Pada awal pertandingan, SMP Nation Star Academy Surabaya (NSA) belum langsung menemukan ritmenya. Menghadapi SMP Ciputra Surabaya dalam Junior DBL 2026 Surabaya, Selasa, 15 September 2026, NSA tertinggal 8-10 pada akhir kuarter pertama.

Situasi itu mulai berubah memasuki kuarter kedua. Aisyah Zahra Rahmadany membuka catatan poinnya lewat jump shot yang membuat kedudukan menjadi imbang 12-12.

Setelahnya, Aisyah semakin berani mengambil kesempatan untuk mencetak angka. Permainan NSA pun perlahan menemukan arah. Hingga kuarter ketiga, mereka berbalik unggul 34-18.

Aisyah menjadi salah satu pemain yang cukup berkontribusi dalam perolehan angka NSA. Bermain selama 30 menit 46 detik, ia mencatatkan 10 poin, 2 rebound, dan 2 assist.

Baca juga: Penjagaan Ketat yang Membuat Hafiy Harus Mencari Cara Lain

Namun, keberaniannya mengambil peran dalam pertandingan ini bukan sesuatu yang datang begitu saja.

Perjalanan Aisyah bersama basket sudah dimulai sejak kelas II SD. Saat itu, justru sang mama yang lebih dulu mengajaknya mencoba olahraga tersebut.

"Yang pertama itu mama yang nyuruh. Aku dulu suka sama bola. Terus mama bilang buat coba basket. Waktu aku nyoba itu pertama kali di DBL Academy," cerita Aisyah.

Dari sana, Aisyah mulai menikmati basket. Ia belajar berbagai dasar permainan dan merasa proses latihan yang dijalaninya menyenangkan.

"Di DBL Academy kita diajarin dari basic-basic-nya dulu. Jadi aku mulai suka main basket karena fun aja. Awalnya memang karena seru," lanjutnya.

Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi

Perjalanannya ternyata sempat menemui titik jenuh. Saat kelas VI SD, Aisyah pernah merasa bosan karena kesempatan bermain yang ia dapatkan tidak banyak bersama tim sekolahnya. Alih-alih berhenti, ia memilih mencari cara lain agar kemampuannya tetap berkembang.

"Sempat bosan karena waktu itu aku jadi camat (cadangan mati), jadi jarang dimainkan. Terus akhirnya aku coba private sendiri," jelasnya.

Keputusan tersebut membuat Aisyah terus bertumbuh. Ia mulai mengikuti pertandingan dan mengumpulkan pengalaman sebelum akhirnya menjalani musim Junior DBL pertamanya ketika duduk di kelas VII.

Terhitung 3 tahun berselang, ia masih berada di kompetisi yang sama. Bedanya, Aisyah kini bukan lagi pemain yang hanya berusaha mengikuti permainan.

Baca juga: Drew dan Nick, Saudara Kembar yang Kompak Tanpa Sinyal Khusus

Saat pertama kali bermain di Junior DBL, menghadapi pemain yang lebih besar membuatnya masih ragu. Bahkan, membawa bola sendiri menjadi hal yang belum berani ia lakukan.

"Waktu kelas VII gugup banget. Masih enggak berani buat dribble sendiri dan selalu passing-passing. Sekarang sudah mulai berani buat nyetak poin sendiri, dribble sendiri, terus ngasih tahu satu sama lain juga sudah berani," ujarnya.

Aisyah Zahra Rahmadany (nomor punggung 77) menggiring bola saat menghadapi SMP Ciputra Surabaya pada Junior DBL 2026 di DBL Arena Surabaya.

Perubahan tersebut terasa semakin jelas di pertandingan hari ini. Ketika NSA tertinggal pada kuarter pertama, Aisyah mengaku sempat memikirkan kemungkinan pertandingan berjalan tidak sesuai harapan.

Tetapi, sebagai pemain yang kini dipercaya menjadi kapten, ia memilih tetap mendorong dirinya dan rekan-rekannya untuk bangkit.

"Tadi sempat kepikiran gimana ini karena akhir kuarter satu kita unggul. Terus kuarter dua kita bisa seri. Aku bilang aku enggak mau kalah di pertandingan pertama. Kalau mau menang ya mati-matian," katanya.

Baca juga: Kecil-kecil Cabe Rawit, Aidan Ramadika Buktikan Diri untuk SMP NSA!

Bukan hanya lewat poin, Aisyah juga berusaha menjalankan perannya sebagai kapten dengan membantu mengarahkan permainan. Salah satu hal yang terus ia ingatkan kepada rekan setim adalah pertahanan.

"Aku lebih nyuruh defense-nya bagus dulu. Offense enggak usah bagus dulu enggak apa-apa. Yang penting defense-nya diperbaiki dulu," tuturnya.

Arahan tersebut sejalan dengan fokus NSA sepanjang pertandingan. Pelatih meminta mereka memperbaiki passing dan defense, terutama untuk mengantisipasi permainan SMP Ciputra Surabaya.

Meski belum sepenuhnya sempurna, Aisyah melihat ada perkembangan dalam permainan timnya. Terutama ketika memasuki dua kuarter terakhir.

"Komunikasinya lumayan bagus hari ini. Passing-passing waktu kuarter tiga dan empat juga sudah bagus. Chemistry-nya sudah dapat," ucapnya.

Baca juga: Mimpi yang Dulu Dikejar, Kini Muhammad Adhim Tumbuhkan

Aisyah tetap punya catatan untuk dirinya sendiri. Ia merasa passing masih menjadi bagian yang harus diperbaiki karena beberapa kesalahan sempat terjadi dan menghasilkan turnover.

Bagi Aisyah, perjalanan tiga tahun di Junior DBL bukan sekadar soal berapa banyak kemenangan yang didapat. Ada proses yang membuatnya semakin berani memegang bola, mengambil keputusan, hingga memimpin rekan setimnya.

Ia pun tidak ingin perjalanan tersebut berhenti setelah masa Junior DBL berakhir. Basket yang dikenalnya sejak kelas II SD kini sudah memiliki tempat yang lebih besar dalam rencana masa depannya.

"Aku pengen terus lanjut basket. Kalau bisa, aku pengen main mewakili kota atau provinsi," pungkas Aisyah.

Baca juga: Coach Edwin Petik Banyak Pelajaran Berharga dari Laga Putri Cheetah West!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Aisyah Zahra Rahmadany bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMP Nation Star Academy Surabaya vs SMP Ciputra Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Pelukan Mama Jadi Tempat Pulang Yael pada Musim Terakhirnya
Styfen Pedro Bawa Cinta Kasih Orangtua dari Palu ke DBL Arena!
Bang Acig si Penyemai Mimpi Anak-anak Smekda di Lapangan Sepat
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East 2026, Kamis, 17 September
Jordan Saragih Redam Gugup dengan Mengamati Permainan Rekan Setim