ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Gabrielle Margareth Effrien (nomor punggung 5) dan Theresia Margareth Effrien (nomor punggung 10), pemain SMA Ciputra Surabaya, memperkuat tim saat menghadapi SMAN 9 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Selasa, 1 September 2026.

SMA Ciputra Surabaya harus melewati dua kali overtime saat menghadapi SMAN 9 Surabaya pada pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Selasa, 1 September 2026. Pertandingan berjalan ketat hingga skor kembali sama 16-16, sebelum Ciputra akhirnya menutup laga dengan kemenangan 18-16.

Bagi Gabrielle Maragreth Effrien dan Theresia Margareth Effrien, pertandingan itu terasa lebih panjang dari biasanya. Bukan hanya karena laga harus melewati dua kali overtime, tetapi keduanya juga hampir terus berada di lapangan.

Gabrielle, sang kakak, bermain penuh selama 50 menit. Theresia yang merupakan adiknya juga tampil selama 46 menit 9 detik. Keduanya menjadi bagian penting dari Ciputra sepanjang pertandingan yang berjalan.

Baca juga: Sebelum Ciputra Bangkit, Ada Catatan Coach Soewondo di Laga Perdana

Namun, angka di statistik bukan satu-satunya hal yang memperlihatkan hubungan keduanya. Di tengah pertandingan, Gabrielle dan Theresia punya cara sendiri untuk saling memahami.

Mereka tidak selalu membutuhkan suara.

"Kita komunikasi pakai mata. Daripada ngobrol terus kan musuhnya bisa tahu mau di mana. Jadi kadang pakai mata atau tunjuk-tunjukan," ujar Theresia.

Kebiasaan itu sebenarnya bukan strategi khusus untuk mereka berdua. Cara berkomunikasi tersebut diterapkan kepada seluruh tim. Hanya saja, hubungan sebagai kakak-adik membuat keduanya memiliki koneksi yang terasa lebih alami ketika berada di lapangan.

Theresia bahkan menyebutnya sebagai sister bond.

Ketika Gabrielle membawa bola, misalnya, ia terbiasa mencari posisi adiknya. Salah satu momen itu terjadi ketika Gabrielle mendapatkan bola setelah melakukan hand off. Ia sempat melihat beberapa pemain lain sebelum menemukan Theresia berdiri tanpa penjagaan.

Theresia Margareth Effrien (nomor punggung 10), pemain SMA Ciputra Surabaya, membawa bola saat menghadapi SMAN 9 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Biasanya kalau dapat bola, aku harusnya nyari Cici aku. Terus waktu itu aku sudah dapat hand off, aku lihat yang lain dulu, terus aku lihat Cici. Dia benar-benar kosong, ya sudah tinggal di-passing," cerita Theresia.

Baca juga: Ciputra Bangkit di Laga Kedua, Kenneth Bawa Mindset Berbeda

Hubungan itu menjadi semakin berarti ketika pertandingan mulai memasuki situasi sulit.

Pada overtime pertama, Ciputra sempat memiliki keunggulan. Namun, kesalahan kecil membuat SMAN 9 kembali mengejar. Gabrielle yang juga berstatus kapten harus menjaga agar tekanan tersebut tidak membuat tim kehilangan arah.

Sebagai pemain yang sudah duduk di kelas XII, Gabrielle sadar dirinya tidak hanya bertanggung jawab terhadap permainan sendiri. Ia juga harus memastikan rekan-rekannya tetap percaya diri ketika skor kembali berimbang.

"Awal-awal overtime kita leading, terus habis itu kekejar karena kesalahan-kesalahan kecil. Pikiranku sudah kayak, 'aduh, ini pasti kalah kalau kita kayak gini terus.' Mau enggak mau saya harus kuatkan mental tim juga. Karena saya sebagai kapten, kalau mental saya sudah turun pasti yang lain juga turun,” tutur Gabrielle.

Theresia ikut merasakan tekanan tersebut dari sisi yang berbeda. Sebagai pemain kelas X yang baru pertama kali tampil bersama tim SMA Ciputra di DBL, pertandingan sepanjang itu menjadi pengalaman yang tidak mudah.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Ciputra Menang Lewat Double Overtime!

Ia bahkan sempat merasa gugup ketika overtime berjalan dan waktu semakin sedikit. Namun, rasa tersebut tidak membuatnya berhenti mencoba memberikan kontribusi.

“Walaupun aku enggak poin atau enggak poin banyak, aku sudah merasa bangga sama teammates-ku karena bisa berusaha mencetak poin dengan baik dan defense dengan baik juga,” kata Theresia.

Theresia memang tidak mencetak angka dalam pertandingan tersebut. Namun, ia tetap bermain hampir sepanjang laga dan menjalankan perannya di sisi lain permainan.

Gabrielle Margareth Effrien (nomor punggung 5), pemain SMA Ciputra Surabaya, berusaha melewati penjagaan pemain SMAN 9 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Sementara itu, Gabrielle mencatat 5 poin, 9 rebound, dan 3 assist. Bagi sang kapten, hal yang paling membuatnya puas bukan angka individu, melainkan ketika sistem permainan Ciputra berjalan sesuai rencana.

“Yang paling puas itu ketika sistemnya berjalan. Karena kalau sistemnya berjalan berarti komunikasi kita dan kerja sama kita itu jalan,” ujarnya.

Baca juga: Tidak Hanya Taktik, Fachturozak Akbar Punya Pendekatan Khusus untuk Tim Ciputra

Masih ada pekerjaan rumah yang ia lihat setelah pertandingan. Gabrielle menilai pertahanan Ciputra perlu diperkuat, terutama karena sekolahnya bukan sekolah yang dikenal sebagai sekolah basket.

Cerita keduanya di basket sendiri dimulai pada waktu yang berbeda. Gabrielle sudah mengenal basket sejak kelas VI, sedangkan Theresia baru menekuninya sejak kelas VIII.

Namun, keduanya kini berada dalam satu tim yang sama.

Bagi Theresia, berada satu lapangan dengan kakaknya memberikan pengalaman tersendiri. Ia tidak hanya bermain bersama pemain yang lebih senior, tetapi juga bersama seseorang yang sudah sangat dikenalnya di luar lapangan.

Musim ini juga menjadi tahun terakhir Gabrielle bersama tim basket Ciputra. Ia masih harus membagi waktunya dengan berbagai proyek sekolah sebagai siswa kelas XII. Meski begitu, ia memilih tetap menjalani keduanya dengan disiplin,

Sepulang latihan, Gabrielle menyisakan waktu sebelum tidur untuk mengerjakan tugas. Di sekolah, ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya agar tidak menumpuk ketika harus kembali berlatih.

Baca juga: Menuju DBL East Java-North: Srikandi Putri Ciputra Fokus Perkuat Chemistry

Kini, perjalanan keduanya masih berlanjut. Ciputra akan kembali menghadapi tantangan berikutnya, sementara Gabrielle harus menjalani sisa musim terakhirnya dan Theresia mulai membangun pengalamannya sebagai pemain kelas X.

Dua saudara itu mungkin memiliki usia dan pengalaman yang berbeda. Tetapi ketika berada di lapangan, mereka memiliki satu bahasa yang sama tatapan singkat, gerakan kecil, dan pemahaman yang tidak selalu membutuhkan kata-kata.

Dan setelah dua kali overtime, sister bond itu masih tetap bekerja.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Gabrielle Maragreth Effrien bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Profil Theresia Margareth Effrien bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 9 Surabaya vs SMA Ciputra Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS