Surabaya: Putri Dapuda Menang Lewat Overtime!
Meski hasil pertandingan belum berpihak kepada mereka, debut tersebut menjadi pengalaman penting bagi Spenda. Sebab, perjalanan menuju lapangan itu tidak datang secara tiba tiba.
Bu Fatimah Abdullah, tim medis SMPN 2 Surabaya, mengatakan keinginan mengikuti Junior DBL sudah muncul sejak pemain dari generasi sebelumnya masih duduk di kelas VII. Keinginan tersebut terus dibawa hingga akhirnya generasi tahun ini mendapat kesempatan.
"Memang dari kelas VII itu anak anak sudah punya impian. Kepengin ikut event di Junior DBL. Baru bisa kesampaian tahun ini," ujar Bu Fatimah.
Sebelumnya, para orang tua juga sudah beberapa kali menyampaikan keinginan agar Spenda dapat mengikuti Junior DBL kepada coach. Namun, kesempatan tersebut belum terwujud karena masih ada pertimbangan mengenai kesiapan para pemain.
Tahun ini, keinginan tersebut kembali muncul dengan dorongan yang lebih besar. Anak anak Spenda bahkan ikut meminta coach untuk mengusahakan agar mereka bisa tampil.
Baca juga: Spensa Surabaya Rayakan HUT ke-75, Bunda Eko Junjung Sportivitas
Kesempatan itu belum langsung menjadi kepastian. Spenda sempat berada dalam waiting list sehingga para pemain masih harus menunggu apakah mereka benar benar mendapat tempat di Junior DBL.
Bu Fatimah yang menggunakan email untuk komunikasi tim ikut menunggu kabar tersebut. Hampir setiap hari ia memeriksa email untuk memastikan apakah sudah ada informasi terbaru.
"Anak anak sampai ngomong sama coach, 'Coach gimana, Coach?’ Karena kita waiting list, enggak tahu keterima atau enggak. Saya juga setiap hari ngecek email. Kok belum ada, kok belum ada,” cerita Bu Fatimah.
Kepastian itu akhirnya datang dengan cara yang tidak mereka duga. Karena sebelumnya tidak ada nomor telepon yang dapat dihubungi, pihak DBL datang langsung ke sekolah untuk menyampaikan kabar bahwa Spenda mendapat kesempatan tampil.

Pemain putri SMPN 2 Surabaya (Spenda) berusaha mengamankan bola di tengah penjagaan pemain SMP Petra 3 Surabaya pada Junior DBL 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Penantian yang sebelumnya dipenuhi tanda tanya langsung berubah menjadi persiapan. Anak anak yang sejak lama ingin merasakan Junior DBL akhirnya mengetahui bahwa mereka benar benar akan bermain.
“Pas pihak DBL datang ke sekolah, anak anak girang banget. Mereka benar benar excited. Walaupun ada yang les atau ada kegiatan lain, tetap diusahakan latihan dulu, nanti lanjut les. Mereka benar benar berusaha untuk ikut latihan,” ujar Bu Fatimah.
Baca juga: Kecil-kecil Cabe Rawit, Aidan Ramadika Buktikan Diri untuk SMP NSA!
Kabar tersebut datang ketika persiapan Spenda masih cukup terbatas. Tim putri Spenda yang tampil di Junior DBL tahun ini berisi 10 pemain. Tujuh pemain berasal dari kelas IX dan tiga lainnya merupakan siswa kelas VIII.
Skuad tersebut baru terbentuk, sementara pelatih yang menangani tim pun baru sekitar satu bulan bergabung. Waktu persiapan yang singkat membuat latihan harus dilakukan dengan lebih intens.
Spenda menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan. Ketika ada kesempatan tambahan, para pemain juga diminta menjalani latihan di luar jadwal tersebut. Mereka juga mendapat pekerjaan rumah dari coach untuk dilakukan secara mandiri.
"Latihannya benar benar di push sama coach. Terus selalu dikasih PR di rumah. Ada gerakan gerakan yang harus dilakukan supaya anak anak bertambah kuat," kata Bu Fatimah.
