Tiga tahun perjalanan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali akan segera berakhir bagi I Gusti Ayu Krisabella. Student-athlete SMAN 1 Denpasar (Smansa) itu kini berada di penghujung perjalanannya di kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia ini. Satu kesempatan terakhir sudah di depan mata, dan Bella ingin menutupnya dengan cara terbaik yaitu dengan membawa Smansa meraih gelar juara lagi.
Smansa berhasil kembali melangkah ke partai final. Bagi Bella, pencapaian ini menghadirkan perasaan senang sekaligus haru. Namun, ia tak ingin berhenti sampai di situ. Tahun terakhirnya bermain di DBL membuat kesempatan ini terasa semakin berarti.
“Senang dan terharu banget bisa membawa Smansa ke final lagi. Pastinya Bella enggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Harapannya, Bella bisa meraih three-peat champion di tahun terakhirnya bermain di DBL,” ungkap Bella.
Baca Juga: Last Dance Dias, Bawa Misi Terakhir Bersama Soverdi
Bella sudah dua kali membawa Smansa meraih gelar juara. Kini, ia ingin kembali mengangkat trofi sekaligus menutup perjalanan tiga tahunnya dengan hasil terbaik. Misi three-peat menjadi target yang ingin ia perjuangkan bersama rekan-rekan setimnya di partai puncak.
Namun, perjalanan Bella bersama Smansa tidak hanya berisi cerita tentang kemenangan dan gelar juara. Ada latihan yang melelahkan, canda di sela-sela kesibukan, hingga kebersamaan yang tumbuh selama tiga tahun. Hal-hal itulah yang justru akan menjadi kenangan berharga ketika ia tak lagi bisa bermain di DBL.
“Latihan bareng, capek dan senang-senang juga bareng. Kebersamaan timnya yang pasti bakal dikangenin. Bisa juara bareng juga bakal jadi momen yang berkesan dan enggak pernah Bella lupain,” tuturnya.
Selama membela Smansa, Bella juga mendapat dukungan dari banyak pihak. Ia menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang selalu hadir dan mendukung pilihannya selama hal tersebut membawa kebaikan bagi dirinya.
“Ajik dan Ibu Bella adalah orang yang selalu ada dan selalu mendukung apa pun yang Bella lakukan, selama itu yang terbaik buat Bella,” katanya.
Selain keluarga, Coach Yudi turut menjadi sosok penting dalam perjalanan Bella. Selama tiga tahun terakhir, sang pelatih mendampingi dan membimbingnya melewati berbagai proses bersama Smansa. Mereka sama-sama belajar dan berkembang hingga kembali mencapai partai final untuk ketiga kalinya.
Baca Juga: Kilas Balik Finalis DBL Bali: Putri Smansa Memburu Gelar Three-Peat!
Dukungan juga datang dari lingkungan sekolah. Bella mengaku bermain untuk Smansa menghadirkan euforia yang berbeda. Ia selalu merasa senang ketika melihat para supporter datang memenuhi tribun dan memberikan dukungan langsung kepada tim.
“Rasanya senang banget bisa melihat mereka di tribun dan ikut merasakan perjuangan kita di lapangan. Itu jadi motivasi buat Bella dan teman-teman untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” jelasnya.
Di luar target bersama Smansa, Bella juga berpeluang kembali mengikuti DBL Camp. Ia masuk nominasi First Team dan berharap bisa merasakan pengalaman tersebut untuk ketiga kalinya. Meski begitu, Bella memilih untuk tidak terlalu membebani dirinya dengan hasil akhir nominasi tersebut.
Baginya, hal terpenting adalah memberikan penampilan terbaik di pertandingan terakhirnya bersama Smansa. Ia ingin tampil maksimal dan memastikan tidak ada kesempatan yang disia-siakan.
“Optimistis, berharap banget bisa balik ke DBL Camp lagi. Tapi, Bella let it flow aja. Yang penting bisa all out dan tampil bagus buat besok,” ujarnya.
Ada satu hal lain yang membuat partai final kali ini terasa lebih istimewa. Untuk pertama kalinya, sang ayah, yang akrab disapa Ajik, berkesempatan menyaksikan Bella bermain secara langsung di GOR.
Baca Juga: DBL Menjadi Bagian dari Perjalanan Santri Mengejar Mimpi
Selama ini, pekerjaan Ajik di bidang pengeboran mengharuskannya berpindah-pindah tempat. Ia kerap bekerja di luar kota sehingga belum sempat menyaksikan langsung perjuangan Bella di DBL. Biasanya, ia mengikuti pertandingan putrinya melalui siaran langsung.
Karena itu, kehadiran Ajik bersama Ibu di final menjadi momen yang berbeda bagi Bella. Di tengah perjuangan mengejar gelar juara ketiga, ia bisa merasakan dukungan orang tuanya secara langsung dari tribun. Sebuah momen yang membuat pertandingan terakhirnya bersama Smansa memiliki arti lebih dari sekadar hasil akhir.
Kini, Bella hanya ingin menuntaskan apa yang telah ia perjuangkan selama tiga tahun terakhir. Ia ingin memberikan gelar juara untuk Smansa sekaligus menutup perjalanannya di DBL dengan kenangan yang membanggakan.
“Pastinya Bella ingin memperjuangkan gelar juara untuk Smansa dan memberikan sweet ending untuk perjalanan tiga tahun Bella di DBL,” tegasnya.
Bagi Bella, last dance bersama Smansa bukan sekadar pertandingan terakhir. Ini adalah kesempatan untuk merayakan perjalanan panjang bersama tim, membalas dukungan orang-orang yang selalu berada di belakangnya, dan meninggalkan kenangan manis sebelum melangkah ke babak berikutnya. Kini, satu misi terakhir menanti Bella, memperjuangkan sweet ending yang ia impikan bersama Smansa.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)