Menjadi kapten di tahun terakhirnya duduk di bangku SMA bukan sesuatu yang membuat Ricardo Tjoa merasa terbebani. Justru sebaliknya, pemain kelas XII itu merasa bangga mendapat kepercayaan untuk memimpin tim putra SMA Ciputra Surabaya yang menurutnya memiliki komposisi pemain berkualitas.
Bagi Ricardo, tanggung jawab sebagai kapten bukan hanya soal berada di depan atau memberikan arahan kepada rekan-rekannya. Ia juga ingin memastikan seluruh anggota tim tetap saling mendukung, disiplin, dan menjaga rasa hormat satu sama lain.
Pengalaman selama 3 tahun mengikuti Honda DBL with Kopi Good Day East Java-North turut membantunya lebih siap menjalankan peran tersebut. Ricardo mengaku tidak menjalani tugasnya seorang diri.
Baca juga: Siapkan Diri Sejak SMP, Kim Barlian Tampil All Out Bersama Ciputra
Di dalam tim, ada Kenneth Aidan Tjandra yang juga banyak membantunya dalam mengambil peran sebagai pemimpin. "Kenneth kan dari tahun pertama udah ikut DBL bareng aku, jadi kami punya ikatan tersendiri," bebernya saat ditemui usai laga berakhir, Sabtu, 12 September 2026.
Kekompakan itu tidak hanya dimiliki Ricardo dan Kenneth saja, tetapi juga seluruh anggota tim putra Ciputra. Ricardo yakin bahwa ia bisa terus menjaga chemistry mereka saat menghadapi setiap pertandingan yang akan mereka lalui di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Kedekatan antaranggota putra Ciputra berhasil mengantarkan mereka memenangkan pertandingan hari ini usai taklukkan SMA Petra 2 Surabaya dengan hasil akhir 25-18. Ricardo sendiri sukses mencatatkan 7 poin, 1 rebound, 1 assist, dan 2 steal, setelah melantai selama 30 menit.
Baca juga: Dua Kali Overtime, Sister Bond Kakak-Adik Effrien Tetap Terjaga
Meski menang, Ricardo menilai putra Ciputra masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Namun, ia memilih melihatnya sebagai bahan evaluasi untuk membuat permainan putra Ciputra semakin rapi.
“Kami mainnya sudah bagus, tapi ada beberapa yang bisa ditingkatkan. Seperti meminimalisir terjadinya turnover dan kurangnya box out,” tutur Ricardo.
Di luar pertandingan, keseimbangan antara latihan dan sekolah juga menjadi tantangan tersendiri bagi Ricardo yang duduk di kelas XII. Ia harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan rutinitas latihan yang cukup padat.
Ricardo menyebutkan bahwa ia dan timnya berlatih enam kali dalam sepekan, ditambah Ricardo yang terkadang menyempatkan diri untuk berlatih mandiri di luar jadwal tim untuk bantu meningkatkan performanya.
“Yang pasti nggak boleh waktu dibuang sia-sia. Harus menggunakan waktunya dengan produktif,” katanya.
Ditanya soal target putra Ciputra di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Ricardo mengatakan ia dan rekan-rekannya memilih menjalani setiap pertandingan di Round 2 dengan prinsip one game at a time.
Baca juga: Sebelum Ciputra Bangkit, Ada Catatan Coach Soewondo di Laga Perdana
Alih-alih terlalu jauh memikirkan hasil akhir, ia bersama rekan-rekannya fokus memenangkan pertandingan yang ada di depan mata. "Kalo taget besarnya ya kami ingin lolos ke babak Playoffs. Tapi pelatih kami selalu menekankan untuk fokus di tiap pertandingan," tandasnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)