Persiapan yang singkat juga menghadirkan tekanan bagi sebagian pemain, terutama kelas VIII yang harus beradaptasi dengan tuntutan latihan sekaligus menghadapi pengalaman baru di Junior DBL.
Baca juga: Gege Nagata Sebut Jam Terbang Jadi Catatan SMP IPH East Surabaya
Beberapa pemain sempat merasa tertekan dengan target yang diberikan. Namun, pemain kelas IX ikut membantu memberikan motivasi kepada rekan mereka yang lebih muda.
“Terutama anak anak kelas VII ada yang merasa ke pressure. Mereka merasa waktunya masih segini, aku kayak gini. Tapi dibantu sama teman teman kelas IX untuk memotivasi. Coach juga kasih target, tapi disisi lain tetap kasih support,” ujar Bu Fatimah.
Setelah persiapan singkat tersebut, hari pertandingan akhirnya tiba. Keinginan yang selama ini hanya dibicarakan berubah menjadi pengalaman nyata ketika Spenda masuk ke lapangan DBL Arena.
Rasa gugup pun tidak bisa sepenuhnya mereka tinggalkan. Bu Fatimah melihat para pemain masih terlihat tegang dan kurang fokus ketika pertandingan berlangsung.
Sebelum pertandingan, ia sempat mengingatkan para pemain agar tidak takut. Mereka diminta bermain berani dan mengikuti instruksi yang sudah diberikan coach selama latihan.
“Pokoknya jangan takut. Berani saja. Apa yang diomongin sama coach diturutin. Jangan bingung, enggak usah takut. Intinya main berani,” tuturnya.
Baca juga: Dari Tangis ke Mental Tangguh, Cara Coach Rainer Bentuk SCS
Rasa tegang masih terasa ketika pertandingan berjalan. Spenda beberapa kali terlihat kebingungan menghadapi tekanan permainan.

Tim putri SMPN 2 Surabaya (Spenda) bersama coach menghadap tribun suporter dalam momen anthem setelah menghadapi SMP Petra 3 Surabaya pada Junior DBL 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Meski begitu, ada perkembangan yang tetap diapresiasi. Bu Fatimah melihat pertahanan Spenda mulai lebih baik ketika pertandingan memasuki kuarter ketiga dan keempat.
“Anak anak mungkin karena tegang. Jadi bingung dan merasa ke pressure banget. Tapi sudah bagus juga. Di kuarter tiga sama empat mereka bisa defense lebih bagus,” katanya.
Debut tersebut akhirnya memberikan gambaran nyata kepada Spenda mengenai apa yang perlu mereka benahi. Konsistensi latihan menjadi salah satu pekerjaan rumah utama karena kehadiran pemain yang belum selalu lengkap membuat latihan terkadang berjalan dengan komposisi berbeda.
“Latihan enggak boleh bolong bolong. Harus lengkap dan benar benar fokus. Selama ini kadang ada yang latihan, ada yang izin, jadi jumlahnya tidak selalu lengkap. PR yang dikasih coach di rumah juga harus dikerjakan,” ujar Bu Fatimah.
Pengalaman pertama ini juga menjadi kesempatan bagi Spenda untuk memikirkan regenerasi. Tujuh pemain kelas IX yang tampil tahun ini nantinya akan meninggalkan bangku SMP, sehingga adik adik kelas perlu mulai disiapkan untuk melanjutkan tim.
Baca juga: Guru Petra 3 Melihat Sisi Berbeda Anak Didiknya di Tengah Laga Ketat
Bu Fatimah berharap para pemain dapat semakin solid dan mengajak lebih banyak adik kelas untuk mengenal basket.
“Harus berusaha lebih kuat lagi. Terus harus lebih solid dan benar benar ngajak adik adiknya untuk masuk tim. Fokus latihan, harus lebih bagus lagi dan harus lebih serius,” pesannya.
Spenda memang baru pertama kali tampil di Junior DBL. Namun, satu pertandingan tersebut telah mengubah penantian mereka menjadi pengalaman nyata.
Setelah sempat menunggu kepastian, Spenda akhirnya tahu seperti apa rasanya bermain di Junior DBL. Pengalaman pertama itu kini menjadi bekal untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMPN 2 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).