ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Rafiqi Ghazali (pegang bola) saat laga tim putra SMA Pangudi Luhur Jakarta versus SMA Bukit Sion Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

History repeats itself.

Tiga kata yang sangat tepat untuk menggambarkan duel antara para kesatria SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi) kontra SMA Pangudi Luhur Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Jumat, 23 Oktober 2026. 

Lawan, panggung, hingga drama yang tersaji terasa begitu familier. Hanya saja, semua itu terjadi di musim yang berbeda.

Sedikit menengok pada musim lalu, Pangudi Luhur membuat catatan baru dalam buku sejarah DBL Jakarta dengan memaksa Buksi untuk menghadapi laga if necessary. 

Pada pertemuan pertama di Championship musim lalu, Buksi lebih dulu mengirim Pangudi Luhur ke lower bracket. Namun, hasil berbeda justru hadir di pertemuan berikutnya. Pangudi Luhur sukses membalas kekalahan lewat kemenangan dramatis 61-60 berkat aksi buzzer beater Rasya Octo Kurnia.

Pangudi Luhur bukan hanya gantian menurunkan Buksi ke lower bracket, tetapi turut mematahkan rekor 14 kemenangan milik tim polesan Coach Jap Ricky Lesmana itu. 

Tak heran, rivalitas kedua tim memang menjadi momen yang begitu dinantikan di DBL Jakarta Championship 2026. Sesuai prediksi, aksi jual-beli serangan langsung menghiasi menit-menit awal. 

Pangudi Luhur pun mampu menutup kuarter pertama dengan keunggulan 9-6. Bagi Buksi, selisih tiga poin tersebut bukanlah hambatan berarti. Masih ada banyak waktu tersisa untuk mengambil alih kendali. 

Benar saja, Buksi semakin gencar menebar ancaman di menit-menit berikutnya. Hingga akhirnya, mereka bisa memimpin (21-19) berkat tripoin Alden Goenanto ketika paruh pertama menyisakan 1 menit 45 detik. 

Baca Juga: Dua Rival Fenomenal akan Berjumpa, Pangudi Luhur Bawa Misi Penebusan

Keunggulan terus berpihak pada Buksi, tetapi bukan berarti ketegangan mereda. Pangudi Luhur konsisten menebar ancaman, hingga tembakan Rafiqi Ghazali Gultom sukses menyamakan kedudukan menjadi 45-45 di sisa 25 detik terakhir. 

Di sinilah, Dewi Fortuna turun tangan. Sebuah kesalahan dari Buksi menghadiahkan dua free throw bagi Muhammad Rayhan Putra Pratama saat waktu tersisa 0,44 detik! 

Satu dari dua kesempatan itu berhasil terkonversi menjadi angka, sekaligus melengkapi penampilan impresif Pangudi Luhur yang mampu mencetak 14 poin tanpa balas selama empat menit terakhir. Berkat aksi tersebut, kemenangan dramatis berjarak hanya satu bola kembali dikantongi Pangudi Luhur dengan skor akhir 46-45. 

Sorak-sorai langsung menggema dari seluruh elemen Pangudi Luhur. Tak terkecuali, Coach Rimbun Maruli Tua Sidahuruk. Di tengah suasana riuh tersebut, Coach Rimbun, begitu ia disapa, tak lupa bersujud sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan yang diberikan pada anak-anak didiknya.

“Mukjizat Tuhan. Menang satu atau dua poin itu bukan karena kehebatan saya atau anak-anak. Kita cuma jalani sesuai plan, tergantung ujungnya akan Tuhan kasih kemenangan atau tidak,” buka Coach Rimbun ketika ditemui selepas pertandingan. 

PANGUDI LUHURPotret Coach Rimbun Sidahuruk selepas SMA Pangudi Luhur Jakarta meraih kemenangan atas SMA Bukit Sion Jakarta

Baginya, menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi ia dan tim untuk kembali berjumpa dengan Buksi yang dikenal sebagai juara bertahan. Namun, Coach Rimbun benar-benar menekankan kepada seluruh penggawa Pangudi Luhur agar tidak silau dengan status tersebut. 

“Pokoknya, tingkatkan permainan terus saja karena bebannya bukan di kita. Kalau kita ketemu juara bertahan dan mereka menang, itu hal yang biasa. Kalau kita yang menang, itu suatu anugerah,” sambungnya.

Sebagai nahkoda tim, Coach Rimbun menilai ketertinggalan Pangudi Luhur hingga pertengahan kuarter pamungkas tak lepas dari pertahanan timnya yang mulai mengendur. Karena itu, ia tak henti mengingatkan para pemain untuk berjuang habis-habisan dan rela “berdarah-darah” di lapangan. 

Ditambah lagi, keberhasilan kali ini juga sedikit banyak dilatarbelakangi oleh pengalaman bertanding di babak Championship musim sebelumnya. 

“Anak-anak ini lebih bertumbuh. Tahun lalu adalah pertama kali kita ke final South Jakarta dan ke Championship. Jadi, masih buta soal gambaran final dan Championship. Di tahun kedua, kita lebih punya gambaran dan punya standar yang lebih tinggi kalau mau bermain dengan tim-tim yang bagus. Itu yang jadi guideline kita,” terang Coach Rimbun. 

