Unggul di tiga kuarter sekaligus ternyata tidak lantas membuat tim putri SMP Cita Hati West Surabaya (Cheetah West) mampu mengamankan hasil akhir yang mereka harapkan. Situasi tersebut dirasakan putri Cheetah West saat menghadapi SMP Gloria 1 Surabaya di panggung Junior DBL 2026 Surabaya, Minggu, 13 September 2026.
"Jadi biarpun leading di satu, sampai tiga kuarter itu nggak menentukan siapa yang menang. Basket itu ada empat kuarter dan kuarter keempat yang penting," beber Felix Edwin kepala pelatih SMP Cheetah West.
Putri SMP Cheetah West harus mengakui keunggulan SMP Gloria 1 Surabaya dengan hasil akhir 16-20. Felix Edwin kepala pelatih SMP Cheetah West mengatakan ia belajar banyak hal dari situasi tersebut mulai dari stamina dan mental bertanding.
Baca juga: Dari SD hingga SMA, Coach Ananta Bangun Regenerasi Basket Vita
Coach Edwin menilai anak-anak asuhnya belum bisa menjaga stamina mereka saat berlaga. Hal itulah yang menyebabkan putri Cheetah West tak mampu mengimbangi lawan di kuarter terakhir. Meski begitu, Coach Edwin melihat kemampuan putri Cheetah West relatif seimbang dengan lawan.
"Cuma kami harus lebih PD aja kalau tanding," ujarnya.
Ia mengatakan putri Cheetah West terkadang meremehkan diri sendiri. Beberapa kali mereka tidak yakin akan kemampuan yang mereka miliki hingga memengaruhi performa mereka di DBL Arena hari ini. Coach Edwin ke depannya berkomitmen untuk terus meyakinkan dan memberi semangat pada putri Cheetah West bahwa mereka memiliki skill yang mumpuni.
Coach Edwin saat memberikan arahan untuk putri Cheetah West
"Mereka ini suka lihat lawan atau rekan yang punya skill di atas mereka, makanya mereka jadi kurang PD," cerita Coach Edwin.
Baca juga: Perjuangan Anak Tetap Jadi Kebanggaan Orang Tua Putri Cheetah East!
Ke depannya, ia akan menggembleng fisik putri Cheetah West agar stamina mereka tetap terjaga saat diharuskan bermain selama empat kuarter berturut-turut. Selanjutnya, Coach Edwin akan membenahi mental bertanding putri Cheetah West.
"Di pertandingan hari ini saat mereka tegang udah nggak berani bawa bola. Begitu kena pressure sudah takut-takut. Itu yang akan jadi PR saya ke depannya," tandasnya.
Bagi Coach Edwin, kekalahan putri Cheetah West hari ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka. Ia justru melihat hasil tersebut sebagai pengalaman berharga untuk menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi dirinya bersama tim ke depannya.
Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)