Carabosse punya cara sendiri untuk membawa budaya Indonesia ke panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North. Tim dance SMA Nation Star Academy Surabaya itu meracik sejumlah unsur tari tradisional, mulai dari Tari Lintang Kemukus hingga Tari Kecak.
Konsep tersebut lahir dari keinginan mereka memperkenalkan budaya Indonesia lewat penampilan yang dekat dengan generasi muda. Jawa menjadi salah satu fokus karena merupakan daerah asal mereka, sementara Bali dipilih karena budaya seperti Tari Kecak sudah dikenal hingga mancanegara.
“Konsep kita sebenarnya punya tujuan utama untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui perspektif generasi muda,” ujar kapten Carabosse, Joceline Putri Raharjo.
Dalam prosesnya, Carabosse turut melibatkan Fiorentine Ailiabella Barlianto, dancer kelas X yang membantu memasukkan gerakan tari tradisional ke dalam koreografi.
Selama ini, Fiorentine belajar melalui ekstrakurikuler tari di sekolah. Pengalaman tersebut kemudian ia bawa ke panggung dengan menyumbangkan sejumlah gerakan tari tradisional, termasuk bagian Tari Lintang Kemukus yang berasal dari Banyuwangi dan Tari Kecak dari Bali.
Baca juga: Davin dan Juan, Kakak Adik yang Kompak Bawa Petra 5 Tembus Round 2!
Untuk Tari Lintang Kemukus, Fiorentine tidak mengambil seluruh gerakan secara utuh. Ia mengkombinasikan beberapa gerakan dari tari yang berbeda agar dapat menyatu dengan koreografi Carabosse.
Perjalanan menuju penampilan tersebut dimulai sejak akhir Juli. Sekitar dua setengah bulan digunakan Carabosse untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari konsep, musik, koreografi, hingga kostum.
Latihan dilakukan tiga kali dalam sepekan dengan durasi dua sampai tiga jam setiap sesi. Namun, proses mematangkan penampilan tidak selalu berjalan lurus.
Salah satunya terjadi pada hair style. Sehari sebelum tampil, Carabosse memutuskan mengganti konsep rambut yang sebelumnya menggunakan cepol. Setelah berdiskusi, mereka memilih model pigtails yang dinilai lebih sederhana sekaligus lebih aman saat bergerak.
Referensi penampilan pun mereka cari sendiri melalui media sosial. Makeup kemudian dilengkapi manik-manik yang penempatannya dibuat berbeda pada setiap dancer.
Baca juga: Hidupkan Lagi Si Unyil, Xynergy Bawa Nostalgia ke AQUA DBL Dance
“Biar menyala dari jauh. Biar muka kita lebih kelihatan,” kata Joceline.
Untuk makeup, Carabosse juga mendapat bantuan dari anggota ekstrakurikuler MUA di sekolah. Sekitar empat hingga lima siswa membantu mereka, sementara konsep akhirnya telah melewati dua kali proses trial.
Bagi Joceline, tantangan terbesar justru bukan menghafalkan koreografi. Mereka membutuhkan waktu untuk benar-benar mendapatkan rasa yang sesuai dengan musik.
Setidaknya satu bulan mereka gunakan untuk menyesuaikan feeling dengan karakter lagu yang berbeda-beda.
Baca juga: Moana Berlayar, Pak Soegiarto Tumbuh dalam Ingatan Smanda Force
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)