Menyinggung soal tim terbaik, Coach Rimbun mengakui bahwa Buksi jelas menjadi salah satu yang patut diperhitungkan. Kehilangan tiga pemain terbaik sama sekali tidak memengaruhi performa tim tersebut. 

“Namanya juga mereka juara bertahan, pasti the best team di Jakarta. Saya apresiasi banget sama Coach Ricky karena bisa build tim yang bagus. Itu membuat Buksi bukan lawan yang mudah. Kita juga setengah mati lawan mereka,” ucapnya. 

PANGUDI LUHURPotret Muhammad Rayhan saat hendak mengeksekusi free throw sekaligus penentu kemenangan SMA Pangudi Luhur Jakarta

Di sisi lain, Muhammad Rayhan Putra Pratama, sang penyelamat Pangudi Luhur, juga mengaku antusias bisa kembali menyapa Buksi di medan pertempuran. Alih-alih terbebani, Rayhan (sapaan akrabnya) bersama rekan-rekan setim justru semakin terpacu untuk membuktikan bahwa mereka hadir dengan kesiapan yang jauh lebih matang. 

“Waktu pertama kali tahu bakal lawan Buksi, aku senang banget karena bisa ada kesempatan buat balas kekalahan tahun lalu, apalagi kalahnya juga lumayan jauh. Sekarang, kita tampil ngotot dan mati-matian,” ujar Rayhan. 

Baca Juga: Rafiqi Ghazali dan Tiga Musim Penuh Lika-liku Bersama Pangudi Luhur

Selama timnya berada dalam posisi tertinggal, Rayhan sendiri tidak dibayangi kegugupan. Namun, perasaan itu akhirnya muncul ketika dirinya berada di titik krusial sebagai penentu nasib Pangudi Luhur. 

“Aku lumayan nervous karena panik takut enggak bisa ngepoin, ternyata akhirnya bisa. Makanya, senang banget bisa menang di game hari ini,” ungkapnya. 

Sejatinya, bukan hanya Rayhan yang dibuat berdebar-debat saat momen krusial itu berlangsung. Dari sisi tribun, pasukan suporter turut berharap-harap cemas, termasuk para orang tua yang hadir secara langsung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Kedua tangan seketika menengadah untuk meminta keajaiban dari Sang Maha Kuasa. 

“Wah, deg-degan banget karena skornya tipis. Itu sumpah kita berdoa terus selama di tribun. Ada rasa deg-degan, tapi pengin teriak juga. Tapi, kalau memang Tuhan kasih menang, pasti kita bakal menang,” ungkap NIta Fatahiah, sang ibunda Akfath Salirasif. 

Situasi serupa turut menghampiri Aldina Astri Galuh, ibu dari Rafiqi Ghazali Gultom yang merupakan kapten Pangudi Luhur. Padahal, bisa dibilang bahwa pengalaman ini bukan kali pertama bagi Aldina menyaksikan sengitnya persaingan di lapangan.  

“Saya sudah yakin anak-anak Pangudi Luhur akan menang, tapi tetap deg-degan sampai saya gemeteran. Yang penting, tetap yakin bakal dapat keajaiban malam ini,” ucapnya. 

Pangudi luhur
Potret sejumlah orang tua yang memberi dukungan bagi tim SMA Pangudi Luhur Jakarta dari tribun

NIta dan Aldina menjadi dua dari sejumlah ibu yang menjadi saksi atas kerasnya perjuangan sang buah hati demi melantai di DBL Jakarta Championship. Karena itu, mereka pun berharap langkah Pangudi Luhur terus dipermudah. 

Kemenangan ini membawa Pangudi Luhur lagi-lagi berjumpa rival lama. Berikutnya, Coach Rimbun beserta anak-anak didiknya berhadapan dengan Raffles Christian School Jakarta (Knights) pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebagaimana diketahui, Pangudi Luhur selalu tunduk di hadapan Knights selama dua musim beruntun, tepatnya ketika partai puncak DBL South Jakarta 2025 dan 2026. 

Menanggapi hal itu, Coach Rimbun menaruh keinginan besar agar seluruh penggawa Pangudi Luhur tetap bermain lepas, tanpa menurunkan standar tim yang telah dibangun. Terlebih, kemunculan Knights sebagai musuh bukanlah hal yang bisa dipandang remeh. 

“Knights itu tim yang istimewa dengan dua pemain level Timnas, yaitu Miracle dan Matthew. Mereka punya level confidence di atas rata-rata anak SMA pada umumnya dan bukan hal yang gampang buat ngakalin itu. Pasti, jadi warning saya,” tuturnya. 

Sementara itu, Rayhan pun tidak ingin mengulang kegagalan serupa untuk ketiga kalinya. Selain tidak ingin mengecewakan sang pelatih, dirinya juga ingin mewujudkan impian besar yang telah dibidik Pangudi Luhur sejak awal musim. 

“Tahun ini, aku punya mimpi supaya Pangudi Luhur bisa main di Indonesia Arena dan bakal juara,” tutupnya dengan yakin. 

DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Statistik pertandingan ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS