Musim baru membawa wajah-wajah baru untuk tim putri SMAN 1 Waru Sidoarjo (Smantaru). Di antara skuad yang kini dipenuhi pemain anyar, Coach Andri Danarto punya satu pekerjaan penting, memastikan tradisi Smantaru tetap berjalan tanpa membebani generasi yang baru memulai langkahnya.

Proses itu mulai terlihat pada laga hari Rabu, 16 September 2026, SMAN 1 Waru Sidoarjo berhasil mengalahkan SMAN 1 Mojokerto dengan skor 25-8. Hasil tersebut menjadi awal yang baik bagi skuad yang sedang belajar membangun kembali kekuatan mereka.

“Pertandingan hari ini lebih ke adaptasi buat anak-anak, karena kami tinggal empat pemain yang dari tahun kemarin. Memang lagi regenerasi. Jadi, hari ini kami fokus bagaimana caranya anak-anak dapat pengalaman dulu,” ujar Coach Andri.

Delapan pemain baru di dalam skuad membuat pertandingan ini sekaligus menjadi ruang belajar. Sebagian dari mereka belum punya pengalaman tampil di DBL. Karena itu, Coach Andri memilih tidak memberikan tekanan berlebihan. Ia ingin para student-athlete merasakan sendiri bagaimana mengambil keputusan ketika pertandingan berlangsung.

Baca juga: Puisi Sapardi Djoko Damono di Balik Koreo Tentacles

“Bagaimana anak-anak bisa menciptakan good decision dan bad decision. Apa impact dari bad decision ke mereka? Ketika mereka foul, kenapa bisa kena foul trouble? Ketika finishing enggak masuk, kenapa?” jelasnya.

Cara tersebut menjadi bagian dari eksperimen Coach Andri musim ini. Ia ingin seluruh student-athlete mendapat kesempatan bermain dan belajar dari situasi yang mereka hadapi di lapangan.

Regenerasi bukan hal baru bagi Smantaru. Selama bertahun-tahun, tim putri SMAN 1 Waru Sidoarjo terbiasa melepas pemain setelah lulus dan kembali membangun skuad dengan wajah-wajah baru.

Namun, ada satu hal yang berusaha mereka pertahankan: standar.

Perjalanan panjang Smantaru di DBL East Java-North membuat nama Big Eight bukan sesuatu yang asing. Tim putri SMAN 1 Waru Sidoarjo punya catatan panjang di kompetisi ini. Mereka mengawali perjalanan dengan menembus Fantastic Four pada 2011.

Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada

Setelah itu, Smantaru konsisten melangkah hingga Big Eight dalam lima musim beruntun pada 2012-2016. Tahun 2017, mereka kembali mencapai Fantastic Four sebelum dua musim berikutnya kembali berada di Big Eight pada 2018 dan 2019.

Kompetisi sempat terhenti pada 2020 karena pandemi. Setahun berselang, Smantaru kembali dengan menembus Sweet Sixteen pada 2021. Sejak 2022 hingga 2025, mereka kembali menjaga konsistensi dengan selalu mencapai Big Eight.

Pencapaian itu perlahan berubah menjadi tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Dari alumni dan kakak kelas juga menyemangati. ‘Kamu jangan turun. Standarmu di sini, levelmu di sini. Kamu jangan mau diturunkan,’” tutur Coach Andri.

Menjaga standar tersebut tidak berarti Coach Andri meminta setiap generasi bermain dengan cara yang sama. Ia sadar, setiap angkatan punya karakter dan cara berkomunikasi yang berbeda.

Karena itu, kepercayaan menjadi salah satu fondasi yang ia bangun bersama pemain.

“Pertama saya harus adaptasi, karena setiap generasi itu manajemennya juga berbeda. Kami harus ada komunikasi sama anak-anak. Kami saling percaya saja. Pelatih percaya sama pemain, pemain juga percaya sama pelatihnya,” katanya.

Baca juga: Pengalaman DBL Camp Jadi Bekal Aliqa pada Musim Terakhirnya Bersama Smada

Di tengah proses itu, alumni masih punya tempat di dalam perjalanan Smantaru. Mereka sesekali kembali ke sekolah, mengikuti sparring, atau berbagi pengalaman dengan student-athlete yang lebih muda.

“Saya sebagai pelatih juga menjadi jembatan antara alumni sama anak-anak. Kadang saya titip ke alumni, ‘Tolong kasih tahu anak-anak apa yang harus mereka lakukan,’” ujarnya.

Estafet itu tidak berhenti pada cerita antarpemain. Coach Andri sendiri sudah menjadi bagian dari perjalanan Smantaru sejak 2012. Dalam perjalanannya, ia dua kali mendapat kesempatan mengikuti DBL Camp, yakni pada 2016 dan 2019.

Bagi Coach Andri, pengalaman tersebut bukan semata pencapaian pribadi. Ia justru melihat kesempatan berada di DBL Camp sebagai ruang untuk membawa pulang ilmu bagi pemain-pemainnya.

“Kalau pelatih kan hanya orang yang di pinggir lapangan. Semua itu kontribusinya anak. Jadi tugas saya ketika dapat kepercayaan di DBL Camp, saya cari ilmu, saya cari sesuatu yang impact-nya nanti saya serahkan ke anak-anak,” ucapnya.

Di sana, ia juga banyak bertukar cerita dengan pelatih dari berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Bandung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Semarang, Jogja, Solo, hingga Kalimantan. Berbagai pengalaman itu kemudian ia sesuaikan dengan kebutuhan Smantaru.

Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Aimee Tetap Setia Bersama NSA

Kini, ilmu tersebut kembali ia gunakan untuk menghadapi generasi baru.

Delapan pemain yang belum banyak merasakan atmosfer DBL harus perlahan mengenal standar yang selama ini dijaga Smantaru. Coach Andri memilih membangun prosesnya secara bertahap. Bahkan, sepanjang September, timnya meningkatkan intensitas latihan.

Bukan hanya soal latihan, komunikasi dengan alumni juga terus dijaga. Semua dilakukan agar pemain baru tidak merasa berjalan sendirian.

“Jadi kami enggak bisa kalau enggak ada tim. Pelatih, pemain, sekolah, semuanya,” kata Coach Andri.

Untuk musim ini, Coach Andri pun tidak ingin memasang target yang terlalu jauh. Playoffs menjadi tujuan pertama yang ingin mereka capai.

“Target musim ini kami fokus ke playoffs dulu,” tegasnya.

Setelah itu, barulah Smantaru melihat langkah berikutnya. Jika perjalanan harus terhenti, Coach Andri ingin menggunakan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih siap pada musim berikutnya.

Baca juga: Menjelajah Indonesia Timur Bersama Firstsecond Dance di AQUA DBL Dance!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
Hasil DBL Jakarta Championship: Hari Kelima Penuh Drama!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Sabtu, 24 Oktober 2026
Sengit Lagi! Pangudi Luhur Kembali Paksa Buksi Terima Kekalahan Dramatis
Krisabella Memburu 'Sweet Ending' di Last Dance Bersama Smansa